>
Headlines News :

Berita Pilihan

Berita Terkini

Meninggal Mendadak, Gubernur Disisi Sudarto saat Detik-detik Terakhir

Written By Jurnal Sulteng on Sabtu, 01 Oktober 2016 | 21.41.00

Suasana di rumah duka almarhum Wagub Sudarto beberapa saat lalu. (Foto: Hamdi Anwar/FB)

Palu, Jurnalsulteng.com - Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola mengatakan Wakil Gubernur Sudarto meninggal dunia secara mendadak pada Sabtu (1/10/2016) sore.

"Tadi masuk rumah sakit sekitar jam tiga sore. Saya juga langsung ke sana. Saya tanya sama dokter bagaimana kondisinya. Dokter bilang, sudah tidak bisa lagi," kata Longki di sela-sela melayat di rumah duka Jalan A Yani Kota Palu.

Menurut Longki dirinya masih sempat mendampingi Sudarto saat detik-detik terakhir ajal menjemput almarhum.

Longki mengatakan pendampingnya selama dua periode kepemimpinannya itu meninggal dunia karena serangan jantung.
"Kemungkinan besar jantung karena tiba-tiba saja terjadi," katanya.

Menurut Longki sebelum meninggal dunia, Sudarto masih sempat membuka kegiatan Pramuka di halaman RRI Kota Palu.
Saat ini jenazah Sudarto disemayamkan di rumah dinas Jalan A Yani setelah sebelumnya dilarikan ke Rumah Sakit Budi Agung.

Kabar meninggalnya Sudarto tersiar ke publik sekitar pukul 16.30 Wita.
Sudarto selama ini dikenal baik dan bersahaja. Ia pernah menjabat Bupati Banggai dua periode berturut-turut, setelah itu berkompetisi menjadi wakil gubernur berpasangan dengan Longki Djanggola pada periode 2011-2016.

Sudarto di akhir masa jabatannya pada periode pertama kembali mendampingi Longki pada pilkada serentak 2015 dan terpilih kembali untuk periode 2016-2021.

Semasa hidupnya, Sudarto pernah diamanahkan sejumlah jabatan penting diantaranya Bupati Banggai dua periode (1996-2006). Setelah itu dia kemudian terpilih menjadi anggota DPD RI Daerah Pemilihan Sulawesi Tengah 2009-2014.

Sebelum berakhir masa jabatannya di DPD, pria kelahiran Nganjuk, Jawa Timur pada 4 Desember 1948 itu dilamar oleh Longki Djanggola untuk menjadi calon wakil gubernur pada Pilkada 2011.

Nasib baik memihak kepada Sudarto setelah terpilih menjadi wakil gubernur periode 2011-2016. Hubungannya dengan Gubernur Longki Djanggola tetap berlangsung berlangsung sehingga kembali pasangan ini mencalonkan diri pada pilkada serentak 2015 dan terpilih kembali untuk periode 2016-2021.

Sebelum menjabat Bupati Banggai dua periode, Sudarto meniti karir di militer dengan pangkat terakhir Kolonel Infrantri. Almarhum juga mendalami ilmu di bidang humaniora hingga meraih gelar magister humaniora.

Sudarto meninggal dunia Sabtu sore setelah dilarikan ke Rumah Sakit Budi Agung sekitar pukul 15.00 Wita. Saat ini almarhum disemayamkan di rumah dinas wakil gubernur Jalan Ahmad Yani Kota Palu.(***)

Source; Antara

Sulteng Berduka, Wagub Sudarto akan Dimakamkan di TMP Tatura

Suasana saat jenazah Wagub Sudarto di RS Budi Agung akan dibawa ke rumah duka di Jalan Ahmad Yani, Sabtu (1/10/2016). (Foto: Trisno/Jurnalsulteng.com)

Palu, Jurnalsulteng.com - Masyarakat Sulawesi Tengah sangat berduka dan kaget atas meninggalnya Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Sudarto, Sabtu (1/10/201) sore.

Dari masyarakat biasa hingga para pimpinan pemerintahan maupun petinggi TNI dan Polri di daerah ini, seakan tidak percaya atas kepergian Sudarto sebab hingga akhir hayatnya masih aktif dengan berbagai kegiatan pemerintahan. Bahkan siang tadi masih sempat membuka kegiatan Pramuka di RRI Palu.

