>
Headlines News :

Latest Post

Pengadaan Barang dan Jasa, Primadona Lahan Korupsi

Written By Jurnal Sulteng on Monday, 8 February 2016 | 12:20:00 am


Jakarta, Jurnalsulteng.com– Indonesia Corruption Watch (ICW) merilis temuan aktor paling banyak terjerat kasus korupsi selama tahun 2015. Berdasarkan temuan tersebut, ICW menemukan pelaku yang paling banyak diadili oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) selama tahun 2015, adalah PNS di lingkungan pemerintah daerah (Pemda), baik di Kotamadya, Kabupaten dan Provinsi.

"Dari sisi aktor, pelaku yang paling banyak diadili tahun 2015 adalah pejabat atau pegawai di lingkungan pemerintah daerah sebanyak 225 terdakwa, selanjutnya pihak swasta sebanyak 140 terdakwa dan anggota DPR/DPRD sebanyak 16 terdakwa," ujar peneliti ICW, Aradila Caesar, di Kantor ICW, Kalibata, Jakarta, Minggu (7/2/2016).

Lebih lanjut, Aradila menjelaskan bahwa banyaknya PNS dan pihak swasta mendominasi putusan pengadilan tipikor mengindikasikan adanya persoalan serius terkait hubungan kedua aktor tersebut dalam konteks penyelenggaraan pemerintahan.

"Besar kemungkinan sektor pengadaan barang dan jasa masih menjadi primadona sektor yang dibajak untuk meraup keuntungan," tandasnya.

Pelaku Terbanyak Pejabat Pemda
Berdasarkan temuan tersebut, ICW menemukan pelaku yang paling banyak diadili oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) selama tahun 2015, adalah PNS di lingkungan pemerintah daerah (Pemda), baik di Kotamadya, Kabupaten dan Provinsi.

"Dari sisi aktor, pelaku yang paling banyak diadili tahun 2015 adalah pejabat atau pegawai di lingkungan pemerintah daerah sebanyak 225 terdakwa, selanjutnya pihak swasta sebanyak 140 terdakwa dan anggota DPR/DPRD sebanyak 16 terdakwa," ujar peneliti ICW, Aradila Caesar.

Sementara 66 terdakwa, lanjut Aradila, masuk dalam kategori lain-lain dan 42 terdakwa tidak teridentifikasi profesisinya dikarenakan putusan yang tidak lengkap atau tidak dibaca.

"Dibandingkan tahun 2013 dan 2014, jumlah pegawai di pemkot, pemkab dan pemprov yang diadili di pengadilan lebih kecil di tahun 2015. Di tahun 2013, pegawai diadili di pengadilan sebanyak 141 orang dan tahun 2014 sebanyak 171 orang," papar dia.(***)

Sumber; Beritasatu

Gempa Taiwan, Ratusan Orang Masih Terperangkap

Written By Jurnal Sulteng on Sunday, 7 February 2016 | 2:30:00 pm

  1. Diduga ada lebih dari 130 orang yang terperangkap dalam apartemen yang ambruk di Taiwan. Sejauh ini 18 orang tercatat tewas akibat gempa di negara itu. (Foto; Reuters)
Jakarta, Jurnalsulteng.com- Ratusan orang anggota tim penyelamat menyisir sebuah gedung yang ambruk di Tainan, Taiwan, usai gempa berkekuatan 6,2 skala Richter kemarin. Diduga di bangunan itu ada 132 orang yang terperangkap, tidak diketahui hidup atau tewas.

Diberitakan Reuters, Minggu (7/2/2016), bangunan apartemen setinggi 17 lantai itu ambruk dan sudah mengubur para penghuninya selama lebih dari 24 jam. Tim penyelamat yang terdiri dari pemadam, polisi, tentara dan relawan menyisir bangunan itu menggunakan alat berat dan tangan kosong, di tengah suhu yang mulai turun.

Keluarga korban berdiri di sekitar bangunan, mengenakan jaket tebal dan topi wol serta syal.

"Dia tidak menjawab telepon saya, saya mencoba untuk menahan emosi dan tetap kuat....Saya tahu mereka akan menemukannya, tapi saya juga bersiap untuk yang terburuk, ini sudah lebih dari 20 jam," kata seorang wanita bernama Chang, 42, yang menunggu kabar dari putrinya yang berusia 24 yang tinggal di lantai lima apartemen itu.

