>
Headlines News :

Berita Pilihan

Berita Terkini

Satgas Temukan Senjata Santoso yang Dibuang Umi Delima

Written By Jurnal Sulteng on Selasa, 26 Juli 2016 | 22.47.00


Palu, Jurnalsulteng.com  - Satuan Tugas (Satgas) Operasi Tinombala berhasil menemukan senjata serbu jenis SS2 milik almarhum Santoso.

"Benar, senjata tersebut ditemukan sekitar pukul 11.00 WITA dan berdasarkan laporan terakhir sekitar pukul 14.00 WITA, senjata tersebut sedang dalam pergeseran (dibawa-red) menuju Sektor 1," kata Kabid Humas Polda Sulteng, AKBP Hari Suprapto yang dilansir Antara, Selasa (26/7/2016).

SS2 tersebut ditemukan Satgas Tinombala dengan sandi Operasi Alfa 29.

Senjata api tersebut sebelumnya dibawa kabur dan disembunyikan oleh Jumiatun alias Umi Delima istri kedua Santoso pasca pengerebekan oleh Satgas Tinombala, Senin (18/7/2016).

Sebelumnya Kapolda Sulawesi Tengah Brigjen Pol Rudy Sufahriadi di Palu, Senin mengatakan, Delima terpaksa membuang senjata itu di hutan karena kelelahan setelah beberapa hari lari melarikan diri pascatertembaknya Santoso.

"Waktu lari, dia membawa lari senjata Santoso dan senjata itu ditinggal di hutan. Nanti kalau dia sudah sehat kita bawa kembali ke hutan cari senjata itu," katanya.

Kepada wartawan, Rudy menjelaskan kronologi pelarian Umi Delima setelah Santoso tertembak pada Senin (18/72016) petang.

"Dalam kontak tembak, Santoso sempat jatuh di depan Delima. Sempat bicara sebentar lalu dia ambil senjata Santoso kemudian lari," katanya.

Rudy mengatakan Umi Delima terus berlari dan berlari sambil membawa senjata yang digunakan Santoso. Dalam pelarian itu, dia masih sempat mendengar suara anggota kelompoknya, Basri dan istrinya.

"Dia lari sendirian," katanya.

Menurut Rudy, karena sudah lelah, Umi Delima akhirnya melepaskan senjata tersebut.

"Senjata dia tinggal karena sudah `capek`," katanya.(***)

Source; Antara

Walikota Palu Prioritaskan Ekonomi Mikro

Walikota Palu, Drs. Hidayat,M.Si

Palu, Jurnalsulteng.com - Walikota Palu Drs Hidayat, M.Si menyatakan akan memprioritaskan pengembangan ekonomi mikro melalui pemberdayaan potensi lokal.

Menurut Hidayat, hal tersebut perlu perlu dilakukan karena ekonomi mikro merupakan penunjang ekonomi nasional.

"Urusan yang makro biar saja diurus pemerintah provinsi dan pemerintah pusat. Kita sebagai pemerintahan kota jangan melupakan yang mikro. Saya tidak mau ikut rebutan yang makro," kata Hidayat, pada pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RPJMD Kota Palu 2016-2021, di Hotel Santika Palu, Selasa (26/7/2016).

Walikota mengingatkan, ekonomi mikro yang meliputi home industri telah terbukti tidak goyah dengan terpaan krisis ekonomi yang pernah membuat negara terpuruk.

"Sudah terbukti, saat krisis ekonomi melanda negeri ini usaha kecil justeru tetap eksis. Sementara usaha-usaha makro malah ambruk. Maka itu saya bertekad untuk meningkatkan Industri Kecil Menengah (IKM). Jangan  karena ada yang besar lantas kita mengabaikan yang kecil," imbuh Hidayat.

Musrenbang RPJMD kali ini dihadiri Kasubdit Data dan informasi Kewilayahan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Yudianto ST, MT MPP dan Kasubdit Evaluasi Perencanaan Pembangunan Wilayah Kemendagri, Jabal Natsir SE.

