>
Headlines News :

Latest Post

Makassar Diusulkan ke UNESCO Kota Kreatif Dunia

Written By Jurnal Sulteng on Rabu, 22 Oktober 2014 | 12:21:00 AM

Ilustrasi
Makassar, Jurnalsulteng.com- Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengusulkan Kota Makassar ke Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO) sebagai Kota Kreatif Dunia.

"Ekonomi kreatif dari kota ini sangat berkembang dan perlu kita usulkan ke UNESCO sebagai salah satu kota kreatif dunia," ujar Sekretaris Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Lokot Ahmad Enda, di Makassar, Selasa (21/10/2014).

Ia mengatakan Kota Makassar telah memiliki daya tarik di bidang budaya dan pariwisata yang masuk dalam kategori untuk diajukan sebagai kota kreatif ke badan PBB, yakni UNESCO.

Dengan dimasukkannya Kota Makassar menjadi salah satu jaringan kota kreatif dunia, akan berdampak positif bagi dunia internasional karena langsung dipromosikan gratis di website UNESCO.

"Sampai saat ini, di dunia sudah ada sekitar 41 kota kreatif dan paling banyak kota itu berasal dari Tiongkok. Kota-kota kreatif dunia itu paling banyak dari Asia," katanya yang dikutip dari Antara.

Lokot Ahmad mengatakan kota Makassar selain menjadi kota kreatif dunia, juga menjadi kota tujuan pariwisata oleh wisatawan-wisatawan baik domestik maupun dari mancanegara.

Namun, sebelum itu terjadi, dibutuhkan proses yang cukup panjang, seperti sosialisasi yang gencar akan ada pertemuan-pertemuan berikutnya dari komunitas seni dan budaya di Kota Makassar untuk memberikan aplikasi atau proposal terhadap Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk diajukan ke UNESCO.

"Dalam aplikasi tersebut dibatasi sebanyak 6.000 kata yang memuat tentang deskripsi potensi yang ada di Kota Makassar. Dengan membaca aplikasi tersebut kita bisa membayangkan kota Makassar seperti apa, sehingga deskripsinya harus jelas," ungkapnya.

Dia menyebutkan, aplikasi yang telah diterima kementerian selanjutnya akan dikirim untuk diusulkan ke UNESCO paling lambat Maret 2015 dan ini menjadi tantangang dari Wali Kota Makassar Ramdhan Pomanto yang ditunjuk sebagai ketua tim.

"Ada beberapa potensi yang bisa diusulkan, seperti Gastronomi, film pendek, desaign, literatur, art, dan lain-lain. Namun dari pertemuan dengan wali kota, ada tiga opsi Gastronomi (tata boga), Art (seni) dan Literatur yang menjadi daya tariknya. Jadi tergantung kesiapan komunitas yang akan dibentuk wali kota," terangnya.

Ia menambahkan dalam menyusun aplikasi harus menyertakan sejarah, penulis harus mampu memahami apa yang diusulkan. Misalnya gastronomi yang dipilih untuk diusulkan. Penulis harus menjelaskan secara detail jenis kuliner yang diusulkan mulai dari bahan bakunya dan sejarahnya, sehingga bisa diketahui dengan jelas di dunia.

Selain Makassar yang sekarang diusulkan ini, sudah ada beberapa kota di Indonesia yang sudah masuk UNESCO di antaranya, Bandung, Solo, Denpasar, Pekalongan dan Yogyakarta.

"Bandung saja, membutuhkan waktu enam bulan untuk menentukan tema sebelum diusulkan. Nanti Makassar kategori tadi, mereka pilih mana yang kuat. Sebelum Maret aplikasi sudah selesai dan dikirim," paparnya.

Sementara Wali Kota Makassar Ramdhan Pomanto mengaku siap untuk bergabung dengan jaringan dunia tersebut.

"Makassar mempunyai banyak talenta kreatif. Kami juga sudah merancang festival bulanan, misalnya setiap Oktober ada Makassar Marathon Internasional dan lain-lain. Kita juga kuat dalam kuliner atau kulturnya sombere (ramah). Jadi kami siap dengan tantangan ini," pungkasnya.[Ant]

Dua Penumpang Mobil Terperosok Jurang Tewas

Written By Jurnal Sulteng on Selasa, 21 Oktober 2014 | 11:47:00 PM

Upaya evakuasi korban kecelakaan di jalur Kebun Kopi dibantu warga. Dua
penumpang mobil pick up ditemukan tewas penuh luka. (Foto:Facebook)
Palu, Jurnalsulteng.com- Kepolisian menyatakan dua orang terdiri penumpang dan pengemudi yang mobilnya terperosok masuk jurang di jalur kebun kopi, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, sejak Jumat (17/10/2014), ditemukan tewas dengan kondisi penuh luka.