Almarhum Wakil Gubernur (Wagub) Sudarto yang meninggal dunia Sabtu (1/10/2016) sekira Pukul 16.20 Wita, rencananya akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Tatura Palu, Minggu (2/10/2016) Pukul 10.00 Wita.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, sebelum dimakamkan jenazah akan disemayamkan di Kantor Gubernur Sulteng di Jalan Sam Ratulangi Palu. Jenazah akan dilepas dengan upacara sipil dan militer.

Dandim 1306 Donggala, Letkol (Kav) I Gede Masa akan bertindak sebagai Komandan upacara.

Informasi yang diperoleh dari rumah duka petang tadi menyebutkan, Gubernur Sulteng Drs. Longki Djanggola akan bertidak sebagai Inspektur upacara. Namun bila tepat waktu, dijadwalkan Mendagri Tjahjo Kumolo yang akan bertindak sebagai inspektur upacara.

Prosesinya yang akan berlangsung, jenazah akan diserahkan oleh gubernur kepada Dandim 1306, kemudian diantar ke peristirahatan terakhir di TMP Tatura, Palu.

Berikut kronologis meninggalnya Wagub dua periode Sudarto yang juga mantan Bupati Banggai dua periode ini di usia 68 tahun:

Sekira Pukul 14.00 Wita, Sudarto beristrihat di kamar pribadinya di Rujab Wagub, Jln. Ahmad Yani No. 23 Palu. Saat sedang beristirahat tersebut, sudarto mengalami anfal dan sesak nafas.

Sekira Pukul 14.20 Wita, Sudarto dievakuasi ke RS. Budi Agung Palu di Jalan Maluku untuk mendapat tindakan medis.

Sekira Pukul 16.20 Wita, Gubernur Sulteng Longki Djanggola  menyampaikan bahwa Wagub Sudarto telah meninggal dunia.

Sekira Pkl 17.00 Wita, Sudarto dibawa ke rujab Wagub di Jalan Ahmad Yani No. 23 untuk disemayamkan.(***)

Rep/Red; Sutrisno

Wagub Sulteng Sudarto Wafat

H. Sudarto, SH,M.Hum


Palu, Jurnalsulteng.com - Innalillahi Waina  Ilaihi Rojiun. Wakil Gubernur Sulawesi Tengah H. Sudarto, SH.M.Hum berpulang ke Rahmatullaah, Sabtu (1/10/2016) sekira Pukul 16.30 Wita, di RS Budi Agung Palu.

Belum diketahui pasti sebab-sebab meninggalnya wakil gubernur dua periode tersebut. Saat ini jenazah sudah berada di rumah duka di Jalan Ahmad Yani Palu.(***)


Penerbit Ancam Tarik Buku Paket di TK/PAUD Pembina Palu

Inilah buku-buku paket milik PT Intan Pariwara yang terancam ditarik paksa dari TK/PAUD Negeri Pembina Palu, karena belum dibayar. 

Palu, Jurnalsulteng.com - Kebobrokan yang terjadi di TK/PAUD Negeri Pembina Kota Palu akhirnya terbongkar. Hal ini terungkap setelah adanya upaya tarik paksa buku paket  yang dilakukan PT Intan Pariwara (IP) karena belum dibayar.

Padahal, mayoritas orang tua siswa sudah melunasi pembayaran buku yang inklud dengan biaya pendaftaran masuk sekolah senilai RP2.350.000,-

Sontak hal itu membuat orang tua murid resah dan langsung mendatangi ruang kepala sekolah, mempertanyakan soal adanya penarikan buku yang sedang digunakan untuk belajar.

PT Intan Pariwara memiliki tagihan dengan rincian 157 set buku paket dan perlengkapannya @Rp230.000,-/set. Sehingga total tagihan PT Intan Pariwara di TK Pembina mencapai Rp36.110.000,-.

Sementara, pihak sekolah yang saat itu dibawah kepemimpinan Kepala Sekolah Masita Masuara membebani orang tua siswa atas buku paket tersebut sebesar Rp440.000,-.

Pihak PT Intan Pariwara mengaku sudah berulang kali melakukan penagihan kepada mantan Kasek Masita Masuara yang beberapa waktu lalu dicopot Walikota Palu, Drs Hidayat,M.Si. Sementara pihak sekolah mengaku sudah tidak mempuanyai uang, karena semua uang pembayaran dari orangbtua siswa sudah diserahkan ke Kepala Sekolah lama.
(BACA JUGA: Empat Kepsek Resmi Diberhentikan )

"Sampai saat ini kami tidak diberi kepastian kapan akan dibayar. Makanya kami akan tarik kembali buku yang sudah digunakan," ujar salah seorang perwakilan PT IP di ruang Kepsek, Sabtu (1/10/2016).