Lebih lanjut Hidayat mengatakan, untuk meningkatkan kapasitas IKM di Kota Palu, akan dibentuk cluster-cluster yang terbagi sesuai dengan potensi lokal yang ada, melalui misi kelurahan inovatif, unggul dan berbasis teknologi.

Hidayat juga meminta agar kegiatan Musrenbang yang diikuti seluruh Kepala SKPD, camat, kepala kelurahaan dan para stakeholder dilingkup pemerintah Kota Palu ini bukan sekadar seremoni semata. Tetapi benar-benar bisa diimplementasikan sesuai  jargon utama yang menjadi program utama bersama dengan wakil walikota Palu Sigit Purnomo Said adalah  ‘Palu Kota Jasa Berbudaya dan Berbudaya dilandasi Iman dan Taqwa.

“Maka selaku pimpinan saya berharap Musrembang RPJMD Kota Palu tahun 2016 ini dapat benar-benar difokuskan sesuai dengan visi Palu Kota jasa berbudaya dan beradat dilandasi iman dan taqwa benar-benar direalisasikan dimasa kepemimpinan saya bersama dengan wakil walikota Palu,” katanya.

Walikota Palu berharap, pelaksanaan agenda saat ini, dimasa mendatang dapat dilakukan secara kontinue, agar setiap permasalahan yang timbul dimasyarakat, pemerintahan bisa secepatnnya dideteksi serta dicarikan solusi  penyelesainnya dengan saling berkoordinasi antara berbagai pihak.(***)

Rep/Red; Sutrisno

Kementerian PUPR Bangun 11 Rusun di Sulsel

Pembangunan rusun di Sulawesi Selatan diperuntukkan bagi pekerja, mahasiswa, anggota TNI/Polri serta para pegawai negeri sipil (PNS) di Sulawesi Selatan. (Foto: Antara)

Jakarta, Jurnalsulteng.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mulai merealisasikan pembangunan 11 rumah susun (rusun) di Sulawesi Selatan (Sulsel) menggunakan anggaran kementerian tahun ini.

Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Syarif Burhanuddin menjelaskan, pembangunan rusun tersebut diperuntukkan bagi pekerja, mahasiswa, anggota TNI/Polri serta para pegawai negeri sipil (PNS).

“Lokasinya tersebar di Kota Makassar sebanyak enam tower dan untuk Kabupaten Pangkajene, Kabupaten Bantaeng, Kabupaten Takalar, Kabupaten Bone, Kabupaten Bulukumba masing-masing satu tower,” jelas Syarif dikutip dari laman Kementerian, Selasa (26/7/2016).

Ia menjelaskan Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR telah menetapkan peruntukkan rusun untuk para PNS di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulsel dan Pemerintah Kabupaten Pangkajene serta pekerja di Kabupaten Bantaeng.

Sementara untuk anggota TNI setidaknya ada di tiga lokasi yakni Makassar Lantamal dan Mabes TNI di Makassar serta Korem 141 di Kabupaten Bone.

“Kemudian rusun mahasiswa telah dibangun di Universitas Hasanuddin Makassar dan STKIP Bulukumba di Kabupaten Bulukumba dan rusun untuk anggota Polri dibangun di Polres Takalar,” jelasnya.

Sebagai informasi, unit rusun yang dibangun di Sulsel memiliki luas yang bervariasi mulai dari ukuran tipe 24 meter persegi hingga 45 meter persegi.

