Paving block pada proyek Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh Perkotaan Kawasan Tuweley, Kabupaten Tolitoli Tahun 2018, sudah mulai terbongkar. [Ist]

Diduga Tak Sesuai Spek, Proyek Peningkatan Permukiman Senilai Rp5,2 Miliar Sudah Terbongkar

Tolitoli, Jurnalsulawesi.com – Proyek Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh Perkotaan Kawasan Tuweley, Kabupaten Tolitoli Tahun 2018, saat ini kondisinya sudah mulai terbongkar. Padahal, paket yang dikerjakan PT Bina Kaili yang menggunakan anggaran APBN dengan nilai kontrak sebesar Rp5.290.000.000,- itu, baru dikerjakan pada 2018 lalu.

Sejak awal, material yang digunakan dalam pekerjaan tersebut diduga tidak sesuai spek. Terbukti, saat ini kondisi paving block sudah banyak yang terbongkar, terutama di bagian tengah dari trotoar yang masuk di lingkungan perumahan warga itu.

Dugaan awal, material paving block yang digunakan tidak sesuai spesifikasi sebagaimana yang ditentukan dalam RAB. Pasalnya, sebagian yang digunakan bukan paving block mutu K 225 sebagaimana yang ditentukan.

“Sepertinya tidak sama ini paving block-nya. Karena ada yang mulus (halus cetakkannya-red), ada juga sebagian yang “berjerawat” (timbul bintik-bintik pasir-red),” kata Ibu Aminah, warga Tuweley yang ditemui pekan lalu.

Warga Tuweley menunjukkan adanya perbedaan cetakkan Paving block yang sebagian diduga tidak sesuai spek. [Ist]

Warga juga heran, baru beberapa bulan selesai dikerjakan namun saat ini sudah ada yang ambles dan banyak yang terangkat.

Diduga, saat penimbunan tidak dilakukan pemadatan dengan maksimal, sehingga saat ada kendaraan yang melintas dengan mudah ambles.

Warga setempat sangat menyayangkan, besarnya anggaran yang dikucurkan Kementerian PUPR melalui Satker Pengembangan Kawasan Permukiman Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) itu tidak berbanding lurus dengan hasil pekerjaan.

“Sayang sekali cara kerjanya tidak seperti yang diharapkan. Masa anggaran sebesar itu, hasilnya seperti ini. Baru berapa bulan saja ini selsai dikerjakan,” imbuh Aminah sembari menunjukkan beberapa paving block yang mulai terbongkar.

Sebelumnya, Acin Malewa selaku kontraktor pelaksana mengaku akan mengganti paving block yang tak sesuai spek tersebut. Saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu ia juga mengaku sudah diperintahkan untuk membongkar dan mengganti yang tidak sesuai spek.

Namun faktanya, hingga saat ini tidak dilakukan penggantian paving block yang tak sesuai spek, sehingga nampak jelas perbedaan antara paving block yang berkualitas K-225 dengan yang bukan kualitas K-225.

“Kalau ada yang dipakai di luar dari yang Press (Pra cetak-red) biar saya ganti. Apa semua dari Palu saya ambil itu. Kemarin memang ada yang dari Tolitoli, tapi tidak banyak. Kalau memang tidak masuk (spek-red) biar saya bongkar lagi,” ujar Acin saat itu.

“Memang dari pihak proyek sudah suruh bongkar, cuman belum sempat dibongkar. Insya Allah dalam waktu dekat kita bongkar,” imbuh Acin beberapa waktu lalu.

Selain paving block yang tidak sesuai, cor pondasi kiri-kanan juga diduga tidak sesuai spek. Pasalnya, Cor yang seharusnya menggunakan batu pecah, ternyata hanya menggunakan batu kali sebesar batu mangga.

Terkait dengan item tersebut, saat itu Acin juga mengaku akan memperbaikinya. Namun saat disinggung soal pemadatan yang tidak maksimal dan akan sia-sia jika hanya dilakukan penggantian paving block, ia tidak menjawab dengan tegas.

“Iya nanti saya perbaiki. Kan paving-nya saja yang diganti,” singkatnya. [***]

Pondasi kiri kanan yang dikerjakan beberapa waktu lalu. [Dok/JS]

Proses pemadatan dan pemasangan paving block saat proyek tengah dikerjakan beberapa waktu lalu. [Dok/JS]

Penulis; Sutrisno

(Visited 172 times, 1 visits today)
Bagikan Tulisan ini :

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*