>
Headlines News :

Latest Post

PT. HIP Dinilai Memberangus Serikat Pekerja

Written By Jurnal Sulteng on Tuesday, 28 April 2015 | 6:49:00 a.m.

Pekerja perkebunan sawit [Ilustrasi]


Palu, Jurnalsulteng.com- PT Hartati Inti Plantation (HIP) dinilai telah melakukan pelanggaran UU No 2001 tentang serikat pekerja, dengan melakukan pemberangusan serikat pekerja perkebunan sawit yang beroperasi di Kecamatan Bukal Kabupaten Buol

“Kami meminta kepada pemerintah provinsi agar menegur dan memproses tindakan perusahaan yang melakukan PHK sepihak serta mendesak perusahaan agar segera mempekerjakan kembali 4 orang pimpinan Serikat Pekerja Perkebunan Sawit (SPPS) yang di PHK sepihak”, kata Gifvents, SH Koordinator Front Perjuangan Rakyat (FPR) Sulawesi Tengah dalam rilis yang diterima media ini Senin (27/4/2015) sore.

Ke-empat orang tersebut yakni Supardi (Ketua SPPS), Edo Siswadi (Sekertaris SPPS), Syarifudin T. Laudi (Bendahara SPPS), Maskur Sappe (Koordinator SPPS Divisi Pabrik). Mereka di PHK oleh perusahaan karena pada kamis (16/0415) lalu, melakukan aksi mogok menuntut kenaikan upah.

Akibat PHK tersebut, pada Jumat (17/04/15) terjadi lagi aksi di depan pabrik yang menuntut perusahaan agar mempekerjakan kembali 4 orang pimpinan serikat pekerja, namun aksi tersebut dihalangi oleh satpam perusahaan dibantu anggota brimob sulteng dan sekitar 20 orang TNI, sehingga terjadi bentrokan.

Setelah bentrokan terjadi, pihak perusahaan, Disnaker Kabupaten Buol dan anggota serikat pekerja berhasil pada malamnya melakukan dialog, yang menghasilkan kesepakatan bahwa bentrok saling pukul antara satpam dan serikat pekerja dianggap selesai dan tidak ada lapor melapor selain itu tidak ada lagi intimidasi yang dilakukan oleh perusahaan kepada serikat pekerja.

Namun Senin (21/04/15) seorang anggota serikat pekerja bernama Rusli Baculu ditahan oleh Polres Buol berdasarkan laporan dari seorang satpam PT HIP dengan tuduhan kasus pengeroyokan pada tanggal 17 saat bentrokan terjadi.

Pada 18/04/15 seorang anggota serikat pekerja yang juga mengalami pengeroyokan oleh satpam PT HIP pada saat bentrokan terjadi, melaporkan kasus yang sama ke Polsek Momunu, namun sampai hari ini Satpam tersebut tidak ditahan.

Dari kronologis diatas bahwa jelas ada upaya pemberangusan serikat pekerja oleh perusahaan di PT HIP dan meminta polisi agar tidak memihak dalam penanganan pelaporan kasus tersebut, agar tidak terjadi hal-hal yang menimbulkan gesekan yang lebih besar lagi.[***]


Sumber: Kabarselebes

Sekarang Chatting di BBM Tak Perlu Invite PIN Terlebih Dahulu



Jurnalsulteng.com- BlackBerry baru saja merilis update terbaru di aplikasi messengernya untuk Android dan juga BB OS 10 yang membuat pengguna bisa saling bercakapan tanpa perlu melakukan mengundang teman lewat PIN BlackBerry Messenger.

Dilansir FoneArena (27/4/2015), pada Sabtu lalu, update terbaru ini resmi dirilis dengan membawa fitur baru yang membuat BlackBerry Messenger kini dibekali dengan dua kategori kontak baru, yaitu Kontak dan BBM Kontak.

Kategori Kontak sendiri hadir sebagai fitur baru yang membuat pengguna bisa mendapati siapa saja orang yang ada di dalam kontak dan sudah menggunakan BBM untuk bisa langsung melakukan percakapan.

