• Minggu , 11 Desember 2016

Jelang Pilkada Donggala, PK Golkar Tolak Calon Non Kader

Pengurus Kecamatan (PK) Golkar Donggala usai penandatanganan kesepakatan untuk
mengusung kader dari internal Partai Golkar pada Pilkada bupati dan wakil
bupati Kabupaten Donggala. 11 PK yang hadir pada pertemuan tersebut menolak
pencalonan non kader.Foto:Trisno

Jurnal Palu
Pengurus Kecamatan (PK) Partai Golkar Kabupaten Donggala tidak menghendaki
partai beringin tersebut mengusung calon dari luar partai pada Pilkada Donggala
mendatang.
Penolakan
tersebut tertuang dalam kesepakan sekaligus usulan yang tertuang dalam surat
keputusan bersama yang ditandatangani  11 PK
yang hadir pada pertemuan tertutup di Taipa
Beach, Minggu (10/3).
Dalam
usulan yang akan diajukan ke DPD II Partai Golkar Donggala tersebut terdapat
empat usulan yakni agar mengusung kembali, Ketua DPD II Habir Ponulele berpasangan
dengan Ir.H. Maulidin Labalo sebagai calon bupati dan wakil bupati Donggala
pada Pilkada mendatang.
Usulan
kedua yakni Ir.H. Maulidin Labalo sebagai bupati dan Ir Dani S. Waulumaya
sebagai wakil bupati. Ketiga, Ir.H. Maulidin Labalo berpasangan dengan Ahmad
Marjanu serta Ir.H. Maulidin Labalo-Abu Bakar Aljufri SE.
“Usulan
kedua sampai empat merupakan usulan alternatif, bila incumbent tidak lagi bersedia untuk maju pada Pilkada nanti. Dan
semua yang kami usulkan masih merupakan link kader Partai Golkar Donggala,”
ujar Unding Abd Majid, Ketua PK Riopakava, mewakili 10 PK yang hadir pada
pertemuan tersebut. .
Dikatakannya, bila usulan tersebut
tidak ditanggapi DPD II, maka sebagai PK mereka akan mempertimbangkan
dukunganya, serta akan kembali mengusulkan pasangan calon alternatif tersebut untuk diakomodir.
“Hal
ini kami lakukan karena Pengurus Kecamatan merupakan ujung tombak di lapangan
untuk memenangkan calon yang diusung Partai Golkar. Intinya kami akan menolak
calon dari luar kader,” jelasnya.
Selain
itu, pasangan alternatif III dan IV yang mereka usulkan yakni Ir.H. Maulidin
Labalo-Ahmad Marjanu dan Ir.H. Maulidin Labalo-Abu Bakar Aljufri SE, merupakan
pasangan keterwakilan dua wilayah di Kabupaten Donggala.
“Usulan
III dan IV adalah usulan keterwakilan wilayah barat dan wilayah selatan,”
imbuhnya.
Dari
16 PK Partai Golkar se Kabupaten Donggala, hanya lima PK yang tidak menghadiri
pertemuan tersebut. Lima PK yang tidak menghadiri pertemuan tersebut
diantaranya PK Damsol, Pinembani, Banawa Induk, Banawa Tengah dan PK Balaesang.
“Meski
ada yang tidak hadir, tetapi mereka sudah menyatakan apapun keputusan hasil
pertemuan ini akan mereka setujui,” jelas Unding.
Sebelumnya,
Wakil Sekertaris DPD Partai Golkar Kabupaten Donggala
Iksan Pattalau mengakatan, akan mendukung usulan para PK Golkar se
Kabupaten Donggala.
Menurut Ikhsan, hal ini dilakukan untuk membendung
ambisi  pihak lain atau calon non kader
menggunakan perahu Partai Golkar pada Pilkada Bupati dan wakil bupati Donggala
yang akan datang. “Usulan ini perlu didukung untuk mengakomodir usulan arus
bawah,” ujar Ikhsan.
Dikatakannya, masih banyak kader Golkar Donggala yang memiliki
kemampuan, baik dari sisi  dana maupun
kapabiliatas yang tidak perlu diragukan untuk menakhodai Kabupaten Donggala
kedepan.
“Karena itu, buat apa mengusulkan calon dari luar
partai kalau kita sendiri masih memiliki banyak kader yang mampu. Ini juga sebagai
bentuk kaderisasi partai sekaligus menjadi tolok ukur pada pileg dan pilpres
mendatang,” pungkas Ikhsan.Trs

Related Posts