Selain itu, agar para penghuni dapat tinggal lebih nyaman, Ditjen Penyediaan Perumahan telah melengkapi beberapa rusun tersebut dengan mebel seperti meja, kursi, lemari pakaian dan tempat tidur.(***)

Source; CNNIndonesia

Mantan TKI Jadi Pembicara Konvensi Partai Demokrat AS

Written By Jurnal Sulteng on Senin, 25 Juli 2016 | 22.25.00

Ima Matul Maisaroh TKW korban perdagangan manusia di AS bersama Presiden Obama. (Merdeka.com)

Jurnalsulteng.com - Ima Matul Maisaroh, mantan buruh migran asal Indonesia, menjadi salah satu pembicara Konvensi Nasional Partai Demokrat, di Kota Pennsylvania, Amerika Serikat. Dia diminta membicarakan pengalaman serta upaya melawan perdagangan manusia. Konvensi itu dihadiri ribuan orang, agendanya memilih calon presiden dukungan partai, dalam hal ini hampir pasti Hillary Clinton.

Ima adalah mantan buruh migran yang merantau ke Negeri Paman sam dari Desa Gondanglegi, Malang, Jawa Timur. Ima dijadwalkan mengisi panggung utama Stadion Fargo yang menjadi arena kongres pada Selasa (26/7/2016) besok, seperti dilansir situs Indonesian Lantern.

Sejak 2012, Ima ditunjuk Presiden Barack Obama menjadi salah satu anggota Gugus Tugas Pemberantasan Perdagangan Manusia (PITF). Karenanya pidato nanti akan mencakup pula kapasitasnya sebagai penasehat presiden AS.

"Selain menyampaikan pidato mengenai pengalaman saya sebagai korban perbudakan manusia, saya juga menyampaikan program-program penanggulangan perbudakan dan perdagangan manusia yang telah dilakukan Hillary Clinton, kata Ima.

Ima bukan satu-satunya buruh migran asal Indonesia yang bergabung dengan PITF. Shandra Woworuntu juga dipilih Presiden Obama untuk melawan praktik perdagangan manusia. Mereka berdua adalah aktivis Koalisi Lawan Perbudakan dan Perdagangan Manusia (CAST), mewakili korban yang berhasil selamat dari perbudakan.

Perdagangan manusia cukup marak di AS. Korbannya kebanyakan dari negara berkembang di Asia Selatan maupun Asia Tenggara. Data dari PITF menyatakan 40 ribu hingga 45 ribu orang mengalami perbudakan serta trafficking di AS.

Perempuan 33 tahun ini terbujuk berangkat ke AS pada 1997. Saat itu Ima hanya ingin pergi dari rumah karena selalu disiksa oleh sang suami. Pria kenalannya menawari kesempatan kerja di Kota Los Angeles sebagai pembantu rumah tangga, tanpa membutuhkan biaya awal sepeserpun.

"Mereka mengurus semua keperluan kami. Paspor, visa, tiket, mereka menjanjikan gaji USD 150 per bulan dan sehari libur dalam sepekan," kata Ima.

Setibanya di AS, Ima memang menjadi pembantu rumah tangga, namun pekerjaan itu sudah masuk kategori perbudakan. Dia bekerja 18 jam sehari bahkan lebih, tak pernah punya libur akhir pekan. Majikan Ima memaksanya membersihkan rumah, mencuci, merapikan taman, hingga mencuci mobil.

Setelah tiga tahun, Ima akhirnya memberanikan diri untuk kabur. Dia menulis surat ke wanita yang bekerja di seberang rumah, juga sesama pembantu rumah tangga.

Dengan komunikasi terbatas lewat surat, akhirnya wanita yang ada di depan rumah sanggup menolong Ima dan membawanya jauh dari rumah majikan

Ima dibawa ke kantor CAST di Los Angeles. Di tempat itu, dia dirawat dan diajari bahasa Inggris serta keterampilan lainnya. Dia juga belajar komputer. Pada 2005, Ima bergabung sebagai aktivis lembaga CAST. Dia menjadi korban yang berhasil selamat dan kini berkampanye melawan perbudakan serta perdagangan manusia.(***)

Source; Merdeka

Kisah Perjalanan Umi Delima Setelah Santoso Tertembak hingga Sekarang

Isteri Santoso, Jumiatun alias Umi Delima saat diamankan anggota Satgas Operasi Tinombala setelah menyerahkan diri di Poso, Sulawesi Tengah, Sabtu (23/7/2016). (Satgas Operasi Tinombala)
Palu, Jurnalsulteng.com - Jumiatin alias Umi Delima, istri almarhum Santoso, pimpinan kelompok sipil bersenjata di Poso, Sulawesi Tengah, terpaksa membuang senjata suaminya di dalam hutan karena kelelahan setelah beberapa hari lari melarikan diri pascatertembaknya Santoso.