Diperkirakan masih ada 153 orang yang hilang usai gempa kemarin di sebagian Taiwan, puluhan di antaranya anak-anak. Tujuh bangunan hancur, terparah adalah apartemen Wei-guan Golden Dragon di selatan Tainan.

Hanya 30 orang dari penghuni apartemen itu yang berhasil keluar dengan selamat saat gempa mengguncang sekitar pukul 4 pagi. Tercatat akibat gempa sedikitnya 18 orang tewas, termasuk 15 di antaranya ditemukan di bangunan apartemen tersebut.

Lantai dasar apartemen itu tertindih struktur di atasnya. Walikota Tainan William Lai mengatakan butuh beberapa jam untuk menyingkirkan puing demi mencapai para korban. "Kami memfokuskan penyelamatan terhadap 29 orang yang lokasinya paling dekat dengan tim penyelamat," kata Lai.

Lebih dari 60 orang di kota itu dilarikan ke rumah sakit.

Sementara itu terkait dengan banyaknya warga negara Indonesia yang menjadi tenaga kerja di Taiwan,  Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Retno Marsudi memastikan tidak ada korban jiwa dari warga negara Indonesia. “Evakuasi sudah dilakukan dan tidak terdapat WNI korban meninggal,” kata Retno, Sabtu (6/2/2016).

Retno mengatakan tim Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) masih terus mencari informasi di lapangan.

Bagi masyarakat yang ingin mendapat informasi akurat dan terkini bisa menghubungi nomor hotline yang telah disediakan pihak Kemenlu. “Nomornya +886 978 938 872,” kata dia.(***)

Sumber; CNNIndonesia

ManCity Dipermalukan Leicester, Pellegrini Belum Lempar Handuk


Jurnalsulteng.com- Kekalahan telak 1-3 dari Leicester City tak membuat manajer Manchester City Manuel Pellgrini untuk segera lempar handuk dalam perburuan titel Liga Primer Inggris. Namun, juru taktik asal Chile harus membenahi mental anak asuhnya untuk mengejar angka pada 13 laga tersisa.

ManCity tampil di bawah ekpektasi para pendukungnya saat menjamu Leicester di Stadion Etihad, Sabtu (6/2/2016) malam. Satu jam pertandingan berjalan, The Citizens bahkan telah tertinggal tiga gol yang dilesakkan Robert Huth (3' dan 60') dan Riyad Mahrez (48').

Sedangkan, satu-satunya gol hiburan yang diraih ManCity ditorehkan Sergio Aguero tiga menit sebelum waktu normal berakhir.

"Leicester bermain lebih baik dari kami. Kami memiliki kesempatan kami sendiri, tetapi tadi merupakan pertandingan yang sulit," ujar Pellegrini seperti dilansir BBC.

"Saya berharap lebih sejak awal pertandingan karena ini merupakan laga penting. Kami bermain di kandang dan berjuang untuk posisi puncak liga, tetapi kami tak mampu meraihnya."

Pellegrini yang jabatannya akan diganti Pep Guardiola pada musim depan menegaskan tim asuhannya masih memiliki kesempatan untuk meraih gelar juara. Sebab, masih ada 36 poin tersisa yang akan diperebutkan semua tim. "Ini semua belum berakhir."

"Sangat penting bagi kami untuk memulihkan para pemain dan saya tidak akan menyerah karena kekalahan mengejutkan ini. Kami harus terus melanjutkan langkah kami," ujar Pellegrini.

Kekalahan ini membuat The Citizens terlempar di peringkat ketiga klasemen sementara atau berjarak enam poin dari Leicester yang mengemas nilai 53. Sementara posisi kedua ditempati Tottenham Hotspur yang sukses menundukkan Watford.

Posisi ManCity terancam digeser Arsenal jika mampu meraih tiga poin di markas AFC Bournemouth, Minggu (7/2) malam. The Gunners kini berada di peringkat keempat dengan koleksi 45 poin.(***)

Sumber; CNNIndonesia

Pemerintah Jangan Tutup-tutupi Data PHK Buruh

Written By Jurnal Sulteng on Saturday, 6 February 2016 | 4:52:00 pm



Jakarta, Jurnalsulteng.com -‎ Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menilai pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla sedang menutup-nutupi kejadian Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di sejumlah perusahaan.