Kepala Kepolisian Resor Donggala AKBP Guruh Arif Dharmawamn di Donggala, Selasa, mengatakan, kedua korban tersebut kemungkinan sebelumnya masih hidup namun kondisinya luka parah dan tidak ada orang lain yang mengetahuinya, hingga akhirnya mereka tewas.

Kedua jenazah korban bernama Amsar dan Budi tersebut telah dibawa ke RS Bhayangkara Palu yang berjarak sekitar 35 km dari lokasi kejadian.

Korban dievakuasi oleh aparat keamanan pada Senin (20/10/2014) malam dari jurang berkedalaman sekira 100 meter.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, kedua korban adalah karyawan PT Patrako Motor yang bergerak dibidang penjualan mobil di Kota Palu, dan bermaksud mengantarkan kendaraan yang dibeli oleh seorang warga di Kabupaten Parigi Moutong.

Pembeli tersebut beberapa kali menghubungi toko penjualan mobil tersebut dan mengaku belum menerima mobil bak terbuka yang dibeli.

Merasa sudah mengantaran mobil pesanan pada Jumat (17/102014), Perwakilan perusahaan tersebut kemudian mencari kedua orang pengantar itu, dan pada Senin (20/10) siang ada laporan warga yang melihat sesuatu mirip kendaraan berada di dasar jurang.

"Atas dasar itu kami menerjunkan tim ke lokasi kejadian," kata Guruh.

Evakuasi korban sendiri berlangsung beberapa jam, karena kondisi lereng yang curam dan kurangnya fasilitas penerangan.

Lokasi kecelakaan sendiri berada di KM 17 jalur Kebun Kopi yang berada di wilayah Kabupaten Donggala.

Jalur Kebun Kopi yang menghubungkan Kota Palu dan Kabupaten Parigi Moutong itu memiliki kondisi jalan berkelok-kelok dengan sisi jurang yang curam dan dalam, sementara sisi sebelahnya adalah tebing yang mudah longsor.

Jalur Kebun Kopi sepanjang sekitar 60 kilometer itu merupakan jalan darat utama yang menghubungkan Provinsi Sulawesi Tengah dengan provinsi lainnya.

Hampir setiap tahun terdapat kecelakaan maut di Jalur Kebun Kopi tersebut menginggat jalan yang sempit dan berkelak-kelok serta kurangnya lampu penerangan pada malam hari.[Ant]



Iqbal Andi Magga Resmi Pimpin DPRD Kota Palu

Suasana pengambilan sumpah Ketua dan wakil ketua DPRD Kota Palu, Selasa
((21/10/2014). (Foto: Antara)
Palu, Jurnalsulteng.com- Muhammad Iqbal Andi Magga resmi memimpin DPRD Kota Palu periode 2014-2019 setelah diambil sumpahnya oleh Wakil Ketua Pengadilan Negeri Palu di ruang Sidang Paripurna DPRD Kota Palu, Selasa (21/10/2014).

Igbal ditetapkan sebagai Ketua DPRD Kota Palu berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Sulawesi Tengah Nomor 171.2/525/RO.ADM OTDA-GST/2014.

Sebelumnya, DPRD Kota Palu dipimpin oleh Muhammad J. Wartabone sebagai Ketua Sementara.

Selain Iqbal, adapula Wakil Ketua I DPRD Kota Palu, H. Basmin H. Karim dari Partai Gerindra, dan Wakil Ketua II Erfandi Suyuti dari Partai Hanura.

"Semoga terjalin kerja sama antara Pemerintah Kota Palu dan DPRD. Saya berjanji akan menjalankan tugas legislatif dengan baik demi kesejahteraan masyarakat," kata Iqbal dalam sambutannya.

Sementara Wali Kota Palu Rusdi Mastura dalam sambutannya mengharapkan  pimpinan beserta anggota legislatif dapat menjalankan tugas dan kewajiban dalam mengemban amanah dari rakyat.