PT IP juga mengaku sudah memberikan kelonggaran waktu pembayaran, karena buku-buku tersebut dimasukkan sekira Mei 2016. Namun hingga saat ini belum sepeserpun yang dibayarkan.

"Harga buku paket kami cukup murah yakni Rp230.000/set, yang berisi 19 item untuk perlengkapan dan 15 jenis buku pelajaran. Sementara dijual kepada orang tua murid Rp440.000. Kan sdah untung banyak. Malah kami masih memberikan fee sebesar 10 persen," terangnya.

Sementara itu Plt Kepala Sekolah TK/PAUD Negeri Pembina, Fauziah mengaku tidak bisa berbuat banyak bila buku-buku tersebut ditarik pihak penerbit.

"Kami tidak bisa berbuat apa-apa, karena pengakuan bendahara uang yang terkumpul sudah diserahkan seluruhnya kepada kepala sekolah lama," ujar Fauziah.

Bahkan kata Fauziah, termasuk uang untuk kegiatan ekstrakulikuler juga sudah diambil mantan Kasek, padahal semua murid sudah dibebani item biaya eskul saat mendaftar sebesar Rp50.000,-.

 "Makanya setiap ada kegiatan kami mengundang orang tua murid yang diketahui komite sekolah. Karena itu sesuai instruksi walikota saat saya menerima SK," terang Fauziah.

Bendahara TK/PAUD Negeri Pembina Fadlun membenarkan apa yang disampaikan Plt Kasek Fauziah.

Menurut Fadlun, dirinya sebagai bendahara hanya manjadi tukang catat dan tidak memegang uang hasil pungutan pendaftaran.

"Setiap ada orang tua yang membayar, berapapun harus langsung saya serahkan ke Kasek lama. Uang sama saya hanya lewat. Biar hanya satu orang yang membayar, kalau ada ibu Masita langsung saya serahkan," terang Fadlun.

Fadlun juga memberikan rincian uang dari pendaftaran yang diserahkan pada Masita Masuara selaku kasek lama.

Berikut rincian hasil pungutan di TK/PAUD Negeri Pembina Palu:

1. Pembayaran Pakaian @Rp.700.000 x 103 murid =Rp.71.280.000,-
2. Peningkatan Mutu Guru @Rp.600.000 x103 murid = Rp60.000.000,-
(tiga murid tidak membayar)
3. Uang komite 2 bulan (Juli-Agust) @300.000 total terbayar Rp.30.900.000,-
4. Buku Raport & Pasfhoto Rp.20.600.000,-
5. Asuransi &P3K Rp.5.150.000,-
6. Uang Buku Paket Rp.46.350.000,-
7. Eskul @Rp50.000 x 103 =Rp.5.150.000,-
Total...............................Rp.239.430.000,-
















Dari jumlah tersebut kata Fadlun,  yang sudah diserahkan kepada Masita Masuara senilai Rp.214.840.000,-.  Sedangkan yang belum tertagih dari orang tua murid hanya sebesar  Rp.24.600.000,-

"Saat kami meminta untuk membayar buku paket, ibu Masita malah menyuruh kami menagih ke orang tua murid. Sementara tagihan ke orang tua murid yang tersisa sudah tidak mencukupi untuk membayar tagihan buku sebesar Rp36 juta itu," jelasnya.
Beberapa orang tua murid TK/PAUD Negeri Pembina Palu berkumpul di ruang Kepala Sekolah mempertanyakan adanya penarikan buku paket oleh PT Intan Pariwara, Sabtu (1/10/2016). (Foto:Trisno/Jurnalsulteng.com)



Salah satu orang tua murid H. Aslan mengaku prihatin dengan kejadian tersebut. H. Aslan bersama beberapa orang tua memediasi PT Intan Pariwara dengan pihak sekolah, agar menunda penarikan buku paket tersebut.

"Selaku orang tua murid, kami sangat menyayangkan kejadian ini. Kami mendesak Dinas Pendidikan Kota Palu memberikan sanksi berat kepada mantan kepala sekolah Masita Masuara. Berarti selama ini komite tidak berfungsi sebagaimana mestinya," kata Aslan.

