>
Headlines News :

Latest Post

Batalkan Pertemuan, BEM: Jokowi Pembohong!

Written By Jurnal Sulteng on Monday, 25 May 2015 | 7:25:00 p.m.

[Ilustrasi]


Jakarta, Jurnalsulteng.com- Pembatalan sepihak yang dilakukan Presiden Joko Widodo atas rencana pertemuan dengan mahasiswa di Istana mendapat kecaman dari sejumlah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Kepastian pembatalan tersebut disampaikan secara langsung melalui Menteri Sekretaris Negara Pratikno.

Batalnya rencana pertemuan antara Jokowi dengan mahasiswa itu membuat tagar #JokowiBohong berseliweran di Twitter. Padahal, janji itu disampaikan secara langsung oleh Kepala Kantor Kepresidenan Luhut Pandjaitan dalam demonstrasi pada 21 Mei lalu.

"Mensesneg menyampaikan kepada kami bahwa Presiden Jokowi baru bisa menemui Mahasiswa pada hari Senin, 25 Mei 2015, Pk. 08.00. #JokowiBohong," tulis Ketua BEM UI Andi Aulia Rahman melalui twitternya, Minggu (24/5/2015).

"#JokowiBohong akhirnya benar-benar kejadian. Sabtu malam kemarin, Presiden melalui Mensesneg membatalkan agenda pertemuan besok (hari ini) dengan sepihak," lanjutnya.
Cuitan yang diberi tagar #JokowiBohong itu kini menjadi trending topic di tanah air.

"Jokowi banyak mengumbar janji akan tetapi selalu ingkar janji. #JokowiBohong," tulis akun @BEMUNDIP_Sospol.[***]

Sumber; Merdeka

Halalkan Tambang Ilegal, Jatam Kecam Kadis ESDM Sigi

Ilustrasi
Palu, Jurnalsulteng.com- Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) Sulteng, mengecam pernyataan Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Kabupaten Sigi, H. Anus Latjinala, S.Sos, MM beberapa waktu lalu, yang menyatakan bahwa Perusahaan Galian C PT. Nokilalaki Sembada, yang belum memiliki izin operasi produksi dan UKL/UPL di daerahnya, dapat menguntungkan daerah tersebut.

Kecaman Jatam terhadap Kadis ESDM Sigi itu disampaikan Manager Riset dan Database Jatam Sulteng, Ramadhani, dalam rilisnya yang diterima Jurnalsulteng.com, Senin (25/5/2015).

Menurut Ramadhani, pernyataan tersebut dapat menyesatkan. Karena pada intinya, setiap perusahaan pertambangan yang akan mengeksploitasi bahan galian, wajib memiliki Izin dan UKL/UPL, sebagaimana yang tertuang dalam peraturan perundang-undangan, khususnya Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009, Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Jika Kabupaten Sigi menerima royalti dari perusahaan tambang illegal kata Ramadhani, berarti pemerintah telah melegitimasi perusahaan yang melakukan tambang illegal. Selain itu, berarti pemerintah selama ini menerima pajak illegal.

“Ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Aparat kepolisian dan jajaran pemerintah terkait wajib  mengusut kasus ini,” ujarnya.

Dikatakannya, dalam UU No. 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, yang menyebutkan, bahwa AMDAL dan UKL/UPL merupakan salah satu instrumen pencegahan pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup. Selain itu,  Amdal dan UKL/UPL merupakan persyaratan untuk penerbitan izin lingkungan.

Sehingga dari  bunyi beberapa pasal tersebut ada pengaturan yang tegas yang diamanatkan dalam UU No. 32 Tahun 2009, yaitu dikenakannya sanksi pidana dan perdata terkait pelanggaran bidang AMDAL.

Pasal-pasal yang mengatur tentang sanksi-sanksi tersebut, yaitu: Sanksi terhadap orang yang melakukan usaha/kegiatan tanpa memiliki izin lingkungan; Sanksi terhadap pejabat yang memberikan izin lingkungan yang tanpa dilengkapi dengan dokumen AMDAl atau UKL-UPL.