Presiden KSPI Said Iqbal mengatakan, ‎sikap Pemerintah, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Kamar Dagang dan Industri (Kadin) yang tidak mengumumkan telah terjadi PHK atas ribuan buruh disebabkan dua faktor.

Pertama, kata Said, pemerintah takut dianggap gagal dalam menjalankan paket kebijakan ekonomi dalam mengatasi kelesuan perekonomian dalam negeri.

"Sekarang sudah ramai di media tentang PHK, tetapi Pemerintah belum juga mengumumkan angka PHK sedikit demi sedikit," ujar Said, Jakarta, Sabtu (6/2/2016).

‎Sedangkan faktor kedua, Said menuturkan yaitu ketidakmampuan Pemerintah dalam meningkatkan daya beli masyarakat akibat kebijakan upah murah melalui Peraturan Pemerintah (PP) 78/2015 Tentang Pengupahan.

Terlebih masih mahalnya sejumlah harga barang, ongkos transportasi dan sewa murah walaupun harga Bahan Bakar Minyak (BBM) telah diturunkan oleh Pemerintah.

"Hal ini diperparah dengan sikap pengusaha yang menyatakan tidak ada efek apapun di sektor rill dari paket kebijakan ekonomi," ucap Said.

‎Menyikapi adanya gelombang PHK ini, Said bersama para buruh melakukan aksi demo di Istana Negara yang dilakukan oleh 35 ribu buruh untuk mendesak pemerintah dalam ‎bertindak cepat menghentikan PHK massal, mencabut PP 78/2015, menaikkan upah 2016 sebesar Rp 3,7 juta dan mengganti komponen KHL menjadi 84 item.[***]

Sumber; Tribunnews

Pasien Keluhkan Pelayanan Perawat RS Anutapura


Palu, Jurnalsulteng.com- Pelayanan perawatan RS Anautapura Palu kembali dikeluhkan pasiennya. Keluhan kali ini dialami salah seorang pasien yang dirawat di Pavilum Garuda.

Menurut keluarga pasien, tindakan para perawat di Pavilum Garuda yang memasang Tagline Senyum dan Ramah tersebut sangat lamban. Bahkan terkesan ogah-ogahan dalam menangani keperluan perawatan pasien.

Adalah Nurlailah (42) yang mengalami pelayanan  dengan tidak semestinya.
Keluarga pasien menuturkan, pada hari Kamis, (4/2/2016) pagi, pasien Nurlailah (42), masuk IGD RS Anutapura. Sekira Pukul 13.00 WITA, dirawat di ruang Garuda kelas II, dengan terpasang selang infus ditangan kanan sejak di ruang IGD.

Sekira pukul 14.15 WITA, dokter memeriksa pasien dan mendiagnosa pasien kekurangan darah dan perlu dilakukan tranfusi sebanyak empat kantong darah, karena HB-nya hanya mencapai 4,4.

"Berbagai upaya kami lakukan untuk mendapatkan kebutuhan darah tersebut, termasuk mendatangi PMI dengan membawa surat pengantar dari pihak RS Anutapura dan memperoleh satu kantong darah golongan O," terang Yusrin, salah satu keluarga pasien, Sabtu (6/2/2016l.

Yusrin menuturkan, setelah mendapat darah untuk pasien keluarga membawa ke ruang perawatan. Sekira Pukul 20.00 WITA kata Yusrin, pasien ditranfusi darah dan berlangsung lancar hingga habis satu  kantong.

Sementara menunggu darah tambahan yang sedang diusahakan keluarga pasien, perawat memasangkan cairan baru. Pukul 22.15 WITA, keluarga pasien kembali menyerahkan satu kantong darah pada perawat di ruangan Garuda. Sekitar pukul 24.00 wita, dipasangkan kembali satu kantongan.

Hanya berselang 20 menit terjadi reaksi. Pasien alami sakit dada tembus belakang disertai sesak nafas. Perawat pun dipanggil. Infus dihentikan menunggu  perawat membangunkan pembantu dokter yang disebut ko as (calon dokter). Kepada pasien, pembantu dokter menyarankan agar pasien sabar dan menajan rasa sakit, agar proses transfusi tetap dilanjutkan.