Sementara itu, mantan Kasek TK/PAUD Negeri Pembina Palu, Masita Masuara yang dikonfirmasi via seluler membantah sudah menerima uang pembayaran dari orang tua siswa senilai Rp. 214.840.000,-

Menurut Masita, ia hanya menerima pembayaran uang pakaian seragam kurang lebih Rp76 juta.

"Kalau soal pembayaran buku, sudah saya komunikasikan dengan pihak PT Intan Pariwara dan akan dibayar tanggal 10 Oktober 2016. Karena masih ada tagihan yang belum terbayar dari orang tua siswa sekira Rp.26 juta dan tunggakan uang komite Juli-Agustus dari murid lama," kata Masita.

Terkait hal tersebut Masita juga mengatakan sudah melakukan rapat dengan Komite sekolah, Plt Kepala Sekolah dan Bendahara.

"Bahkan terkait pemasukan dan pengeluaran juga sudah diaudit komite sekolah. Minggu lalu sudah diaudit oleh Komite sekolah. Semuanya sudah jelas dan clear," tegasnya. (***)


Rep; Sutrisno
Red; Agus Manggona





Markas Perjuangan PD Kota Palu Diresmikan

Written By Jurnal Sulteng on Jumat, 30 September 2016 | 22.16.00




Palu, Jurnalsulteng.com - Ketua  Dewan Pimpinan Daerah (DPD)  Partai Demokrat Sulteng Drs H Anwar Hafid yang diwakili Sekretaris DPD Partai Demokrat Sulteng  Abd Razak BM Radjak, SH meresmikan Kantor Sekretariat Dewan Pengurus Cabang (DPC)  Partai Demokrat (PD) Kota Palu, Jumat (30/9/2016) malam.

Peresmian kantor  dan Cafe Demokrat yang terletak di Jalan  Sam Ratulangi Palu Timur  itu,  ditandai dengan pengguntingan pita yang  dilakukan oleh  Sekretaris DPD  Partai Demokrat Sulteng Abd Razak BM Radjak, SH serta didampingi Ketua DPC Partai Demokrat Kota Palu Ikbal Basir Khan, SH serta beberapa fungsionaris Partai Besutan Susilo Bambang Yudhoyono ini.
Abd Razak BM Radjak, SH

Arta Rajak mengatakan, Kantor Sekretariat DPD Partai Demokrat Kota Palu  cukup megah sehingga  jangan hanya semata-mata dilihat dari aspek bangunan fisiknya dan  bukan hanya  dijadikan aktivitas administrasi,  tetapi kantor ini betul-betul menjadi markas perjuangan dari Partai Demokrat Kota Palu.

Menurut Arta jadi yang terhimpun di kantor ini, bukan hanya kader, bukan hanya surat dan bukan hanya korespodensi, tetapi yang terhimpun di sini, cita-cita serta semangat daya juang kader untuk memajukan dan menjaga marwah Partai Demokrat di Kota Palu.

Arta juga menambahkan bahwa DPC Partai Demokrat Kota Palu dibawa pimpinan Ikbal Basir Khan telah menunjukan eksistenti dalam membesarkan serta menjaga marwah partai.
Salah satu indikatornya, meski belum dilantik tetapi sudah berbuat, apalagi jika sudah dikukuhkan.

"Ini surprise bagi DPD.  Demokrat Palu telah lari 100 meter,  semoga hal ini bisa juga dilakukan oleh DPC-DPC lain di Sulteng, apalagi  kantor adalah prasarana  untuk meramu dan membesarkan partai demokrat. Jadi  jangan lihat Ikbal Khan kemarin tetapi lihat saat ini. Semua ini untuk Demokrat kedepan," tandasnya.
Syukuran Peresmian Kantor Demokrat Kota Palu

Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua BPOKK H Rasyid Pusadan, Wakil Ketua DPD  Nur Rahmatu, Bendahara DPD Partai Demokrat Sulteng Hidayat Pakamundi, Direktur Eksekutif Daerah Matt Sayadi, Wakil Sekertaris DPD Andi Jumriani Hamka,  Ketua DPC PD Donggala Arifuddin Hatba, Sekretaris DPD Angkatan Muda Demokrat Fahmi Balcher, SH serta beberapa fungsionaris DPD dan DPC PD Kota Palu. [***]


Rep; Agus Manggona
Red; Sutrisno

Pemerintah Siap Tambah Dana Bantuan bagi Partai Politik


Jakarta, Jurnalsulteng.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengatakan pemerintah berencana menaikkan bantuan keuangan atau anggaran bagi partai politik (parpol) apabila pertumbuhan ekonomi mampu mencapai angka 6 persen. Tjahjo mengatakan, dana parpol kata dia penting ditingkatkan karena selama ini tidak cukup untuk membiayai kebutuhan partai di daerah dan pusat. 