Meski bisa langsung melakukan percakapan, namun kedua pengguna tak bisa saling melihat foto profil dan update status masing-masing, kecuali jika keduanya telah saling mengirim undangan pertemanan satu sama lain.

Update ini sendiri sudah bisa diunduh langsung dari Google Play Store dan juga Blackberry App Store. Sayangnya, update terbaru ini masih belum bisa dinikmati para pengguna perangkat iPhone. Namun pihak BlackBerry menyebutkan jika update ini akan segera hadir di perangkat iOS dalam waktu dekat.[****]

Sumber; Merdeka

Blok Masela, Maluku Belum Dapat Respon Positif

Blok Masela


Ambon, Jurnalsulteng.com - Gubernur Maluku Said Assagaff menyatakan perjuangan mendapatkan participating interest (PI) 10 persen Blok Masela belum mendapat tanggapan positif pemerintah, padahal Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan memberikan kepada provinsi ini.

"Perjuangan kami selama ini tidak mendapat respons positif dari pemerintah, dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Padahal Presiden SBY pada 9 Juni 2012 menegaskan penetapan pemberian PI 10 persen kepada pemerintah Provinsi Maluku," kata Gubernur Said pada pertemuan dengan Komisi VII DPR RI, di Ambon, Senin (27/5/2015).

Komisi VII DPR RI yang membidangi masalah ESDM berada di Ambon dalam rangka kunjungan kerja ke Maluku yang dipimpin oleh Ir.H Satya Yudha, MSc. Selain melakukan pertemuan dengan pemerintah Provinsi Maluku juga melakukan pertemuan dengan pihak Pertamina Cabang Ambon, PT PLN Wilayah Maluku dan Maluku Utara serta pihak terkait lainnya.

Menurut Gubernur Said, penegasan yang telah disampaikan Presiden ke-6 RI SBY ternyata tidak bisa berjalan sampai saat ini. Ia menyatakan, "Kami di Maluku bertanya-tanya, sebenarnya ada apa dengan pemerintah pusat? Apakah Maluku sudah tidak diperhitungkan bagian integral Indonesia sehingga disepelekan, apakah kami di Maluku tidak layak untuk diberikan kewenangan mengelola kekayaan di tanah kelahiran kami sendiri?"

"Apa yang saya ungkapkan ini adalah bentuk keresahan dan kekecewaan kami terhadap pemerintah pusat khususnya jajaran Kementerian ESDM. Karena itu, kami minta dukungan Komisi VII DPR RI untuk mendorong proses-proses penetapan PI 10 persen di Kementerian ESDM," katanya.

Selanjutnya, di bidang ketenagalistrikan, menurut Gubernur Said, permasalahan utama yang dihadapi pihaknya adalah rendahnya Rasio Elektrifikasi dibandingkan Rasio Elektrifikasi Nasional.

Ia mengungkapkan, pada akhir tahun 2014, Rasio Elektrifikasi Maluku mencapai 72,83 persen, sedangkan Rasio Elektrifikasi Nasional telah mencapai 81,5 persen. "Kami berharap Komisi VII dapat mencermati kesulitan ini untuk membangun sektor kelistrikan" katanya.

Pelayanan kelistrikan yang memadai, lanjutnya, sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan juga untuk mendukung sektor-sektor unggulan daerah, yang pada gilirannya akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. [***]

Sumber; Inilah


Jaga Persendian dengan Makanan Sehat

Ilustrasi



Jurnalsulteng.com- Menjaga persendian dalam tubuh adalah hal yang sangat penting. persendian tubuh yang sehat akan membuat Anda dapat bergerak dengan mudah.   Mengutip dari boldsky, Senin (28/04/2015), sendi pada tubuh kita sangat rentan dengan kehausan. Kerusakan sendi pada tubuh dapat terjadi pada semua usia.    Lantas, makanan apa saja yang dapat mendukung sendi - sendi di tubuh semakin kuat? Berikut adalah poinnya.