"Waktu lari, dia membawa lari senjata Santoso. Senjata itu ditinggal di hutan. Nanti kalau sudah sehat kita bawa kembali ke hutan cari senjata itu," kata Kapolda Sulawesi Tengah Brigjen Pol Drs Rudy Sufahriadi di Palu, Senin (25//7/2016).

Kepada wartawan, Rudy menjelaskan kronologis pelarian Umi Delima setelah Santoso tertembak pada Senin (18/7) petang.

"Dalam kontak tembak, Santoso sempat jatuh di depan Delima. Sempat bicara sebentar lalu dia ambil senjata Santoso kemudian dia lari," katanya.

Rudy mengatakan Umi Delima terus berlari dan berlari sambil membawa senjata yang digunakan Santoso. Dalam pelarian itu, dia masih sempat mendengar suara anggota kelompoknya Basri dan istrinya.

"Dia lari sendirian," katanya.

Menurut Rudy, karena sudah lelah, Umi Delima akhirnya melepaskan senjata tersebut.

"Senjata dia tinggal karena sudah capek," katanya.

Namun Kapolda tidak menjelaskan jenis senjata yang dimaksud.

Sementara satu pucuk senjata yang disita saat kontak senjata dengan Santoso adalah milik Mukhtar, yang tewas bersama Santoso dalam baku tembak di hutan Tambarana, Poso Pesisir.

Menurut Rudy, setelah beberapa hari dalam pelarian, Umi Delima akhirnya bertemu dengan pekerja kebun.

"Dia ditanya. Ibu siapa? Dia mengaku istrinya Santoso," katanya.

Pekerja kebun tersebut memastikan apakah Umi Delima membawa senjata dan bom atau tidak.

"Dia hanya membawa pisau," katanya.

Dari sanalah Umi Delima kemudian diantar ke aparat di salah satu Pos Satgas Operasi Tinombala terdekat. Dalam perjalanan tersebut, mereka bertemu lagi dengan petani yang kebetulan membawa bekal. Karena dalam kondisi lapar sekali, Umi Delima akhirnya diberi makan dari bekal petani itu.
(BACA JUGA: Cara TNI Tangkap Isteri Santoso Sangat Elegan )

Menurut Rudy, kondisi Umi Delima semakin membaik bahkan sudah bisa tertawa, namun masih perlu pemulihan total.

"Dia lebih rileks, sudah bisa tertawa, lebih ceria," katanya.

Umi Delima belum mendapat pemeriksaan formal. Ia dimintai keterangan baru sebatas wawancara.(***)

Source; Antara

Andi Sikati Diminta Segera Serahkan Aset YPPB

STISIPOL Panca Bhakti Palu (Google)

Palu,  Jurnalsulteng.com - Ketua Yayasan Pendidikan Panca Bhakti (YPPB) Provinsi Sulawesi Tengah H. Rendi Lamadjido meminta Andi Sikati Sultan untuk segera menyerahkan aset-aset yayasan tersebut kepadanya selaku pemilik yang sah.

"Kami sebagai manusia yang masih memiliki rasa kemanusiaan, meminta agar Andi Sikati Sultan segera menyerahkan aset bergerak dan tidak bergerak kepada kami selaku pemilik yayasan yang sah," kata Rendi Lamadjido, di Palu, Minggu (24/7/2016).