Terkait hal tersebut, Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum dari Kemendagri, Soedarmo, mengatakan bahwa jika bantuan dana parpol dinaikkan, maka Peraturan Pemerintah (PP) tentang Bantuan Keuangan Partai Politik Nomor 5 tahun 2009 harus mengalami perubahan. Namun perubahan PP tersebut juga harus melalui persetujuan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Kami tunggu keputusan Presiden perlu tidak revisi itu. Kalau itu direvisi, berarti ada kemungkinan kenaikan dana parpol," ujar Soedarmo di Kantor Kemendagri, Jalan Medan Merdeka Utara 7, Jakarta Pusat, Jumat (30/9/2016).

Soedarmo berujar, usulan untuk menaikkan dana parpol juga disuarakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Badan Pemeriksa Keuangan (bpk) dan Indonesia Corruption Watch (ICW). Usulan itu lantas dipertimbangkan sesuai dengan kondisi keuangan negara.

Menurut PP Nomor 5 Tahun 2009, partai politik mendapatkan bantuan sebesar Rp108 dari setiap satu suara yang diperoleh dari total suara partai tersebut di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

"Dana parpol sekarang kecil, per suara kan 108 Rupiah. Maka ada saran KPK, BPK dan ICW ditingkatkan. Tapi kan kami lihat kondisi keuangan negara makanya masih dipertimbangkan untuk meningkatkan itu (dana parpol)," lanjut Soedarmo.

Usulan tersebut, kata Soedarmo juga sudah disampaikan ke Presiden Jokowi melalui Sekretariat Negara.

"Kami sudah coba ajukan ke Presiden lewat Setneg revisi PP itu. Ajukan izin prakarsa merevisi PP 5/2009 tentang bantuan dana parpol," katanya.

Hanya kata dia, jika nanti dana parpol ditambah, maka setiap parpol akan dibebani pertanggungjawaban yang lebih berat. Sebagaimana peraturan dari BPK, laporan pertanggungjawaban parpol harus lebih detail.

"Selama ini kan tidak begitu detail pertanggungjawaban dana parpol, kalau nanti sudah revisi dan ada peningkatan, harus rinci," kata Soedarmo.(***)

Source; VIVA.co.id

Microsoft Ingatkan Bahaya Penggunaan Software Palsu


Jurnalsulteng.com - Microsoft mengingatkan bahaya penggunaan software counterfeit (palsu) dapat menempatkan perangkat dan data sensitif dalam kondisi rawan terserang malware atau virus.

"Penggunaan software palsu mempermudah peretas dalam mengakses data penting di perangkat konsumen," kata Software Asset Management and Compliance Director Microsoft Indonesia, Sudimin Mina, dalam diskusi bahaya penggunaan counterfeit software di Jakarta, Jumat (30/9/2016).

"Penggunaan software orisinal dapat membantu mencegah terjadinya serangan dan efek yang timbul, seperti hang dan ransomeware," sambung dia.

Menurut data yang diterbitkan Microsoft Malware Infection Index 2016, Indonesia menduduki peringkat kedua setelah Pakistan sebagai negara dengan tingkat infeksi virus malware tertinggi di Asia Pasifik.

Data Microsoft tersebut juga didukung oleh Akamai yang menyebut, Indonesia menduduki peringkat ketiga dalam daftar negara korban serangan malware dan menduduki peringkat kedua dalam daftar negara penyebar malware.

Tingginya tingkat infeksi dan penyebaran malware tersebut, menurut Sudimin, merupakan dampak dari ketidaktahuan konsumen akan keaslian software yang digunakan, dan juga kerugian yang dialami akibat menggunakan software palsu.

"Kita perlu punya pengetahuan, dari mulai beowser jadi lmbat, tahap berikutnya browser muncul iklan-iklan yang tidak benar, sampai nantinya akun rekening yang ilang," ujar Sudimin.