Perawat dan calon dokter kembali ke ruangannya. Tak berselang waktu lama atau sekira Pukul 2.30 WITA kembali terjadi reaksi pada pasien. Tubuh pasien gemetaran, terasa demam (menggigil). "Melihat kondisi pasien, kami membangunkan perawat yang bertugas jaga malam itu, yang kebetulan mahasiswa praktek malam. Kemudian perawat melepas kantong darah dan menggantikan cairan infus. Bahkan pada pukul 03.00 WITA, dikeluarkan selang infus, karena pasien alami kesakitan di tangan dimana jarum infus dimasukan," jelas Yusrin.

Namun kata Yusrin lagi, hingga Jumat,  (5/2/2016) siang, selang infus belum terpasang. Sekira Pukul13.45 wita, selang infus kembali atas perintah dokter yang memeriksa pada pukul 10.00 wita, sekaligus perintah dilanjutkan transfusi darah.

Keluarga membawakan dua kantong darah dan langsung dibawa  langsung ke ruang perawatan Garuda kelas II, tepatnya pukul 17.00 wita.

Agar lebih nyaman, oleh  keluarga pasien pindah ruangan VIP B. Perawat VIP B mendatangi pasien dan nyatakan siap menerima  pasien untuk dirawat di VIP B. Dengan harapan darah yang sudah siap ditransfusi sebelum dipindahkan. Tapi terjadi perubahan mendadak. Pasien langsung di dorong turun menuju ruang VIP B, tepat jam shalat magrib. Kantong darah belum terpasang di selang infus. Pukul 18.30 wita, keluarga pasien diundang perawat/suster VIP B, dan menjelaskan bahwa hasil komunikasi specialis penyakit dalam, menyarankan untuk tidak mentransfusi darah sampai pasien diperiksa kembali pada Sabtu (6/2/2016)

Menurut perawat VIP B, petugas/perawat yang bertugas di Pavilum Garuda tidak menyampaikan kejadian yang dialami pasien pada malam sebelumnya kepada dokter, ketika ada masalah saat transfusi darah.

"Kami sangat menyayangkan pelayanan dan tidak adanya koordinasi dokter dan petugas/perawat/suster/pembantu dokter yang bertugas atas apa yang dialami pasien. Sebab mencari darah sangat sulit sampai keluarga tidak tidur mencari pendonor. Tapi para perawat terkesan mengabaikan dan merasa tidak bersalah. Bahkan, antar perawat saling menyalahkan sehingga pasien menjadi korban.
Dan hingga siang tadi, Sabtu (6/2), pukul 11. 25 WITA, belum ada dokter yang datang untuk memeriksa kondisi pasien," kata Yusrin mengeluhkan pelayanan RS Anutapura.(Trs)

Juli 2016, Mou Resmi Gabung ke Old Traffold


Jurnalsulteng.com- Rumor akan segera bergabungnya Jose Mourinho ke Manchester United terus bergulir makin deras. Konon, perkembangan terakhir paling menggemparkan adalah sudah dilansirnya kapan tanggal tepatnya sang Special One mulai membesut skuad Setan Merah.

Sebelumnya juga disebutkan bahwa The Red Devils telah mencapai kesepakatan pra-kontrak untuk menangani armada kebanggaan publik Old Traffold itu.

Dan sekarang, laman Marca telah mendapatkan konfirmasi tanggal yang membenarkan pelatih Portugal itu akan mengambil alih komando memimpin MU, yakni mulai tanggal 1 Juli mendatang.

Meskipun Louis van Gaal hingga masih memiliki terikat kontrak dengan MU, namun tampaknya manajemen sudah tidak bisa mempertahankan kontrak 3 tahun yang tertuang sebelumnya dan akan memecatnya saat atau sebelum musim panas nanti.

Marca juga melansir, sangat mungkin MU telah siap memecat Van Gaal dan akan menunjuk Ryan Giggs sebagai pengganti sementara hingga akhir musim nanti, hingga menunggu secara resmi Mourinho untuk bergabung.(***)

Sumber; Viva

Buntut Insiden Rossi-Marquez, MotoGP Kenalkan Hakim Balap


Genewa, Jurnalsulteng.com - Presiden Federasi Balap Sepeda Motor Internasional (FIM) Vito Ippolito membenarkan bahwa sistem pengawasan MotoGP akan memiliki struktur baru pada musim 2016, setelah terjadinya tabrakan antara Marc Marquez dan Valentino Rossi tahun lalu.