Anggota Komisi V DPR-RI itu menyatakan bahwa Mahkamah Agung telah menolak permohonan kasasi Andi Sikati Sultan dan Natsir Lambogo.

Dengan demikian Andi Sikati Sultan tidak berhak untuk menahan serta menguasai aset YPPB yang didalamnya terdapat dua perguruan tinggi yaitu Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Panca Bhakti dan Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Politik (STISIPOL).

Permintaan itu juga didasarkan atas putusan Pengadilan Tinggi Sulawesi Tengah tentang penetapan aanmaning nomor: PDT/P011/PT.Palu

Juga dikuatkan dengan putusan Mahkamah Agung Nomor 1873 K/Pdt/2012 yang memerintahkan Pengadilan Negeri Palu untuk melakukan eksekusi terhadap Andi Sikati Sultan.

"Dua putusan tersebut isinya menolak kasasi Andi Sikati Sultan, Natsir Lamboko, dan Sartima Thalib, serta memerintahkan untuk dilakukan eksekusi," ujarnya.

Politisi PDIP dari daerah pemilihan Sulawesi Tengah itu menguraikan bahwa Andi Sikati Sultan yang merupakan isteri dari Yusuf Padong diduga melakukan pemalsuan akte pendirian yayasan tersebut dengan mengklaim bahwa YPPB adalah miliknya.

Dugaan pemalsuan itu dilakukan oleh Yusuf Padong bersama isterinya setelah ayah Rendi Lamadjido, almarhum Abdul Aziz Lamadjido meninggal dunia.

"Yusuf Padong merupakan orang yang tidak tau berterimah kasih, dia adalah orang yang telah diberikan pekerjaan oleh ayah saya namun bersekongkol dengan isterinya untuk berupaya menguasai yayasan secara tidak sah," urainya. (***)

Source; Antara

Zidane Masuk Jajaran Pelatih Terbaik Dunia

Written By Jurnal Sulteng on Minggu, 24 Juli 2016 | 17.35.00

Zinedine Zidane langsung memberikan gelar Liga Champions di musim perdananya sebagai pelatih. (Reuters)

 Jurnalsulteng.com - Pelatih Paris Saint-Germain, Unai Emery mengaku kagum dengan keberhasilan Zinedine Zidane bertransformasi dari pemain terbaik dunia menjadi pelatih yang langsung disegani di musim perdananya.

Zidane yang tiga kali terpilih menjadi pemain terbaik dunia itu berhasil membawa Real Madrid jadi juara Liga Champions pada musim lalu. Padahal, Zidane baru menjabat sebagai pelatih di pertengahan musim.

"Secara logika, melakukan transformasi sebuah pengalaman bermain pada sisi manajerial tidaklah mudah."

"Namun melihat kinerja awal Zidane yang sukses memenangkan Liga Champions, maka hal itu menunjukkan kerja keras dirinya usai jadi pelatih setelah kariernya sebagai pemain," kata Emery dalam persiapan mengikuti turnamen ICC seperti dikutip dari Goal.

Emery pun tak ragu menyebut bahwa Zidane berpeluang besar untuk masuk dalam jajaran pelatih terbaik dunia.

"Zidane saat ini ada di klub hebat bernama Real Madrid yang merupakan salah satu klub terbaik di dunia."

"Zidane sudah pernah jadi salah satu pemain terbaik dunia, dan kemungkinan besar, dengan kerja keras yang ia lakukan, ia akan jadi salah satu pelatih terbaik di dunia," ucap Emery.

Emery sendiri akan menjalani babak baru dalam karier kepelatihannya. Setelah sukses membawa Sevilla juara Liga Eropa tiga musim beruntun.

"Bagi saya, ini adalah tantangan dan sebuah langkah maju dalam karier saya."