"Kalau yang asli bisa di-setting pabrikan. Meskipun aplikasi yang sudah pernah dibuat akan hilang, tapi itu lebih baik dibanding kehilangan yang lainnya," lanjut dia.

Lebih lanjut, penelitian yang dilakukan Microsoft dan IDC pada 2014 lalu menunjukan bahwa konsumen individu dapat menghabiskan dana sebesar USD25 miliar dan membuang waktu sebanyak 1,1 miliar jam untuk mengidentifikasi, memperbaiki dan memastikan perangkat terbebas dari malware.

Untuk membantu meningkatkan ketelitian masyarakat dalam membedakan produk counterfeit software yang asli, Microsoft menghadirkan situs resmi www.cariyangori.com. (***)

Source; Antara

Ada THM di Kecamatan Religi? YDS Akan Protes ke Walikota

Written By Jurnal Sulteng on Kamis, 29 September 2016 | 21.49.00

Suasana di THM D'Cube yang berada di Kecamatan Palu Barat. (Foto: Istimewa)

Palu, Jurnalsulteng.com - Polemik Keberadaan Tempat Hiburan Malam (THM) D'Cube di Palu Grand Mal (PGM) kini mulai mengusik beberapa tokoh agama dan masyarakat. Beberapa tokoh agama disinyalir sudah mulai meradang dan menemui Walikota Palu Hidayat.

Penasehat Yayasan Dasi Center (YDS) Andono Wibisono yang ditemui Kamis (29/9/2016)sore, saat melakukan asistensi SKPD di kantor Walikota turut menyoroti keberadaan THM itu. Baginya, itu bukti bahwa ada upaya-upaya pihak yang tidak menghormati daerah itu yang banyak situs keagamaan dan budaya.

Di samping itu, THM yang menyuguhkan music live, dancer dan pub itu kata anggota Tim Pendamping Bidang Sosial Budaya Pemkot Palu itu menilai adanya perbuatan yang sama sekali tidak memberikan hormat terhadap perguruan Islam Al Khairaat dan perguruan pendidikan Islam IAIN Palu. Padahal, karena adanya perguruan Islam itulah yang akan menjadi simbol sebagai wilayah kecamatan religi.

''Di belakang Mal itu ada makam Datu Karama. Pembawa syiar agama Islam. Itu situs budaya dan agama. Ada makam Pue Njidi. Kenapa tidak melihat itu semua. Kan bisa dibangun tanpa berdekatan dengan rumah ibadah, perguruan pendidikan agama. Ini maksudnya apa,'' tanyanya.

Ia juga berjanji akan memprotes Walikota dan instansi terkait dengan keberadaan itu. Terlebih direncanakan bahwa Palu Barat adalah Kecamatan Religi. ''Itu sama dengan cara cara menghalangi tujuan mulia,'' tandasnya.

Wartawan dimintanya untuk mengonfirmasi ini ke pemilik atau pengelola THM itu. Apakah izin dari Walikota atau dari provinsi. Ia sampai detik ini masih dijanji Dinas Pariwisata yang akan melacaknya. ''Kadis Pariwisata pernah saya tanya di acara Palu Nomoni dan janji akan mencari tau. Kalau benar kami akan protes ke Walikota Pak Hidayat,'' janjinya.

Visi pemerintahan Kota Palu yang memberi titik tekan pada Kota Jasa Berbudaya Beradat berlandaskan Iman dan Taqwa salah satunya adalah memelihara situs situs religi dan budaya sebagai kekayaan warga Kaili. Salah satu adalah akan menetapkan Kecamatan Palu Barat sebagai kawasan religi.

Mengingat di kecamatan paling tua di Kota Palu itu terdapat sejumlah makam para tokoh agama dan budaya. Misalnya; makam Guru Tua - Habieb Salim Al Jufrie dan perguruan Islam Al Khaeraat, makam Dato Karama - pembawa syiar Agama Islam di Palu dan sekitarnya, makam tokoh Kaili pertama yang menjadi murid Dato Karama, Mpue Njidi.

Selain itu, di Kecamatan Palu Barat juga berdiri hingga kini perguruan pendidikan Islam dari TK sampai perguruan tinggi Al Khaeraat dan IAIN Palu. Warga luar yang baru berkunjung ke Palu, bila melancong dan menikmati suasana Palu Barat pasti akan berbeda dengan wilayah Palu lainnya. Terlebih bila berjalan di sepanjang Jalan Sis Al Jufrie. Kita pasti banyak menemukan busana muslim dan banyak laki-laki yang menggunakan sarung sebagai penanda warga muslim.