Ikan Salmon

Setelah usia 30 tahun, banyak manusia yang mengalami kerusakan sendi saat usia tersebut. Ikan Salmon kaya akan asam lemak omega 3. Ini sangat baik untuk mencegah kerusakan sendi dan sangat baik untuk meredakan peradangan.


Almond
   
Peradangan pada sendi untuk jangka waktu yang lama dapat menyebabkan kerusakan sendi dan membiarkan radikal bebas dalam tubuh untuk menyerang sendi.    Almond sangat melindungi membran luar sendi dari kerusakan. Almond sangat kaya akan vitamin E dan antioksidan yang dapat mencegah peradangan dan nyeri sendi.

Pepaya

Buah ini adalah salah satu makanan yang terbaik untuk sendi. Pepaya merupakan sumber yang terkaya dengan vitamin C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang yang memiliki kadar rendah vitamin C lebih rentan terhadap kerusakan sendi.    Pepaya juga kaya antioksidan yang mencegah kerusakan sendi dan peradangan.

Apel

Apel adalah buah yang kaya dengan antioksidan yang dapat membantu menjaga nyeri sendi dan kerusakan sendi. Buah ini adalah salah satu makanan terbaik.    Apel dapat membantu untuk membangun kolagen dalam sendi dan bertindak sebagai pencegah kerusakan yang disebabkan dengan tekanan yang berlebihan.

Brokoli

Brokoli adalah sayuran yang dapat mencegah kerusakan sendi dan peradangan dengan mengurangi radikal bebas dalam tubuh. Tidak hanya itu, brokoli juga kaya kalsium dan dapat mempertahankan kesehatan tulang dan sendi. [***]


Sumber; Inilah



Munchen Dipastikan Juara, Apa Kata Guardiola?

Pep Guardiola


Munchen, Jurnalsulteng.com- Bayern Munchen dipastikan menjadi juara Bundesliga musim 2014/2015 dengan menyisakan empat laga lagi. Apa komentar sang pelatih, Pep Guardiola?

Munchen dipastikan menjadi juara Bundesliga usai rival terdekat mereka, Wolfsburug, tumbang 0-1 saat menghadapi Borussia Monchengladbach, Minggu (26/4/2015).

Dengan hasil itu, Munchen memimpin klasemen Bundesliga dengan keunggulan 15 poin atas Wolfsburg. Menyisakan empat laga lagi, poin maksimal yang bisa diraih Wolfsburg hanya 12 dan tak mungkin mengejar Die Roten.

Munchen masih berpeluang meraih dua gelar lagi di Liga Champions dan Piala Jerman. Di semifinal Liga Champions, mereka akan menghadapi Barcelona, dan di semifinal Piala Jerman, mereka sudah ditunggu Borussia Dortmund.

Meski sudah menjadi juara, Guardiola takkan santai, belajar dari pengalaman musim lalu ketika mereka sudah menjadi juara menyisakan 10 laga lagi, motivasi para pemain menurun drastis.

"Kami sangat puas karena bisa mempertahankan gelar Bundesliga. Kami akan memiliki waktu untuk merayakan ini, tapi besok kami akan menjalani laga semifinal (Piala Jerman) kontra Borussia Dortmund," ungkap Guardiola, dilansir Sky Sports.

"Kami masih mengikuti kompetisi dan pertandingan selanjutnya adalah seperti final. Tentu saja kami bisa kalah, tapi ini situasi yang berbeda dibandingkan tahun lalu. Tahun ini semua pertandingan sangat dekat," mantan pelatih Barcelona itu menandaskan. [***]


Sumber; Inilah

Polman Aksi Solidaritas, Kecam Polisi BAP Wartawan

Written By Jurnal Sulteng on Monday, 27 April 2015 | 7:14:00 p.m.