"Perlu ditanamkan kesadaran dalam diri. Sebagai legislator, dituntut untuk menjadi legislator yang mampu bekerja keras dan bekerja secara cerdas, sehingga dapat menjalankan amanah," katanya, yang dikutip dari Antara.[Ant]

Relawan Jokowi Ancam Membalik Dukungan Jadi Perlawanan

Ilustrasi
Jakarta, Jurnalsulteng.com- Tidak lama lagi Kabinet Jokowi-JK diumumkan. Berbeda dengan penyusunan kabinet oleh presiden-presiden sebelumnya, kemenangan Jokowi-JK menyisakan harapan sangat besar agar menteri dalam jajaran kabinet sesuai dengan idaman rakyat.

Menteri-menteri dalam kabinet nanti utamanya harus bersih dari perbuatan tercela, pekerja keras, memihak rakyat, benar-benar profesional, dan bukan politisi busuk.

Hal itu dikatakan Koordinator Forum Relawan Pemenangan Jokowi-JK, Sukmadji Indro Tjahyono, dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Selasa (21/10/2014).

Hal itu memang tugas berat bagi Jokowi-JK, yang dari awal sesumbar untuk membentuk kabinet ahli, kabinet karya, atau zaken kabinet. Padahal kenyataannya pembentukan kabinet yang berlangsung selama ini juga memasukkan tokoh-tokoh partai politik yang mendukung, atau bahkan yang sebelumnya jelas-jelas sebagai "lawan politik" Jokowi-JK.

"Mengharap profesionalisme dari tokoh-tokoh partai politik seperti menegakkan benang basah, karena mereka jelas-jelas akan mengusung misi kepentingan partainya," ujar Indro, yang dikutip dari Rakyat Merdeka Online.

Belum juga habis kekecewaan tentang gagalnya pembentukan kabinet ahli, Jokowi ternyata juga "ramah" terhadap beberapa orang yang ditengarai sebagai jaringan mafia yang membegal perekonomian negara. Kekecewaan juga bertambah ketika muncul banyak susunan kabinet spekulatif yang memasukkan orang-orang yang dibenci dan menjadi musuh rakyat. Termasuk para selebritas dan orang-orang yang tidak ikut serta berjuang dalam memenangkan Jokowi-JK.

Mungkin saja karena relawan umumnya adalah para loyalis, anomali-anomali dalam penyusunan kabinet tersebut ditolerir terus. Hal ini juga karena menghargai hak prerogatif presiden dalam menyusun kabinet. Namun dia memastikan jika hak prerogatif presiden tersebut menegasikan harapan rakyat, khususnya para relawan yang selama ini dengan jerih payah berjuang memenangkan Jokowi-JK, maka kabinet yang disusun oleh presiden sangat berpotensi menjadi anti klimak bagi hubungan presiden dengan para relawan.

"Ibaratnya mengubah euforia menjadi satu tragedi. Sikap relawan bisa saja berbalik menjadi pihak yang tidak lagi suportif terhadap pemerintahan saat ini," lanjut Indro.

Kekecewaan seperti ini pernah terjadi pada saat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terpilih sebagai presiden 2004. SBY yang pragmatis dengan membentuk Sekretariat Gabungan para partai politik pendukungnya dan membiarkan mereka melakukan perampokan Anggaran Negara. SBY hanya menjalankan adagium "power for the sake of power" alias mengejar kekuasaan semata. Kecenderungan semacam ini juga diindikasikan oleh bagaimana presiden Jokowi menyusun kabinetnya.

"Barangkali para relawan tidak akan memberi reaksi yang bersifat frontal begitu kabinet diumumkan. Tetapi setelah 100 hari kerja, keadaan bisa saja berbalik 180 derajat,' tegas koordinator People Power Front for Democracy itu. [Rmol]

REI Sulteng Butuh Pengayom yang Bisa Berdayakan Anggota

Nizar Rahmatu
Palu, Jurnalsulteng.com- Direktur Utama PT. Lintas Samudera Membangun (LSM) M. Nizar Rahmatu mengatakan, Real Estate Indonesia (REI) Sulawesi Tengah ke depan membutuhkan nahkoda yang bisa mengayomi dan memberdayakan seluruh anggotanya mengingat semakin membaiknya iklim usaha perumahan di daerah itu.

"Ke depan kita butuh ketua DPD REI yang bisa mengayomi, mengorganisir REI dengan baik, minimal berbagi informasi dan pemberdayaan anggota," kata Nizar yang dikutip dari Antara, Selasa (21/10/2014).