Dari situ, bisa dilihat bahwa pihak perusahaan PT. Nokilalaki Sembada dan Kadis ESDM Kabupaten Sigi, wajib untuk diperiksa oleh pihak kepolisian.
Ini tindakan anarki bagi sektor Sumber Daya Alam di Kabupaten Sigi. Kalaupun royaltinya ada, apakah royalti itu masuk ke kas daerah sebagai bentuk Pendapatan Asli Daerah. Atau di selewengkan pihak-pihak tertentu. Ini patut untuk dipertanyakan.

"Olehnya, sekali lagi kami mendesak  Kepolisian dan pihak-pihak terkait lainnya, mengusut kasus perusahaan tambang yang melakukan kegiatan eksploitasi namun tidak dilengkapi dengan IUP beserta UKL/UPL," tegasnya.[***]

Wartawan; Sutrisno
Editor; Agus M 

Cara Mengoneksikan Perangkat Android ke TV


Cara Mengoneksikan Perangkat Android ke TV

Meski smartphone atau tablet Android memiliki ukuran layar cukup besar, namun kadang kala masih terasa kurang. Terlebih saat ada konten menarik dan ingin menyaksikannya bersama teman-teman. Terbayang bukan, layar 5 inch dilihat oleh lima orang atau lebih. Solusinya, mencari layar yang lebih besar, yakni TV. Persoalannya, bagaimana mengonkesikan perangkat Android ke TV? Caranya cukup mudah kog. Berikut Pricebook paparkan triknya;
Ada dua opsi yang dapat dipilih. Petama menggunakan kabel dari perangkat smartphone atau tablet yang dikoneksikan ke TV. Kedua memakai koneksi wireless dari teknologi Miracst Google. Mana yang tepat untuk Anda, dapat mencari tahu lewat pertanyaan berikut
  1. Apakah smartphone dan TV mendukung Miracast?
  2. Apakah smartphone atau tablet memiliki port output video? Tipenya seperti apa?
  3. Apakah Anda bersedia membayar sebuah dongle, jika TV tidak memiliki dukungan pada teknologi Miracast?
Berbekal jawaban di atas Kita akan masuk ke tahap selanjutnya.
Koneksi kabel
Kabel HML
Anda memerlukan kabel yang sesuai untuk ponsel Anda. Opsinya adalah:
  1. Micro HDMI ke HDMI.
  2. MHL. Kabel ini memiliki dua konektor, MicroUSB ke HDMI. Pastikan pula smartphone mendukung fitur MHL, karena tidak semuanya menyediakan dukungan teknologi ini.
Perlu juga diperhatikan, untuk melakukan koneksi melalui kabel, pastikan perangkat Anda sudah menggunakan Android versi 4.2 ke atas. Barulah hubungkan perangkat Android ke televisi menggunakan kabel yang sesuai. Seketika apa yang ditampil di layar Android akan kita liat di televisi. Pindah ke orientasi landscape agar mengikuti bidang layar televisi sehingga sempurna untuk dilihat.
Miracast
Bila menggunakan Miracast, penyetingannya memang sedikit rumit. Jika televisi tidak memiliki fitur Miracast. Maka kita membutuhkan Miracast dongle atau receiver. Setelah itu, kita harus membuka Setting pada perangkat Android. Lalu pilih Display > Wireless Mirroring or Cast Screen. Ubah ke posisi On. Tunggu beberapa saat, kita akan melihat daftar jaringan Miracast dari televisi atau dongle. Setelah menekan jaringan Miracast yang sesuai, perangkat Android akan menstabilkan koneksi, tunggu beberapa saat. Semua tampilan di layar Android akan kita lihat di televisi.
Opsi Lain
  • All share
  • Chromecast
  • Wi-Di
Samsung memiliki AllShare Play yang dapat berbagi layar secara wireless antara ponsel/tablet dan televisi yang mendukung. Google mempunyai perangkat bernama Chromecast yang merupakan receiver wireless yang dicolokkan ke televisi dan dapat terkoneksi WiFi. Memungkinkan Anda melakukan streaming ke TV dari berbagai jenis ponsel, tablet, komputer dalam satu jaringan. Kemudian Intel Wireless Display atau Wi-Di yang memungkinkan pengguna perangkat Android ke TV atau proyektor untuk berbagi konten musik, foto, video dan lainnya.
Sumber: Pricebook
Perbandingan harga terbaik di Indonesia di Pricebook.co.id