Sejumlah wartwan di Polewali Mandar menggelar aksi solidaritas dan mengecam tindakan aparat polisi yang melakukan BAP saat wartawan Harian Sulbar Raya akan melakukan konfirmasi kasus mobil bodong. [Foto kiriman: Sabria MS]


Polman, Jurnalsulteng.com-  Akibat diperiksanya seorang wartawan di Polres Mamuju, pada saat melakukan konfirmasi kepada Kapolres Mamuju, membuat puluhan wartawan di Polewali Mandar (Polman), turun ke jalan untuk melakukan unjuk rasa, di jalan Poros Majene depan Lapangan Pancasila Pekkabata Kabupaten Polman.

Aksi yang diberi nama Aksi Solidaritas Wartawan yang diikuti sekira 20 wartawan dari berbagai media ini, dengan menggunakan alat peraga berupa karton yang bertuliskan Hentikan Kriminalisasi Wartawan, Peliputan Bukan Kejahatan, Pahami Kerja Jurnalis Dengan UU Pokok Pers No.40 tahun 1999.

Meskipun tidak menggunakan pengeras suara, kuli tinta yang melakukan aksi damai ini, melakukan aksi jalan mundur sembari berorasi secara bergantian. Dalam orasinya, mereka mengutuk tindakan yang dilakukan oleh pihak PolresMamuju, yang melakukan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) terhadap I Made Indrawan wartawan harian Sulbar Raya, yang datang melakukan konfirmasi kepada KapolresMamuju, terkait kasus mobil bodong.

Dalam aksi ini, Wartawan juga menuntut agar Kapolri dan Dewan Pers segera menidaklanjuti masalah ini, agar tidak menimbulkan keresahan bagi wartawan di daerah lain, dalam melakukan kegiatan jurnalisnya. Mereka berharap agar, tindakan pihak Polres Mamuju yang dinilai mencederai institusi Polri ini, tidak lagi terjadi.
Kordinator Aksi Hambiadi Hambali, menilai pihak Polres Mamuju tidak professional dalam menjalankan tugas, pihak Polres Mamuju harus menjelaskan, dalam kapasitas apa I Made Indrawan di BAP. Padahal sudah jelas diatur dalam Undang-undang Pokok Pers No.40 bahwa wartawan tidak bisa dimintai keterangan atau menjadi saksi terkait berita yang ditulisnya.

“Kalau kejadian seperti ini tidak segera ditindaklanjuti, maka pihak Kepolisian akan sangat sibuk mem BAP wartawan, karena begitu banyak wartawan yang melakukan konfirmasi setiap hari. Konfirmasi bukan suatu tindak kejahatan, ini adalah satu bentuk kriminalisasi terhadap wartawan,” ujarnya.

Lanjutnya, kalau dibiarkan terjadi, maka tidak tertutup kemungkinan kejadian ini akan terulang, bahkan bisa terjadi di institusi lainnya. Hal itu akan berdampak pada hilangnya kebebasan pers, padahal Pers adalah pilar keempat demokrasi di negeri ini serta dilindungi oleh Undang-undang.

Aksi unjuk rasa damai yang berlangsung sekira 20 menit ini, mendapatkan pengamanan dari puluhan aparat Polres Polman. Pendemo dan aparat Polres Polman yang melakukan pengamanan terlihat akrab. Usai melakukan aksi demonya, puluhan wartawan ini lalu membubarkan diri dengan tertib.[SR/*]

Editor: Sutrisno

Dikecam Negara Asing, Konsistensi Indonesia Sedang Diuji

Ilustrasi

Jakarta, Jurnalsulteng.com- Meski mendapatkan tekanan dari Perancis, Australia bahkan Sekjen PBB Ban Ki Moon, pemerintah diminta tak gentar untuk melaksanakan hukuman mati terhadap terpidana kasus narkotika.

Pemerintah dalam hal ini, tak seharusnya mengendurkan kebijakan untuk melaksanakan hukuman mati terhadap terpidana gembong narkoba.

Guru Besar Hukum Internasional dari Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana mengatakan, Indonesia harus tetap menjalankan hukuman mati itu. Apalagi Indonesia sedang diuji konsistensinya oleh negara-negara di Asia-Afrika.