"Saya mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan tim hebat dengan ambisi besar," kata Emery.(***)

Source; CNNIndonesia

Astronom Temukan Dua Planet Layak Huni

Ilustrasi


Jurnalsulteng.com - Dua planet yang berada di konstelasi Aquarius diduga memiliki atmosfer yang bisa mendukung kehidupan manusia. Hal itu terungkap menggunakan alat bernama Hubble Space Telescope yang telah mengamati kedua planet tersebut.

Para astronom menyimpulkan bahwa planet itu tidak memiliki sesuatu yang dapat membahayakan seperti pada kebanyakan planet gas lainnya. Kedua planet tersebut dinamakan TRAPPIST-1b dan TRAPPIST-1c serta diketahui memiliki jarak yang cukup jauh dari Bumi, sekira 40 tahun cahaya. Mereka mengorbit di sebuah planet kerdil berwarna merah dan kemungkinan untuk bisa dihuni oleh manusia.

Planet seukuran Bumi tersebut juga menjadi yang pertama muncul dalam survei lebih dari 1.000 bintang yang dekat dengan planet kerdil merah.

"Planet-planet tersebut adalah yang pertama kalinya dipelajari oleh astronom secara detail dengan teleskop untuk menentukan apakah mereka layak untuk kehidupan," ungkap salah seorang dari MIT bernama Julien de Wit.

Pada 4 Mei 2016, TRAPPIST-1b dan TRAPPIST-1c melintas di depan mataharinya, masing-masing beberapa menit, yang memungkinkan astronom untuk mengetahui bagaimana cahaya bintang melewati atmosfer mereka.

Tim menyimpulkan bahwa kedua planet tersebut tidak memiliki jumlah helium dan hidrogen yang terlalu banyak. Ini berarti planet itu dikatakan aman untuk ditinggali, sebagaimana dilaporkan Popsci, Minggu (24/7/2016).

Investigasi selanjutnya mengenai kedua planet akan berkaitan dengan molekul yang penting bagi kehidupan seperti karbondioksida, uap air dan mengukur suhu dan tekanan yang ada di permukaan atmosfer.[***]

Source; Okezone

Tiga Anggapan Keliru Orang Tua yang Menyebabkan Obesitas pada Anak


Jurnalsulteng.com - Namanya saja orang tua, tentu maunya memberi hanya yang terbaik bagi buah hati.

Celakanya, meski sudah paham betul mengenai pentingnya makanan bergizi dan olah raga, tetap saja banyak orang tua yang tidak tahu, apa yang harus mereka lakukan.
Alhasil, tubuh si kecil jadi "kelewat" sehat dan bahkan mengalami obesitas. Apa saja kesalahan orangtua, dan bagaimana memperbaikinya?

1. "Dia Enggak Gemuk, Kok!"
Ini merupakan pernyataan yang cenderung berkesan menyangkal. Banyak orang tua tidak mau jujur terhadap diri sendiri mengenai berat badan anaknya. Mereka menutup mata terhadap masalah yang dihadapi anak. Padahal, obesitas dapat menurunkan rasa percaya diri anak.

Yang harus dilakukan:
Cari tahu berat badan yang ideal untuk anak Anda. Bandingkan antara bobot si kecil saat ini dengan yang seharusnya. Lakukan konsultasi dengan dokter atau ahli gizi.

2. "Dulu Saya Juga Begitu"
Ingat, lo, penelitian membuktikan, anak-anak yang mengalami obesitas, saat dewasa juga menjadi obesitas. Pada kenyataannya, tidak ada anak yang mau menjadi gemuk.

Yang harus dilakukan:
Tak perlu menyuruh anak melakukan diet ketat, tetapi Anda perlu memberi dan menyuruh anak mengonsumsi makanan bergizi serta melakukan olah raga yang dapat membantu mereka tumbuh dengan sehat.

Menurunkan berat badan tidak dapat dilakukan dalam sekejap. Mengubah kebiasaan dan gaya hidup seseorang ataupun suatu keluarga tidaklah mudah, terutama bila perasaan anak yang obesitas dipertaruhkan.