Lonceng Kematian Rakyat Papua Semakin Nyata

Foto: RMOL
Jakarta, Jurnalsulteng.com- Pemerintah dinilai telah gagal melaksanakan pembangunan di Papua. Undang-Undang No 21 tentang Otonomi Khusus Papua yang diharapkan dapat mengangkat hak hidup warga bumi Cenderawasih tidak diimplementasikan secara berkelanjutan dan komprehensif oleh pemerintah selama 15 tahun belakangan.

Demikian disampaikan sekjen DPP Asosiasi Mahasiswa Pegunungan Tengah Papua se-Indonesia (AMPTPI) Januarius Lagoan kepada media di Jakarta, Senin (25/5/2015).

"Lonceng kematian rakyat yang di dalamnya ada suku Papua-Melanesia semakin nyata. Pelan dan pasti rakyat Papua ada dalam ancaman kepunahan," tegas Januarius.

Dia mengatakan kepunahan tersebut terjadi karena bias dan tidak ada keperpihakan serta politcal will untuk membangun Papua oleh pemerintah pusat sejak 1 Mei 1963.

"Papua harus diselamatkan," katanya memperingatkan.

Dalam rangka menyelamatkan Papua, pada 18-22 Mei telah dilaksanakan kongres AMPTPI yang dihadiri oleh 550 anggota dari seluruh Indonesia. Kongres tersebut juga dihadiri oleh Ketua DPRD Papua, Ketua Sinode Kingmi Papua dan Ketua Dewan Adat Paniai.

Di tempat yang sama mantan Sekjen AMPTPI Markus Haluk membeberkan dalam kongres tersebut dibahas soal politik, HAM, Kemanan, PT Freeport dan kebijakan pembangunan oleh pemerintah daerah dan pusat. Dari kongres dihasilakan delapan rekomendasi yang akan diserahkan pada pemerintah pusat, provinsi, kabupaten dan PT Freeport untuk melakukan tindakan penyelematan khususnya di wilayah pengunungan tengah dan papua secara umum.

"Diantara rekomendasi tersebut salah satunya mendesak pemerintah Indonesia segera bentuk Komisi Pemantauan dan penyeledikan kasus HAM penembakan di Paniai pada 2014, Yakuhimo pada 2015, Wamena pada 2003 dan Wasior pada 2003. Pelakunya seger disidagkan di pengadilan HAM," demikian Markus.[***]

Sumber; Rmol

8 Pemain Ini Siap Tinggalkan Liga Inggris



Jurnalsulteng.com- Jelang musim berakhir, selalu ada pemain yang datang dan pergi. Entah karena pensiun atau berganti klub. Namun, cerita menarik kerap mengiringi kepergian mereka.

Penggemar Liga Inggris dipastikan tak akan lagi menyaksikan aksi Steven Gerrard, sosoknya yang amat lekat dengan Liverpool ini harus meninggalkan negaranya untuk melanjutkan karier di Amerika Serikat.

Namun nyatanya bukan hanya Steven Gerrard saja yang akan meninggalkan liga yang disebut-sebut sebagai ajang paling kompetitif di dunia.

Berikut empat pemain yang sudah pasti hengkang, sementara masa depan empat pemainnya lagi masih abu-abu. Berikut rangkuman yang dikutip dari Bola.com.


1. Steve Gerrard

Seperti diketahui sebelumnya, Gerrard akan memperkuat Los Angeles Galaxy di kompetisi MLS musim depan, mengikuti sejumlah pemain Inggris lainnya seperti David Beckham dan Frank Lampard.

Gerrard pun akan segera merasakan gemerlapnya pesona kota Los Angeles, industri film, budaya, dan glamor selebriti.