Perkembangan Palu Barat saat ini mulai tertantang perkembangan zaman. Seiring dengan perkembangan modernisasi, Palu Barat saat ini mulai diusik dengan dibukanya Tempat Hiburan Malam (THM). Ironinya, THM dengan nama D Cube itu berada di lantai atas Palu Grand Mal (PGM) di sekitar Jalan Cumi-cumi Palu Barat.
THM ini hanya berjarak 300 meter dari IAIN Palu yang dulu dikenal IAIN Dato Karama.

Sebaiknya, pemerintah kota menata hal itu. Agar kepentingan Palu Barat sebagai Kecamatan Religi tidak dikotori dengan hal-hal yang kontra produktif dengan nilai nilai keagamaan dan budaya. Pemkot dapat menata Cluster kota yang akan menjadi kota jasa. Hingga dapat mencerminkan kota cerdas. Bukan kota 'segudang mimpi yang paradok' dengan visi misinya.

Seperti diberitakan salah satu media cetak (Palu Nomoni) pada edisi Esklusif-nya, dalam hasil investigasinya menyebutkan, bahwa THM D'Cube tiap hari buka di malam hari hingga pukul 03.00 wita dini hari. Bahkan di malam jumat, hiburan dengan dancer, DJ juga menyuguhkan minuman keras.

Sementara itu, salah seorang civitas akademika  IAIN Palu Muhdar Ibrahim menilai bila memang benar ada THM di PGM ia sangat menyayangkan. Baginya, hal itu sama sja dengan mencoreng Kecamatan Riligi yang tengah digagas Pemkot bekerja sama dengan IAIN Palu.

Muhdar juga mengingatkan, jika hal itu dibiarkan maka kecamatan religi yang digagas Walikota Palu hanya akan menjadi slogan semata.(***)

Rep; Agus Manggona
Red; Sutrisno

Akhirnya Blackberry Menyerah, Hentikan Produksi Smartphone

CEO Blackberry, John Chen.

Jurnalsulteng.com – Setelah 14 tahun bertahan di industri ponsel pintar dan sempat menjadi pemimpin pasar, Blackberry akhirnya memutuskan untuk benar-benar meninggalkan bisnis perangkat pintar itu. Butuh waktu setahun bagi Blackberry untuk memutuskan hal ini.

Sejatinya, niat Blackberry untuk tidak lagi memproduksi ponsel telah ada sejak setahun lalu. Dilansir melalui BBC, Kamis (29/9/2016), dalam situs resminya, perusahaan asal Kanada itu mempertegas posisi perusahaan sebagai produsen software. Hanya software.

"Software adalah Blackberry yang baru," tulis situs resmi Blackberry.

Situs Business News Network (BNN) Kanada, menyebut CEO Blackberry pun sudah menyatakan hal ini. Bahkan, mereka bersiap untuk melakukan pengurangan karyawan (pemutusan hubungan kerja/ PHK), karena tidak lagi mengurus divisi perangkat mobile.

"Kami telah memutuskan untuk tidak lagi memproduksi perangkat hardware. Hanya hardware. Kami percaya, ini merupakan cara terbaik untuk meraih keuntungan di bisnis perangkat," ujar CEO Blackberry, John Chen.

Dikatakan Chen, produksi smartphone akan dilimpahkan kepada mitra Blackberry yang ditunjuk. Ini secara tidak langsung akan mengurangi pengeluaran Blackberry, termasuk menghilangkan kebutuhan distribusi perangkat, melakukan pengurangan karyawan, dan mengurangi biaya peralatan.

"Daftar yang panjang untuk bisa berhemat," kata Chen.

Pengurangan karyawan ini merupakan langkah selanjutnya bagi Blackberry, yang memutuskan untuk menggandeng mitra outsource dalam memproduksi ponsel. Mereka yang akan terkena PHK adalah para pekerja di divisi logistik dan perbaikan.

Langkah Blackberry ini diambil, karena adanya hasil yang tidak memuaskan pada penjualan smartphone kuartal terakhir. Pada kuartal kedua tahun fiskal Blackberry, yang berakhir 31 Agustus, perusahaan itu melaporkan hanya menjual 400 ribu unit smartphone, termasuk smartphone Priv berbasis Android, dan DTEK50 yang dijual seharga U$271, atau Rp3,5 jutaan.