Orang tua harus menyusun rencara dan harus tekun serta kerja keras.
Berita baiknya adalah bahwa masa yang paling mudah untuk memonitor anak-anak tersebut adalah antara usia 4 - 12 tahun.

Yaitu masa di mana mereka tumbuh dan kegiatan serta pola makan mereka masih tergantung dari orang tuanya.

3. "Sudah Dicoba Berbagai Cara"
Banyak orangtua yang mudah menyerah. Mereka mencoba sesuatu tetapi biasanya bukan sesuatu yang tepat dan benar. Lalu mereka menyerah.

Yang harus dilakukan:

Rahasianya adalah Anda harus melakukannya dengan cara yang benar dan harus komit untuk berhasil.
Anda harus sadar betul, Andalah satu-satunya yang berperan demi berhasilnya rencana dan Anda harus mengerahkan seluruh anggota keluarga demi keberhasilan si kecil.

Yang pasti, Anda dapat memiliki anak yang sehat bila memutuskan untuk menempatkan usaha tersebut sebagai prioritas utama.(***)

Source; Tribunnews

Cara TNI Tangkap Istri Santoso Sangat Elegan dan Beretika

Tim Gabungan Operasi Tinombala berhasil menangkap Istri Santoso, Jumiatun Muslimayatun alias Atun alias Delima di Tambarana, Poso, Sulawesi Tengah. (Istimewa)

Jakarta, Jurnalsulteng.com - Analis terorisme dan intelijen, Ridlwan Habib, menilai cara TNI menangkap dan memperlakukan Delima, istri Santoso, elegan dan beretika.

"Ini sikap kesatria dan beretika. TNI menunjukkan sikap yang baik bahwa buronan tak bersenjata tidak boleh disakiti," ujar Habib, yang dihubungi di Jakarta, Sabtu (23/7/2016).

Dia mengatakan, dalam etika peperangan sikap TNI ini sangat elegan dan proporsional.

Belakangan ini terjadi dikotomi tentang pelibatan TNI dalam operasi penanggulangan teror. Sebagian kalangan menilai itu adalah ranah polisi sebagai langkah penegakan hukum karena teror pada bisa digolongkan sebagai pelanggaran hukum pidana.

Sementara pihak lain menyatakan, teroris dan jaringan teror membahayakan kepentingan nasional dan keutuhan negara kesatuan Indonesia. Tidak jarang teroris memiliki kemampuan paramiliter dan mendapat pelatihan militer sebelum beraksi.

Mereka juga mampu beroperasi anti gerilya dan menggalang massa, sehingga tepat TNI bergerak membasmi mereka.

Pada Sabtu (23/7/2016) pagi, Delima, ditangkap Batalyon Infantri 515/Raider Kostrad, bagian dari Satuan Tugas Operasi Tinombala. Delima diringkus di hutan Tambarana, Poso.

"Salut untuk Kostrad, karena istri Santoso bukan kombatan. Dia sebenarnya juga korban, dia terjebak dalam situasi yang sulit dan putus asa, sehingga wajar kalau memilih keluar ke pinggiran hutan," ujar Habib.

Dia menduga, setelah Delima ditangkap, 16 anggota lain jaringan Santoso segera menyerahkan diri.

Setelah itu, dia katakan, Delima hendaknya dijaga perempuan personel TNI atau Kepolisian Indonesia.

"Bagaimanapun dia muslimah, alangkah baiknya dikawal petugas wanita. Hal ini juga akan mengurangi resistensi dan kebencian dari simpatisan kelompok ini di luar Poso, sebab saat ini di sosial media sudah muncul glorifikasi, upaya menyanjung Santoso dan kelompoknya, jangan diberi amunisi baru," ujar Habib.(***)

Source; Antara

Jurnalsulteng.com on Facebook

 
Developed by : Darmanto.com
Copyright © 2016. JURNAL SULTENG - Tristar Mediatama - All Rights Reserved
Template by Creating Website
Proudly powered by Blogger