2. Frank Lampard

Sama seperti Gerrard, Lampard pun akan segera mengangkat kopernya ke Amerika Serikat dan membela New York FC. Super Frank pun meninggalkan Inggris dengan catatan sebagai gelandang tersubur Britania Raya dengan 258 golnya.

3. Sylvain Distin

Hijrah ke Liga Inggris pada tahun 2001 membuat Distin paham betul bagaimana atmosfer Liga Primer. Kini memasuki penghujung musim keenamnya bersama Everton, pria berusia 37 tahun itu memutuskan untuk kembali ke negara asalnya, Prancis.

4. Brad Friedel

Kiper yang kini telah berusia 44 tahun itu tampaknya akan mengakhiri kariernya di dunia sepakbola. Friedel berencana akan pensiun di akhir musim ini setelah 17 tahun berkiptah di Liga Inggris.

5. Radamel Falcao

Belum tahu apakah Falcao akan meninggalkan Manchester United musim ini atau tidak. Tiba di Inggris dengan status striker paling ganas, nyatanya ia tak mempu menjinakkan kerasnya persaingan Liga Inggris.

Falcao hanya mampu mencetak empat gol saja, hal yang sangat di luar harapan manajer Louis Van Gaal. Satu hal yang memprihatinkan lagi, Falcao tampaknya terlihat lebih kurus sejak bermain untuk MU.

6. Angel Di Maria

Dibandrol dengan harga setinggi langit sejak didatangkan dari Real Madrid, performa Angel Di Maria melempem layaknya pemain 'kelas' dua.

Sempat mentereng di awal musim dengan mencetak tiga gol dan membukukan empat assist, namun Di Maria harus 'tenggelam' sejak diusir wasit akibat kartu merah yang didapatnya kala melawwan Arsenal di Piala FA. Sejak saat itu, Di Maria belum pernah bermain lagi.

7. Didier Drogba

Legenda Chelsea ini mungkin masih diberikan satu musim lagi untuk bertahan di Stamford Bridge. Namun tak dapat dipungkiri The Blues mungkin saja akan melepas pemain asal Pantai gading itu secepatnya.

8. David De Gea

Akankah De Gea bertahan di Manchester United? Jawaban atas pertanyaan tersebut mungkin bisa ditebak dengan pernyataan De Gea yang sebelumnya mengaku tertarik bermain di klub sebesar Real Madrid.[***]

Sumber; Bola


Gubernur Resmikan Pusat Pengembangan Kakao di Kasimbar

Gubernur Longki Djanggola menandatangi prasasti persemian Pusat Pengembangan Kakao di desa Tovalo, Kecamatan Kasimbar, Kabupaten Parigi Moutong, Minggu (24/5/2015). [Foto; Trisno/JurnalSulteng]


Palu, Jurnalsulteng.com- Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Longki Djanggola meresmikan Cocoa Development Centre (CDC) yang akan dijadikan sebagai Pusat Pengembangan Kakao di Desa Tovalo Kecamatan Kasimbar, Kabupaten Parigi Moutong, Minggu (24/05/2015).

“Saya menyambut baik upaya PT Mars untuk melakukan pembinaan petani untuk meningkatkan produksi kakao di daerah ini.  Saya berharap, bukan hanya memikirkan peningkatan produksi, tapi bagaimana memikirkan untuk membangun pabrik pengolahan, minimal pabrik bubuk kakao,” ujar Longki Djanggola.

Menurut Longki, dengan luas lahan perkebunan kakao di Sulteng yang mencapai 200 ribu hektar, memiliki nilai ekonomis yang baik jika dibangun pabrik pengolahan kakao. "Bisa dimana saja, Palu, parigi atao kabupen laindi Sulteng," imbuh Longki.

Pusat pengembangan kakao (CDC) yang diresmikan ini merupakan upaya PT Mars Symbioscience Indonesia.

Tantangan gubernur itu tak lain agar kualitas serta nilai ekonomi dari produksi kakao Sulteng semakin meningkat dan lebih baik lagi.

“Kita pernah menjadi penghasil kakao terbesar di Indonesia. Tapi seiring dengan banyaknya hama, produksi kakao Sulteng terus menurun. halk ini karena minimnya petani kakao untuk meningkatkan produksi, mulai dari pemilihan bibit, pupuk serta manajemen,” ungkap Longki.