Di Indonesia, Blackberry mendirikan perusahaan patungan bernama PT BB Merah Putih untuk lisensi software perangkat. Sedangkan produksi smartphone berbasis Android mengandalkan software BB, akan digarap oleh PT Tiphone Indonesia. (***)

Source; VIVA.co.id

PT. KSG Belum Berikan Konpensasi untuk Petani Plasma di Morut

Petani sawit (Ilustrasi)

Palu, Jurnalsulteng.com - Petani plasma di Kabupaten Morowli Utara (Morut), Provinsi Sulawesi Tengah mengeluh hingga kini mereka belum juga menerima konpensasi lahan dari pihak perusahaan perkebunan kepala sawit yang manfaatkan lahan petani.

"Sudah berjalan delapan tahun terakhir ini, PT Kirana Sinar Gemilang (KSG) belum juga memberikan biaya konpensasi atas lahan masyarakat yang digunakan untuk kebun sawit," kata E Mangkinda, tokoh masyarakat asal Desa Po`ona, Kecamatan Lemboraya, Rabu (28/9/2016).

Ia mengatakan khusus di Desa Po`ona ada sekitar 150 petani plasma sawit yang tanahnya digunakan untuk pengembangan komoditas perkebunan tersebut.

Data sementara untuk penanam sawit tahap pertama sekitar 500 hektare.

Perjanjian awal dengan anak perusahaan dari PT Sinar Mas, jika sawit sudah berhasil, maka petani plasma pemilik lahan akan menerima konpensasi dari perusahaan.

Namun, kata Mangkida yang juga Ketua BPD Desa Po`ona, hingga kini pihak perusahaan belum juga merealisasi biaya konpensasi dimaksud.

"Kami sudah pernah bertemu dengan pimpinan PT Kirana Sinar Gemilang dan perusahaan tetap bersedia memenuhi hak-hak petani plasma, tetapi belum juga direalisasi," katanya.

Alasan dari perusahaan itu, kata Mangkinda, sawit yang dikembangkan di areal lahan masyarakat di Desa Po`ona maupun desa-desa lainnya di Kecamatan Lemboraya, Kabupaten Morowali Utara belum merata berbuah.

Pihak perusahaan sebelumnya telah sepakat untuk bagi hasil dengan para petani plasma 65-35 persen.

Dalam pertemuan dengan pihak perusahaan dan pemerintah kecamatan dan desa, juga disepakati segera membentuk koperasi petani plasma.

Pembentukan koperasi dimaksud juga hingga kini belum terealisasi. Bahkan dalam pertemuan petani meminta perusahaan sawit untuk tidak menebang tanaman-tanaman produktif yang ada di setiap lahan milik petani.

Tetapi dalam kenyataannya, ada sebagian tanaman produktif milik masyarakat juga ikut ditebang. "Ini jelas merugikan petani,"katanya.

Hal senada juga disampaikan Manda, seorang petani dan tokoh masyarakat di Kecamatan Lemboraya.

Ia membenarkan ratusan petani plasma sawit di wilayah tersebut hingga kini terus mempertanyakan soal konpensasi bagi hasil produksi sawit yang sempai sekarang ini belum juga direalisasi pihak perusahaan.

Ia juga mengatakan sebelumnya, saat penggodokan calon petani plasma (CPP) antara perusahaan dengan aparat pemerintah desa sama sekali tidak melibatkan BPD dan LPM Desa Po`ona.

"Penggodokan CPP hanya melibatkan pihak perusahaan dengan aparat pemerintah desa. Kami dari BPD dan LPM tidak pernah diikutsertakan," katanya dengan nada kecewa.

Menurut dia, seharusnya dalam penentuan CPP perlu melibatkan semua pihak, termasuk BPD dan LPM setempat.

Kabupaten Morowali Utara merupakan daerah pengembangan sawit dan karet di Provinsi Sulteng. Struktur tanah dan iklim sangat cocok untuk budidaya tanaman perkebunan sawit dan karet.(***)

Source; Antara 

Jurnalsulteng.com on Facebook

 
Developed by : Darmanto.com
Copyright © 2016. JURNAL SULTENG - Tristar Mediatama - All Rights Reserved
Template by Creating Website
Proudly powered by Blogger