"Indonesia yang baru saja sukses menyelenggarakan KAA sedang diuji apakah pelaksanaan kedaulatan negara hanya sebatas retorika atau betul-betul direalisasikan," kata dia ketika dihubungi, Senin (27/4/2015).

Dia mengatakan, pada prinsip nonintervensi terhadap negara-negara di Asia dan Afrika merupakan prinsip yang masih relevan pada masa kini dan pada saat Indonesia akan melaksanakan hukuman mati.

Sekali pemerintah mundur dari kebijakan ini, sambung dia, maka Indonesia akan menjadi bahan tertawaan karena dianggap tak mampu melaksanakan prinsip yang terdapat dalam Dasa Sila.

Menurut dia, protes pemerintah Perancis dan Australia tidak lebih dari sikap negara yang tidak mengenal hukuman mati. Agar pemerintahnya dapat mempertanggungjawabkan mandat yang diberikan rakyatnya maka mereka harus menyuarakan protes, bahkan ancaman atas pelaksanaan hukuman mati.[***]

Sumber; Aktual.co

Huawei Siap Rilis 3 Smartphone Honor 4C Sekaligus

Ilustrasi

Jurnalsulteng.com- Huawei diperkirakan akan merilis tiga smartphone sekaligus dalam sebuah acara yang rencananya akan digelar di Beijing, China, Selasa besok. Benarkah?

Pekan lalu, Huawei telah mengirimkan undangan untuk sebuah acara pada 28 April 2015 yang mengindikasikan bahwa mereka akan merilis smartphone kelas menengah terbaru bernama Honor 4C. Namun, sebuah kabar terbaru menyebutkan bahwa tak hanya satu perangkat Honor 4C yang disiapkan Huawei, melainkan ada tiga. Apa saja?

Sebuah bocoran foto mengungkap tampilan dari tiga model smartphone Honor 4C yang diperkirakan merupakan model dari Honor 4C Play, 4C Note, dan 4C Max. Meskipun tidak terlihat begitu jelas, namun bisa diduga bahwa ketiganya memiliki ukuran layar yang berbeda-beda.

Hingga kini, baru Honor 4C Play saja yang bocoran spesifikasinya sudah terungkap ke publik. Smartphone ini disebut bakal tampil dengan layar 5 inci bersolusi HD 720p, chipset Kirin 620 dengan prosesor octa-core, RAM 2GB, dan memori internal berkapasitas 8GB yang dapat diperluas dengan kehadiran slot kartu microSD.

Honor 4C Play kabarnya juga akan dilengkapi dengan kamera utama 13 megapiksel, kamera depan 5 megapiksel, baterai berkekuatan 2550mAh, dan berjalan menggunakan sistem operasi Android 5.0 Lollipop.

Spesifikasi dua model perangkat lain belum diketahui. Harapannya, Honor 4C Max akan menghadirkan resolusi layar yang lebih baik dan bentang layar yang lebih besar lagi.

PhoneArena melansir, rentang harga dari ketiga smartphone besutan Huawei ini diperkirakan akan berkisar antara US$97 (Rp1,2 juta) hingga US$161 (Rp2 juta). [***]

Sumber; Inilah

Gempa Susulan Setiap 30 Menit, Korban Tewas 3.700

Evakuasi korban gempa di Kathmandu. [Inilah]



Kathmandu, Jurnalsulteng.com- Ribuan penduduk Kathmandu yang putus asa mendirikan tenda-tenda di ruang terbuka akibat gempa susulan yang menggoyang Kathmandu rata-rata setiap 30 menit.

Hindustan Times, Senin (27/4/2015), melaporkan dalam 48 jam  terhitung sejak gempa pertama berkekuatan 7,9  terjadi 83 gempa susulan berkekuatan antara empat sampai 6,9 skala Richter dan 200 tremor kecil.

Situasi ini menyulitkan tim penyelamat menggali puing bangunan untuk menemukan lebih banyak jenasah, dan membuat masyarakat ketakutan mendekati bangunan yang relatif utuh.