Menyikapi rencana Musda DPD REI Sulteng pada 27 Oktober 2014 mendatang, Nizar mengatakan prospek bisnis perumahan di sejumlah kota di Sulteng sangat menjanjikan mengigat daerah ini sedang tumbuh. Tidak heran kata Nizar, banyak pengusaha baru yang berinvestasi di bidang perumahan.

Di tengah membaiknya peluang itulah kata Nizar, REI sebagai organisasi yang mengayomi seluruh perusahaan perumahan dituntut melakukan terobosan dan inovasi baru sehingga industri ini terus tumbuh subur dan berkontribusi dalam pengembangan pembangunan perkotaan di bidang perumahan.

"Misalnya, bagaimana REI berperan aktif dalam membangun kerjasama dengan pemerintah daerah dalam rangka memudahkan anggotanya untuk mendapatkan izin," katanya.

Nizar mengatakan peran industri perumahan tidak bisa diabaikan kontribusinya dalam membangun kawasan-kawan baru siap tumbuh.

Tidak kalah pentingnya kata dia, REI juga bisa memberikan kemudahan akses permodalan terhadap lembaga pembiayaan.

"Asosiasi ini kita harapkan bisa memberikan garansi akses permodalan," katanya.

Demikian halnya dalam penguatan sumber daya manusia, REI juga berperan penting karena belum semua perusahaan memiliki sumber daya yang cukup seperti di bidang pemasaran.

"Kapasity building di bidang marketing, misalnya, kita masih lemah. Ada expo perumahan di Jakarta, kita tidak punya tenaga yang siap untuk mempublikasikan produk kita," katanya.

Karena itulah kata dia, calon Ketua DPD REI Sulawesi Tengah mendatang sebaiknya pengusaha perumahan yang tumbuh dari bawah hingga ia bisa mencapai sukses sebagai pemilik perusahaan.

"Mereka inilah yang kita bisa harap membawa REI ke depan, sebab mereka sudah memahami betul seluk beluk bisnis perumahan," katanya.[Ant]

Dulu SBY Langsung Kerja, Jokowi Malah Pesta

Jokowi meluapkan kegembiraan usai dilantik sebagai Presiden RI.
Jakarta, Jurnalsulteng.com- Hari pertama usai pelantikan Jokowidodo dan Jusuf Kalla diisi dengan acara besar berupa Pawai Rakyat. Konse pun digelar hingga malam. layaknya di negeri dongeng Perayaan Presiden dilaksanakan hampir sehari semalam.

Berbeda dengan Presiden SBY dulu, setelah dilantik sebagai presiden RI, langsung bekerja menyiapkan strategi dan program kerja prorakyat. Berbeda dengan Presiden Jokowi, setelah dilantik langsung pesta – pesta dengan dalih syukuran rakyat.

(Baca Juga: Taufik Ismail: Bukan Indonesia Hebat yang Didapat, tapi Indonesia Laknat )

Ketua Harian Partai Demokrat, Syarif Hasan, menjelaskan, SBY dari dulu memang fokus untuk bekerja maksimal. “Beliau seperti itu. Jadi tidak pesta rakyat,” ujarnya,  yang dikutip dari Republika Online, Selasa (21/10/2014).

SBY langsung menjalankan program dan janji – janjinya. Semua itu dilakukan untuk memaksimalkan program prorakyat yang dijanjikan.

Berbeda dengan Jokowi, setelah dilantik sebagai presiden, langsung menggelar pesta rakyat. Sejumlah 112.500 porsi bakso dan mie ayam, ketoprak 7.000 porsi, siomay 5.000 porsi, nasi bungkus 25.000 porsi, minuman sebanyak 702.800 botol dan makanan ringan sebanyak 743.600 bungkus.

Belum lagi penampilan – penampilan artis baik dari dalam maupun luar negeri. Semua ini dinilai sebagai sesuatu yang berlebihan.[Rol]

Perayaan Pelantikan Jokowi Berubah Jadi Semacam Dugem

Taufiq Ismail: Bukan Indonesia Hebat yang didapat, tapi Indonesia Laknat

Jakarta, Jurnalsulteng.com- Konser Tiga Jari dalam rangkaian acara Perayaan Pelantikan Presiden menjadi salah satu acara utama untuk menghudupkan euforia kegembiraan masyarakat. Konser ini digelar malam hari.

Sekitar pukul 10-an penampilan Arkarna, musisi asal Inggris mengguncang panggung. Konser pun berubah bak Dugem di malam hari.