Menangapi tantangan gubernur itu, Director Mars Global Chocolate, Peter van Grinsven menyatakan siap untuk menindaklanjuti pelkuang yang diberikan Gubernur Longki Djanggola. Tetapi kata Peter, untuk memwujudkan semua itu, perlu dukungan infrastruktur penunjang diantaranya, ketersediaan energi listrik dan pelabuhan.

Sebelumnya, Indonesia Sustainability Manager Mars Indonesia M. Bintoro mengatakan, dibangunnya pusat pengembangan kakao ini untuk memabantu petani kakao  dalam peningkatan produksi.

“Melalui Pusat Pengembangan Kakao, Mars berupaya mengembangkan sistem dengan menjangkau petani secara langsung. Kami juga didukung supervisor handal yang mampu mendemonstrasikan sistem pertanian kakao unggul dan membantu petani, sihingg bisa meningkatkan produksi," terang Bintoro.

Dijelaskannya,  untuk bisa mencapai produksi yang tinggi, perlu menerapkan tiga hal yakni, penggunaan klon bibit unggul, pupuk yang tepat dan input pertanian dan praktek berkebun yang baik,” kata Bintoro.[***]

Wartawan; Sutrisno
Editor: Agus M

Longki Bisa Jadi Pengayom

Written By Jurnal Sulteng on Saturday, 23 May 2015 | 11:26:00 p.m.

Longki Djanggola dan HM Lutfi Lembah melakukan jabat komando usai menandatangani nota kesepakatan koalisi Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Gerindra dalam Pilkada Gubernur/Wakil Gubernur Sulteng 2015, di Kantor DPW PAN Sulteng, Sabtu (23/5/2015) malam. [Foto: Trisno/JurnalSulteng]


Palu, Jurnalsulteng.com- Ketua DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Sulawesi Tengah (Sulteng) HM Lutfi Lembah mengatakan, Longki Djanggola bisa jadi pengayom masyarakat Sulteng.

Hal tersebut dikatakan Lutfi pada penandatangan nota kesepakan Koalisi PAN-Gerindra untuk mengusung Ketua DPD Partai Gerindra Longki Djanggola pada Pilgub 2015, di Kantor DPW PAN, Sabtu (23/5/2015) malam.

"Pak Longki bisa jadi pengayom untuk masyarakat Sulteng. Karena itu layak  diusung kembali, untuk memimpin Sulteng hingga lima tahun kedepan," ujar Lutfi yang disambut aplaus kader kedua partai yang hadir.

Pada kesempatan tersebut Lutfi juga menuturkan, upaya untuk melakukan koalisi ini sudah dijajaki sejak jauh hari.

Bahkan pada 7 April 2015 kata Lutfi, Ketua DPD Partai Gerindra Sulteng, Longki Djanggola secara langsung telah menghadap Ketua Umum DPP PAN, Zulkifli Hasan di Gedung MPR RI.

“Tanggal 7 April lalu, Pak Longki secara langsung menghadap Zulkifli Hasan, untuk mengajak PAN bersama-sama dalam pemilihan gubernur,” terang Lufti Lembah.

Zulkifli Hasan selaku Ketua DPP kata Lutfi, langsung merespon keinginan Longki Djanggola. Zulkifli langsung menanyakan kekuatan kursi masing-masing di DPRD Sulteng.

Lutfi juga menuturkan, setelah disampaikan bahwa PAN memiliki 3 (tiga) kursi dan Gerindra 6 (enam) kursi,  Zulkifli mempersilakan kedua partai untuk menindaklanjuti sesuai dengan mekanisme masing-masing partai.

"Malam ini merupakan tidak lanjut hasil pertemuan dengan Ketua DPP PAN. Dengan kesepakatan ini, kita akan bersama-sama bekerja untuk memenangkan Pak Longki Djanggola,” ujar Lutfi.