MotoGP memang merencanakan perubahan majelis pengawas (stewarding panel) demi mencegah kontroversi seperti insiden Marquez dan Rossi dalam Grand Prix Malaysia musim lalu.

Komisi Grand Prix bersidang di Genewa Jumat (5/2/2016) dan memutuskan untuk membentuk majelis baru yang terdiri dari tiga steward dan sifatnya independen dari race direction.

Majelis ini punya wewenang menyelidiki terjadinya insiden dan menjatuhkan hukuman pada pembalap.

"Kami memutuskan untuk memisahkan kewajiban dan tugas Race Direction dengan para hakim -- yaitu majelis steward," kata Ippolito.

"Kami ingin membuat Race Direction tetap fokus untuk mengelola balapan karena banyak tanggung jawab di situ dan hal-hal penting untuk dilakukan. Kami ingin membuat mereka bebas mengatur balapan, namun mereka tidak lagi terlibat dalam tugas menghukum pembalap. Ini butuh waktu lebih lama dan dedikasi khusus."

"Di lain pihak kami akan memiliki majelis beranggotakan tiga steward, salah satunya adalah direktur balapan (Race Director) karena mereka akan selalu ada sepanjang musim dan di semua Grand Prix."

Dengan demikian, majelis sekarang akan meliputi direktur balapan Mike Webb, dan dua steward dari FIM, salah satunya mungkin menjabat permanen, kata Ippolito.

Ippolito juga mengatakan sistem poin penalti ditinjau kembali karena munculnya banyak kritikan setelah penalti yang diterapkan pada Rossi di balapan pamungkas di Valencia.

"Dalam beberapa tahun terakhir kami memakai sistem poin penalti namun sekarang hal itu dibahas kembali," ujarnya.(***)

Sumber; Beritasatu

Paripurna Cagub Terpilih, Ketua DPRD Tolak Interupsi Politisi PKS

Written By Jurnal Sulteng on Friday, 5 February 2016 | 12:40:00 am

Sidang Paripurna istimewa DPRD Sulteng untuk menetapkan pemenang Pilkada Gubernur 2015, Kamis (4/2/2016). Sidang sempat diwarnai interupsi dari politisi PKS. [Foto; Trisno/JurnalSulteng]


Palu, Jurnalsulteng.com- Rapat paripurna istimewa penetapan calon gubernur dan wakil gubernur terpilih Provinsi Sulawesi Tengah, Kamis (4/2/2016), mendapat instrupsi dari politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Nurbaya, saat Ketua DPRD Aminuddin Ponulele hendak memberikan sambutan.

Nurbaya mengajukan instrupsi dengan alasan calon gubernur/wakil gubernur terpilih masih dalam proses hukum, namun Nurbaya tidak menjelaskan proses hukum dimaksud sementara Mahkamah Konstitusi sudah menolak gugatan pemohon.

Tindakan Nurbaya tersebut ternyata disambut teriakan "huuuu" oleh pendukung calon gubernur/wakil gubernur terpilih yang sempat hadir dalam rapat paripurna istimewa tersebut.

Sementara itu Ketua DPRD Aminuddin Ponulele tidak mengabulkan instrupsi Nurbaya tersebut dengan tetap melanjutkan sidang paripurna istimewa.

"Kita umumkan sesuai agenda. Nanti kalau ada masalah hukum, itu nanti. Bisa saja diganti kalau terbukti," kata Aminuddin disambut riuh tepuk tangan undangan yang hadir.

Aminuddin bahkan beberapa kali dieluk-elukkan "hidup ketua DPRD".

Sehari sebelumnya pimpinan DPRD sempat menuai protes atas pembatalan paripurna pengumuman penetapan calon gubernur/wakil gubernur terpilih.

Menjelang penutupan sidang paripurna, Ketua DPW PKS Zainuddin Tambuala juga mengajukan instrupsi. Dia mengklarifikasi instrupsi yang dilakukan Nurbaya. Menurutnya, penolakan dalam instrupsi yang disampaikan Nurbaya tersebut bukan keputusan PKS sebab PKS sendiri tidak mengeluarkan keputusan apapun terkait pemilihan kepala daerah.

"Itu pendapat pribadi Nurbaya, bukan pendapat PKS," kata Zainuddin.

Dia mengatakan Nurbaya secara pribadi terlibat dalam memenangkan pasangan calon gubernur/wakil gubernur Rusdi Mastura/Ihwan Datu Adam yang menjadi rival politik dari calon gubernur/wakil gubernur terpilih Longki/Sudarto.

