Gunung Soputan yang erupsi pada Minggu (16/12/2018) pagi. [iNews/Ist]

Abu Vulkanik Gunung Soputan Hujani Tiga Kecamatan di Minahasa Tenggara

Minahasa Tenggara, Jurnalsulawesi.com – Tiga kecamatan di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), Sulawesi Utara terkena dampak dari erupsi Gunung Soputan dengan ketebalan mencapai satu centimeter. Tiga kecamatan yang dihujani abu vulkanik gunung tersebut yakni, Tombatu Utara, Tombatu Timur, dan Kecamatan Pasan.

Ketua Tim Badan Pencarian dan Pertolongan, Basarnas Manado, Nuryadin Gumeleng mengatakan sampai saat ini wilayah yang berdampak masih di sekitar Kabupaten Mitra.

“Kami kerahkan 17 personel dengan 3 kendaraan dua truk dan satu minibus. Untuk sementara ini masyarakat yang terkena dampak masih di daerah, aktivitas masyarakat masih berjalan seperti biasanya,” ujar Nuryadin Gumeleng, Minggu (16/12/2018).

Basarnas Manado, menurut Nuryadin, terus melaksanakan patroli atau siaga Gunung Soputan, apabila ada hal-hal yang terkena dampak yang cukup parah akan segera dilakukan evakuasi.

Kepala Pos Pemantau Gunung Api Soputan, Asep Saifullah mengimbau kepada masyarakat bahwa aktivitas Gunung Soputan berada di level 3, sehingga dilarang ada aktivitas di radius 4 Kilometer.

“Masyarakat, pengunjung atau pendaki dilarang beraktifitas di radius 4 kilometer dari puncak gunung soputan serta perluasan wilayah sektoral barat-barat daya sekitar 6,5 kilometer. Untuk masyarakat yang terkena dampak diharapkan untuk memakai masker,” tandas Asep.

Gunung Soputan di Sulawesi Utara mengalami erupsi pada Minggu (16/12/2018) dini hari pukul 03.09 WITA. Pantauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Soputan, kolom abu dari erupsi tersebut setinggi 3.000 meter di atas puncak atau 4.809 meter di atas permukaan laut.

Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah tenggara. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 40 milimeter dan durasi 5 menit 51 detik.

Dari berada sekitar 10 kilometer di sebelah barat daya puncak, terdengar suara gemuruh hingga saat ini dan seismograf masih merekam tremor menerus mengindikasikan bahwa erupsi masih berlangsung.

Erupsi Gunung Soputan mengakibatkan hujan abu yang menutupi jalan raya di Kecamatan Tombatu Utara, Kabupaten Minahasa Tenggara. [iNews.id]

Kolom Abu Capai 7.500 Meter
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Soputan pada pukul 08.57 WITA melaporkan, kolom abu erupsi kali ini mencapai sekira 7.500 meter, atau 9.309 meter di atas permukaan laut.

Aktivitas kegempaan masih cukup tinggi dan masih terjadi tremor akibat letusan terus-menerus. Saat ini, Gunung Soputan berada pada status level III (siaga).

Masyarakat agar tidak beraktivitas di dalam radius empat kilometer dari puncak gunung itu, sedangkan di sektor arah barat-barat daya sejauh 6,5 kilometer yang merupakan daerah bukaan kawah.

Larangan aktivitas warga di radius tersebut guna menghindari ancaman lelehan lava, awan panas, dan guguran material vulkanik.

Hingga kini, Gunung Soputan sudah mengalami erupsi sebanyak tiga kali. Pertama terjadi pada pukul 01.02 WITA dengan amplitudo 40 milimeter disertai suara gemuruh.

Letusan kedua terjadi pukul 03.09 WITA, dengan tinggi kolom abu mencapai 3.000 meter dari puncak gunung. Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal mengarah ke tenggara.

“Erupsi terekam dalam seismograf dengan amplitudo 40 milimeter, ” kata Kepala Pos Pemantau Gunung Soputa, Asep Saifullah, di Kecamatan Silian, Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulut, Minggu (16/12/2018).

Pada pukul 05.40 Wita kembali terjadi erupsi dengan tinggi kolom abu teramati 7.000 meter dari puncak gunung. [***]

Sumber; iNews

(Visited 10 times, 1 visits today)
Bagikan Tulisan ini :

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*