Sampai Senin (27/4/2015) jenasah yang ditari ke luar dari reruntuhan berjumlah 3.700. Tim penyelamat masih mencari dan laporan dari daerah terpencil dan miskin belum masuk

Lok Bijay Adhikari, kepala Pusat Seismologi Nepal, mengatakan frekuensi guncangan cenderung turun secara bertahap. Namun, katanya, kepastian tidak ada lagi guncangan baru bisa dipastikan dalam 24 sampai 36 jam ke depan.

"Intensitas gempa susulan yang sedemikian tinggi membuat warga terpaksa tidur di tempat terbuka, atau mendirikan tenda," ujar Adhikari.

Jika dalam 36 jam ke depan tidak terjadi gempa susulan dan tremor, warga kemungkinan bis dievakuasi ke gedung-gedung yang layak huni.

Mengutip pejabat Departemen Hidrologi dan Meteorologi, Times of India menulis ancaman lain adalah hujan. Curah hujan mencapai 4mm di Kathmandu.

Jika cuaca berubah, dan hujan deras mengguyur kawasan perbukitan sekeliling Kathmandu, penduduk dipastikan menghadapi bahaya longsor. Tim penyelamat akan tidak akan bisa lagi menggali puing untuk menemukan jenasah. [***]

Sumber; Inilah

Soal IMF, Pidato Jokowi di KAA Cuma Dagelan

Jokowi

Jakarta, Jurnalsulteng.com- Presiden Joko Widodo alias Jokowi terus menunjukkan sikap inkonsistensi. Paling anyar, ketika dia mengklarifikasi pidatonya dalam Konfrensi Asia-Afrika (KAA) beberapa waktu lalu tentang IMF, ADB dan World Dunia.

Hal itu sebagaimana diutarakan Direktur Eksekutif Nurjaman Center for Indonesian Democracy (NCID), Jajat Nurjaman yang dilansir RMOL, Senin (27/4/2015).

Menurut dia, seharusnya Jokowi tidak perlu melakukan klarifikasi itu. Sebab, antusiasme masyarakat juga begitu tinggi terhadap isi pidato Jokowi tersebut.

"Sikap Jokowi tersebut tidak menggambarkan keselarasan antara perkataan dengan tindakan, padahal dia berbicara dalam forum resmi di hadapan para pemimpin negara-negara dunia," terang dia.

Dengan adanya klarifikasi tersebut, masih kata Jajat, terbukti bahwa pidato Jokowi dibuat sekedar untuk mendapatkan tepuk tangan semata. Padahal, sebagai seorang pemimpin, seharusnya Jokowi bisa memberikan contoh yang baik.

"Bisa dibayangkan bagaimana tanggapan negara-negara peserta KAA lainnya jika mengentahui apa yang diucapkan dalam pidato Jokowi di KAA ternyata hanya sebatas dagelan semata. Jokowi sama saja menjatuhkan martabat bangsa Indonesia di mata dunia," urai dia.

Memang, banyak pihak pasti menyatakan setuju apabila Indonesia tidak harus selalu bergantung kepada IMF, ADB dan World Bank. Jajat bilang, itu merupakan niatan yang baik.  Namun, perlu diingat bahwa selama ini Indonesia dan negara lain masih sering bergantung pada bantuan dari institusi tersebut.

"Jangan lupa pula bahwa hutang kita ke IMF dan World Bank masih cukup banyak. Peristiwa pidato Jokowi membuat rakyat mempertanyakan apakah konseptor dari naskah pidato tersebut benar-benar mengerti situasi hubungan Indonesia dan institusi tersebut atau hanya asal sebut," demikian Jajat. [***]

Sumber; Rmol

Jurnalsulteng.com on Facebook

Iklan Anda

 
Developed by : Darmanto.com
Copyright © 2015. JURNAL SULTENG - CV Tristar Mediatama - All Rights Reserved
Template by Creating Website
Proudly powered by Blogger