Menanggapi adanya instrupsi tersebut Longki mengatakan jika ada keinginan pihak tertentu untuk memproses secara hukum keputusan KPU pascakeputusan Mahkamah Konstitusi wajar-wajar saja sepanjang sesuai ketentuan berlaku.

Longki/Sudarto ditetapkan sebagai calon gubernur/wakil gubernur terpilih pada 27 Januari 2016 setelah Mahkamah Konstitusi menolak permohonan pemohon dalam sengketa pemilihan kepala daerah.

Selanjutnya KPU menyerahkan hasil pleno penetapan gubernur/wakil gubernur terpilih ke DPRD Sulawesi Teengah pada 28 Januari 2016 untuk selanjutnya diumumkan dalam rapat paripurna dan diusulkan pengesahan dan pelantikannya ke Presiden melalui Menteri Dalam Negeri.[***]

Sumber; Antara

Ditetapkan DPRD, Longki: Kami Dilantik pada 'Kloter' ke Tiga

Pasangan Longki Djanggola dan Sudarto memberikan keterangan pers usai ditetapkan sebagai Gubernur/Wakil Gubernur Terpilih oleh DPRD Sulteng, Kamis (4/2/2016). Sebagai petahana, pasangan Longki-Sudarto baru akan dilantik setelah menyelesaikan masa jabatanya periode pertama pada Juni 2016. [Foto; Trisno/JurnalSulteng]


Palu, Jurnalsulteng.com- DPRD Sulawesi Tengah akhirnya   menggelar pleno  penetapan gubernur dan wakil gubernur Sulteng terpilih 2015-2020 Longki Djanggola dan Sudarto, setelah sempat ditunda pada tanggal 2 Februari 2016 lalu.

Penetapan tersebut dilaksanakan melalui Sidang Paripurna Istimewa yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD, Aminuddin Ponulele, di ruang Sidang Utama Gedung DPRD Sulteng, Kamis (4/2/2016).

Longki Djanggola dan Sudarto kembali ditetapkan menjadi gubernur terpilih pada periode 2016-2021 untuk periode kedua, setelah memenangkan Pilkada Serentak 9 Desember 2015.

Ketua DPRD Sulteng Aminuddin Ponulele pada sidang tersebut juga sempat menyampaikan, bahwa tertundanya pelaksanaan penetapan tersebut tidak ada unsur kesengajaan atapun tekanan dari pihak manapun.

Sebelum menutup sidang penetapan, Aminuddin secara tegas memerintahkan memerintahkan kepada sekretaris DPRD Sulteng, untuk segera menyelesaikan seluruh dokumen yang diperlukan untuk pengusulan pelantikan ke Presiden melalui Menteri Dalam Negeri.

"Saya perintahkan kepada Sekwan untuk segera melengkapi dokumen yang diperlukan dan segera diusulkan ke Mendagri," kata Aminuddin.

Sementara itu, usai menghadiri sidang paripurna  Longki Djanggola mengatakan, pelantikan Gubernur/Wakil Gubernur Sulteng terpilih dalam Pilkada Serentak, akan dilakukan pada tahapan ketiga  yakni sekitar Juni 2016 sesuai berakhirnya masa jabatan.

"Dari tiga gelombang pelantikan, Gubernur Sulawesi Tengah masuk pada 'kloter' ke tiga. Kepala daerah yang dilantik gelombang pertama adalah mereka yang sudah berakhir masa jabatannya terutama penjabat kepala daerah dan tidak bermasalah di Mahkamah Konstitusi," kata Longki didampingi Sudarto pada sejumlah wartawan.

Longki mengatakan, dirinya harus menjelaskan tahapan pelantikan tersebut agar masyarakat bisa menepis kabar yang simpang-siur terkait kejelasan waktu pelantikan kepala daerah hasil pilkada serentak.

Menurut Longki, untuk pelantikan tahap pertama, 15 Februari 2016, diikuti oleh tujuh dari delapan kabupaten/kota yang mengikuti pilkada serentak di Sulawesi Tengah yakni Kabupaten Tolitoli, Poso, Morowali Utara, Tojo Unauna, Banggai Kepulauan, Kabupaten Sigi dan Kota Palu.