Lutfi juga mengatakan, upaya koalisi ini  akan ‘ditularkan’ sampai ketingkat kabupaten/kota yang melaksanakan pilkada. “Mudah-mudahan koalisi ini bisa menular pada tingkat kabupaten/kota,” harap Lutfi.

Sementara Ketua DPD Gerindra Sulteng H Longki Djanggola menyatakan sebelum adanya nota kesepakatan ini, ia enggan mengumbar pernyataan ke publik.

“Dengan ditandatanganinya kesepakatan ini, harus ditindaklanjuti dengan pembentukan tim sukses koalisi untuk pemenangan. Selain koalisi juga pembentukan tim sukses sampai ke tingkat kabupaten/ kota,” kata Longki.

Meski sudah cukup untuk mengusung kandidat Gubernur/Wakil Gubernur di Pilgub 2015, Longki menyatakan masih membuka diri jika ada partai yang ingin bergabung di koalisi PAN-Gerindra.

“Tapi harus dibicarakan, karena kita menginginkan partai yang sejalan, bukan sebaliknya," tegas Longki.[***]


Wartawan; Sutrisno

PAN-Gerindra Sepakat Koalisi di Pilgub 2015

Ketua DPD Gerindra Sulteng Longki Djanggola dan Ketua DPW PAN Sulteng HM. Lutfi Lembah menandatangai nota kesepakatan Koalisi untuk mengusung Longki Djanggola pada Pilgub 2015, di Kantor DPW PAN Sulteng, Sabtu (23/5/2015) malam. [Foto: Trisno/JurnalSulteng]


Palu, Jurnalsulteng.com- Partai Amanat Nasional (PAN) menyepakati koalisi dengan Partai Gerindra dalam Pilkada Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) 2015. Nota kesepakatan koalisi tersebut ditandatangani Ketua DPW PAN Sulteng, HM. Lutfi Lembah dengan Ketua DPD Gerindra. Drs. H. Longki Djanggola, Sabtu (23/5/2015) malam.

Koalisi ini menyepakati untuk mengusung kembali Longki Djanggola sebagai bakal calon Gubernur Sulteng pada Pilkada Gubernur Sulteng, yang akan digelar Desember 2015 mendatang.

Ada tiga kesepakan dalam nota kesepakatan yang ditandatangai di Kantor DPW PAN Sulteng itu, yakni Koalisi kedua Partai (PAN-Gerindra) dibangun dengan mengedepankan platform, azas, visi, misi dan program partai dalam proses pembangunan di Provinsi Sulteng.

Kedua; Koalisi Partai dimaksudkan untuk memperkuat dan mengefektifkan perjuangan PAN dan Partai Gerindra, baik ditingkat wilayah/daerah, tingkat daerah/cabang, anak cabang hingga ranting.

Ketiga; untuk memperkuat dan mengefektifkan peran koalisi partai, bersepakat untuk mengusung dan mencalonkan serta memenangkan kandidat Gubernur dan Wakil Gubernur  Provinsi Sulteng Periode 2015-2020 pada Pilkada 2015.

Penandatanganan nota kesepakatan tersebut dihadiri unsur pimpinan, pengurus dan kader Partai PAN dan Partai Gerindra.

Dengan ditandataganinya kesepakatan koalisi, PAN yang memiliki 3 kursi dan Gerindra 6 kursi di DPRD Sulteng, sudah cukup untuk mengusung kadidat pada Pilkada Gubernur/Wakil Gubernur Sulteng 2015.

Sementara pada Pilkada Gubernur 2011 lalu, Longki diusung oleh Koalisi Gerindra, Hanura, PAN, PPP, PKB, Patriot dan PKS.[***]

Wartawan; Sutrisno

Harga Minyak Global Turun


Ilustrasi [Inilah.com]


New York, Jurnalsulteng.com - Harga minyak global turun pada Jumat atau Sabtu (23/05/2015). Itu karena dolar menguat terdorong pengencangan data inflasi AS dan aksi ambil untung berat setelah harga minyak mentah naik selama dua hari berturut-turut.

Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli, turun satu dolar AS menjadi berakhir di US$59,72 per barel di New York Mercantile Exchange. Minyak mentah Brent North Sea untuk Juli, acuan kontrak berjangka global, ditutup pada US$65,37 per barel di London, turun US$1,17 dari penyelesaian Kamis.

Departemen Tenaga Kerja melaporkan harga konsumen AS naik untuk ketiga bulan berturut-turut pada April. Minus pangan dan energi, indeks harga konsumen (IHK) inti naik 0,3 persen, kenaikan terbesar sejak Januari 2013. Euro jatuh menjadi US$1,104 dalam perdagangan sore, dari US$1,1112 pada Kamis sore. Sebuah greenback yang kuat meningkatkan biaya minyak yang dihargakan dalam dolar.

Analis mengatakan bahwa pedagang juga tampak membukukan keuntungan menjelang liburan panjang akhir pekan, pasar ditutup pada Senin di Amerika Serikat dan di beberapa negara-negara Eropa, termasuk Inggris dan Prancis. Data jumlah rig dari perusahaan jasa minyak Baker Hughes AS yang dipantau secara ketat, turun hanya satu rig dalam satu pekan, menunjukkan mendekati berakhirnya pemotongan produksi oleh perusahaan-perusahaan minyak karena harga minyak stabil.**

Sumber; Inilah

Ditusuk Lelaki Tegap, Aktivis Lingkungan Tewas di Kemang

Jopi Peranginangin. [Facebook]


Jakarta, Jurnalsulteng.com- Jopi Peranginangin, yang dikenal sebagai aktivis lingkungan, Sabtu (23/5/2015) dini hari tadi tewas ditusuk seseorang pria di sebuah kafe di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Jopi dikabarkan ditusuk dengan menggunakan bayonet.

Ucapan belasungkawa pun mengalir dari rekan-rekan Jopi lewat media sosial. Wajar saja, Jopi dikenal sebagai pengguna aktif media sosial. Di Twitter, dia kenal sebagai selebtwit dengan akun @redjopi.

"Selamat jalan kawan @Redjopi #RIPJopi," tulis Kadir Wokanabun lewat Twitter, Sabtu (23/5/2015).

"Buat teman-teman, gimana kronologi kematian sahabat kita?" kata Harry Setiawan di dinding akun Facebook Jopi Peranginangin.

Informasi yang dihimpun merdeka.com, Jopi meninggal dunia setelah dibawa ke RS Pertamina pagi tadi sekitar pukul 06.00 Wib. Belum diketahui siapa pembunuh korban. Namun yang jelas kasus ini sudah ditangani oleh pihak kepolisian.

Di dunia aktivisme, Jopi dikenal terafiliasi dengan sejumlah lembaga swadaya masyarakat seperti Sawit Watch dan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (Aman).

Cek CCTV 

Pelaku penusukan hingga kini masih misterius. Beberapa saksi yang diperiksa oleh pihak kepolisian mengaku tak mengenali laki-laki berbadan tegap yang menusuk korban di bagian bahu belakang dengan menggunakan senjata tajam.

Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Pol Wahyu Hadiningrat mengatakan, hingga kini belum diketahui persis siapa pelaku pembunuhan Jopi.

Olah TKP yang dilakukan di Venue Bar and Lounge di Kemang, Jakarta Selatan, polisi masih mendalami beberapa bukti, dari hasil rekaman CCTV kafe.

"Kita usahakan dari CCTV untuk mengetahui ciri-ciri pelaku," kata Wahyu, di lokasi kejadian, Sabtu (23/9),

Wahyu melanjutkan, belum bisa dipastikan apakah pelaku melakukannya sendiri atau lebih dari satu orang. Sementara senjata tajam yang dipakai pelaku pun tidak ditemukan di lokasi kejadian.

"Belum bisa terindentifikasi apakah kawanan atau sendiri. Nanti itu dari CCTV bisa terungkap," ujarnya.[***]


Sumber; Merdeka




Jurnalsulteng.com on Facebook

 
Developed by : Darmanto.com
Copyright © 2015. JURNAL SULTENG - CV Tristar Mediatama - All Rights Reserved
Template by Creating Website
Proudly powered by Blogger