Diiringi DJ dan padu-padan gemerlap lampu menambah semangat peserta konser untuk berjoget. Lampu berkedap-kedip dengan suara musik yang sangat kencang membuat semua orang semakin bersemangat.

Anis Matta pun menyayangkan aktivitas tersebut.
Ia mempertanyakan makna dibalik semua rangkaian acara Perayaan Pelantikan. "Apa makna dibalik semua ini?' katanya. Hal ini pun sejalan dengan puisi yang disampaikan Taufiq Ismail, "Bukan Indonesia Hebat yang didapat, tapi Indonesia Laknat".

Disayangkan acara besar ini pun membawa dampak kurang baik bagi lingkungan sekitar. Karena ulah peserta konser yang tidak bertanggung jawab, beberapa area hijau monas pun rusak.

"Banyak pohon palm yang rusak, sampah di buang dimana aja, trus rumput diinjak-injak", ungkap Wawan Sulaeman (24), yang juga mengunjungi Konser Tiga Jari. Menurutnya banyak fasilitas publik yang bisa rusak juga karena ulah orang-orang tersebut.

Saat konser Salam 3 Jari sudah usai, bagi sebagian penonton rupaya pesta baru saja dimulai.

Dikutip dari Republika Online, banyak penonton konser yang lanjut menghabiskan malam di sekitar stasiun gambir. Dua minimarket yang ada pun  dipenuhi pembeli.

Sayangnya, banyak yang membeli minuman kaleng beralkohol berwana biru. Para remaja tanggung pun termasuk dalam jajaran pembeli minuman tersebut. Tidak ada satu pun petugas yang berjaga untuk memeriksa identitas para pembeli minuman beralkohol tersebut.

Para remaja tersebut berkumpul di stasiun gambir. Terdapat pula remaja perempuan yang masih berkeliaran hingga menjelang dini hari. Banyak juga diantara mereka minum-minum sambil menghisap rokok.

Slank menutup Konser Salam 3 Jari yang menjadi epilog dari rangkaian Syukuran Rakyat untuk kepresidenan Joko Widodo dan wakilnya Jusuf Kalla, Senin malam ini di Lapangan Monas, Jakarta Pusat.

Tampil setelah band rok elektronik asal Inggris, Arkarna, band yang digawangi Kaka (vokalis), Bimbim (drum), Ridho (gitar), Ivanka (bass), Abdee Negara Nurdin (gitar) membuka penampilannya dengan lagu 'Mars Slankers'.

Lagu ini menyerukan orang untuk bekerja, bekerja, dan bekerja, seperti sering dilontarkan Joko Widodo mengenai falsafah manajemen kerjanya.

Slank lalu melanjutkan dengan menyanyikan  'Lo Harus Grak', sebelum mendendangkan 'Jurus Tandur' dan 'Garuda Pancasila'.

Pada lagu keempatnya, Slank memanggil penyanyi Oppie Andaresta yang menyanyikan lagu 'Hijrah' yang pertama kali mereka nyanyikan.[Rol]

Meski Memberi Optimisme, Pidato Jokowi Sangat Normatif

Jokowi
Jakarta, Jurnalsulteng.com- Pidato pertama Joko Widodo setelah dilantik sebagai presiden di gedung MPR memberi optimisme. Tetapi, pidato Jokowi yang berlangsung kurang lebih itu selama 12 menit itu sangat normatif dan tidak detail mengulas problem bangsa serta solusinya.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Indonesia Human Right Comitee and Social Justice (IHCS), Ridwan Darmawan, yang dikutip dari Rakyat Merdeka Online, Selasa (21/10/2014).

Hal-hal normatif yang disampaikan Jokowi dalam pidatonya antara lain mengajak seluruh komponen bangsa untuk menyatukan tangan dan hati, bersatu dan gotong royong untuk mewujudkan kemandirian ekonomi, kedaulatan politik dan berkepribadian dalam kebudayaan sebagaimana gagasan  Trisakti Bung Karno.

Selain itu, Jokowi juga mengajak seluruh rakyat dari nelayan sampe pengusaha untuk bekerja dan bekerja. Hal lain yang disampaikan Jokowi adalah ucapan terimakasih kepada perwakilan negara asing dan menyampaikan tentang agendanya untuk mewujudkan poros maritim dunia dan menegaskan posisi politik luar negeri Indonesia yang akan terus berpegang teguh pada konsep politik luar negeri bebas dan aktif.