Longki mengatakan, seluruh usulan kepala daerah terpilih yang sudah ditetapkan oleh KPU dan sudah diparipurnakan di DPRD telah diusulkan gubernur ke Menteri Dalam Negeri.

Saat ini, kata Longki, sudah memasuki tahapan proses penerbitan keputusan pengesahan kepala daerah terpilih oleh Menteri Dalam Negeri.

"Semua masalah terkait pilkada sudah selesai. Kami baru akan dilantik Juni 2016 karena itu juga bertepatan dengan berakhirnya masa jabatan kami. Paling lambat pelantikan 17 atau 18 Juni," katanya.

Longki juga menyampaikan terima kasih pada masyarakat Sulteng yang telah ikut mensukseskan Pilkada Serentak, sehingga bisa berlangsung dengan lancar dan aman.

"Sekarang semua sudah selesai. Sudah tidak usah lagi ada eng ing eng dan lain sebagainya. Mari sama-sama kita bangun Sulawesi Tengah untuk menjadi lebih baik, lebih maju, mandiri dan  berdaya saing. Ini adalah kemenangan masyarakat Sulawesi Tengah," tutup Longki.[***]

Penulis; Sutrisno

Utamakan Kereta Cepat, Menteri Rini Lecehkan Infrastruktur Luar Jawa

Written By Jurnal Sulteng on Thursday, 4 February 2016 | 10:21:00 pm

Megaproyek Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung


Jakarta, Jurnalsulteng.com- Ditilik dari asas manfaat dan kebutuhan, proyek ambisius kereta cepat Jakarta-Bandung yang digarap PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) ini tak memenuhi kedua-duanya.

Menurut pengamat ekonomi dari Indef, Ahmad Hari Firdaus, jika Menteri BUMN, Rini Soemarno berkeinginan untuk membangun infrastruktur nasional, mesti melirik kondisi di luar Jawa. Di sana lebih membutuhkan dibanding proyek prestisius seperti kereta cepat itu.

“Ngapain bangun proyek kereta cepat. Apa manfaatnya? Tidak mendesak juga kan? Proyek itu tidak masuk akal,” tandas Heri yang dilansir Aktual.com, Kamis (4/2/2016).

Dia melanjutkan, jika Rini tetap ngotot mau membangun proyek kereta cepat, jarak Jakarta-Surabaya lebih masuk akal, dibanding harus ngotot membangun untuk rute Jakarta-Surabaya.

“Terlalu pendek Jakarta-Bandung itu untuk ukuran kereta cepat. Mau dikaji dari mana pun, proyek ini tidak mendesak,” tutur Heri.

Bahkan, ia menyarankan, kalau Rini peduli pengembangan infrastruktur, lebih baik perintahkan BUMN untuk fokus garap proyek infrastruktur di luar Jawa.

“Pembangunan insfrastruktur di luar Jawa lebih penting. Ini untuk mengurangi ketimpangan Jawa dan luar Jawa,” tegasnya.

Berdasar data tahun 2014, untuk distribusi infrastruktur nasional, luas Pulau Jawa yang hanya 7,2 persen dari wilayah Indonesia, tapi dihuni 58,6 persen penduduk nasional. Kondisi infrastrukturnya, irigasi 65,1 persen, jalan 27,3 persen, dan air minum 58,4 persen.

Sangat timpang dengan di luar Jawa. Di Pulau Kalimantan contohnya. Dengan luas 32,3 persen, hanya ditempati 5,6 persen penduduk nasional, dan kondisi infrastrukturnya, irigasi hanya 4,4 persen, jalan 14,9 persen, dan air minum 5,8 persen.

Papua dan Maluku sendiri, luasnya 25 persen dari total wilayah, tapi penduduknya cuma dua persen. Dengan kondisi irigasi 0,2 persen, jalan 4,5 persen, dan air minumnya hanya 1,5 persen.

Disinggung proyek kereta cepat ini lebih mahal dari proyek serupa di Iran sana, dia tidak berani memastikan, karena tidak mengantongi data. “Tapi mungkin saja (lebih mahal). Cuma saya tidak berani memastikan,” pungkasnya.[***]

Sumber;  Aktual 

Jurnalsulteng.com on Facebook

 
Developed by : Darmanto.com
Copyright © 2015. JURNAL SULTENG - CV Tristar Mediatama - All Rights Reserved
Template by Creating Website
Proudly powered by Blogger