"Pidato Jokowi tidak cukup detail untuk menggambarkan problem ekonomi, tantangan ekonomi dan agenda ekonomi pemerintahannya, tetapi memberikan optimisme karena mengesankan momentum persatuan seluruh elit politik Indonesia yang pernah bersebrangan di momentum pelantikan Jokowi-JK menjadi Presiden dan wakil Presiden," kata Ridwan.

"Tentu saja ini modal politik penting yang harus dijaga dan dimanfaatkan Jokowi-JK dalam menjalankan pemerintahan baru," sambung dia.

Namun, kata dia, jika Jokowi-JK gagal menjaga dan tidak memanfaatkan modal politik awal ini maka pemerintahan keduanya akan berjalan tidak efektif.

"Semoga Jokowi-JK mampu mengelola modal politik awal di momentum pelantikan ini," pungkas Ridwan.[Rmol]

Nyaris Jatuh, Jokowi Terpeleset saat Naik Kereta

Jokowi-JK saat menaiki kereta menuju Bundaran HI. (Okezone.com)
Jakarta, Jurnalsulteng.com- Banyak momen yang unik ketika Presiden Joko Widodo (Jokowi) diarak dengan kereta kencana dari kawasan Bundaran HI ke Istana Negara, Jakarta, Senin (20/10/2014).

Jokowi tampak tidak mampu menahan luapan kegembiraannya ketika ribuan massa menyambut dirinya bersama Jusuf Kalla. Saking gembiranya, mantan gubernur DKI Jakarta itu sempat terpeleset saat hendak naik kereta kencana yang membawanya ke Istana Negara.

Kejadian itu akibat kuda yang menarik kereta kencana tidak bisa diam, mungkin karena ketakutan dengan banyaknya massa yang mengerumun di Bundaran HI.

Sontak, massa yang berada di sekitar kereta kencana ikut khawatir dan mencoba membantu. Beruntung, Jokowi dapat menyeimbangkan tubuhnya dan kembali berdiri tegap.

Meski sempat terpeleset, Jokowi tidak merasa gugup. Dia tetap mengumbar senyum ke arah kerumunan massa yang memadati kawasan Bundaran HI. Kemudian menyusul sang wakil Jusuf Kalla ikut naik ke kereta kencana. Mereka pun kompak melepaskan jas dan dasi yang dikenakan selama pelantikan di DPR.

Tak lupa, Jokowi-JK menyalami warga yang kebetulan berdiri dekat kereta kencana melintas. Sementara Iriana Widodo dan Mufidah Kalla menumpang rangkaian kereta kencana di belakang suami mereka.

Iring-iringan Jokowi-JK mendapat penjagaan ketat aparat TNI-Polri dan petugas keamanan yang sudah disiapkan.[Jpnn/Rmol]

Prabowo-Hatta Tunjukkan Kelas Negarawan

Written By Jurnal Sulteng on Senin, 20 Oktober 2014 | 11:42:00 PM

Prabowo-Hatta
Jakarta, Jurnalsulteng.com- Kehadiran Prabowo-Hatta dalam Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Jokowi dan Jusuf Kalla hari ini sepatutnya diapresiasi.

"Jenderal Prabowo dan Pak Hatta telah menunjukan kelasnya sebagai negarawan. Ini budaya politik yang baik dan patut ditiru oleh politisi, baik di pusat maupun di daerah dalam proses transisi pemerintahan," kata politisi Partai Keadilan Sejahtera, Almuzzammil dalam pernyataannya di Jakarta Senin (20/10/2014)

Kehadiran Prabowo-Hatta, menurut Muzzammil, juga memberikan nuansa yang kondusif untuk pemerintahan baru dan iklim investasi bagi para investor guna pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.

"Kehadirannya sekaligus menepis kekhawatiran beberapa kalangan akan gangguan stabilitas politik dan keamanan.” Tegasnya yang dikutip dari Rakyat Merdeka Online.

Sikap kenegarawanan Prabowo-Hatta tersebut, menurut dia, patut diapresiasi karena telah turut serta menghantarkan proses transisi pemerintahan yang damai, aman dan demokratis.

“Kita patut bangga memiliki keduanya," pungkas politisi PKS asal Lampung ini.[Rmol]

Temukan jurnalsulteng.com di Facebook

Iklan Anda

Maxdoid
Banner Anda
 
Developed by : Darmanto
Copyright © 2011. JURNAL SULTENG - CV Tristar Mediatama - All Rights Reserved
Template by Creating Website
Proudly powered by Blogger