Rakor evaluasi perpanjangan masa transisi darurat di ruang kerja Gubernur Sulteng, Senin (25/2/2019). [Bob Shinoda]

Gubernur Sulteng Desak Dana Bantuan Segera Dicairkan, BNPB Minta Data Valid

Palu, Jurnalsulawesi.com – Gubernur Sulawesi Tengah, Longki Djanggola meminta kepada Pemerintah Pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), agar dana santunan duka segera dicairkan kepada warga korban bencana gempa bumi, tsunami dan likuifaksi yang melanda Kota Palu, Donggala, Sigi, Parigi Moutong (Padagimo) Sulteng.

Hal tersebut disampaikan gubernur pada Rapat Koordinasi (Rakor) evaluasi perpanjangan masa transisi darurat di Ruang Kerja (Ruker) gubernur, Senin (25/2/2019).

Rakor ini dihadiri Pangdam XIII Merdeka, Mayjen TNI, Tiopan Aritonang, Kasatgas Bencana, Arie Setiadi, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulteng, Wali Kota Palu, Hidayat, Bupati Donggala, Kasman Lassa, Bupati Sigi, Wakil Bupati Parmout, Badrun Ngai.

Menurut gubernur, kurang lebih 1.900 data valid korban yang telah diserahkan kepada pemerintah pusat kiranya sudah mendapat kepastian mengenai pencairannya. Selain itu penempatan Hunian Sementara (Huntara) bagi para pengungsi supaya dilakukan imbauan bahwa Huntara tersebut sudah siap dihuni.

Ia mengakui mengenai pembangunan Huntara di Kelurahan Duyu untuk warga Baloroa ditolak. Namun demikian gerakan itu gejala memang sudah ada gerakan. Hal ini diduga karena reaksi itu ada dan provokasi oknum-oknum tertentu.

“Seperti apa pun itu, untuk daerah Balaroa segera disikapi mengenai pembangunan Huntara,” ujar Gubernur Longki.

Gubernur yang juga Ketua DPD Partai Gerindra Sulteng ini meminta agar semua pihak memahami mekanisme kebencanaan, sehingga tidak menimbulkan anggapan yang kurang baik terhadap pemerintah, khususnya pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota dalam pemulihan pascabencana.

Pada kesempatan itu, Gubernur Longki juga menyampaikan terima kasih atas perhatian Pemerintah Pusat melalui BNPB terhadap upaya pemulihan pascabencana di Sulteng.

“Luar biasa perhatian BNPB terhadap daerah kami, katanya.

Sementara, Kepala BNPB Pusat, Doni Munardo mengapresiasi pemerintah daerah yang terus berupaya memberikan pemahaman kepada warga korban bencana.

Ia mengaku sebelum bertolak ke Palu, pihaknya menghadap ke Wakil Presiden, Jusuf Kalla guna melaporkan perkembangan penanganan pascabencana yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia termasuk di Padagimo, pertemuan mereka sekaligus melaporkan untuk berkunjung ke Palu.

“Kami menghadap bapak Wapres melaporkan. Khusus bencana di Palu Huntara dihentikan,” tutur Doni.

Ia mengemukakan, mengenai mekanisme pencairan dana bantuan itu setelah pihaknya menerima data yang valid dari pemerintah kabupaten dan kota yang diberikan oleh pemprov ke BNPB, sebab mereka sudah mengundang dari bank pemerintah, BNI, BRI, dan Mandiri sebagai bank pencairan dan bantuan tersebut.

Doni juga menyampaikan pesan Wapres JK status masyarakat yang masih di pengungsian yang belum menempati Huntara supaya secpatnya ditempati warga direlokasi tinggal di Huntara. Dikatakan bahwa akan mempercepat pembangunan Hunian Tetap (Huntap). Oleh sebab itu warga korban segera direlokasi.

“Harusnya secepatnya. Kami beberapa kali rapat dengan wali kota mengenai status lahan,” ujarnya.

Terkait kerusakan rumah para korban kata Doni, diharapkan ada data lebih valid, barapa unit rumah rusak berat, rusak, dan rusak ringan. Tujuan adalah supaya bantuan dana stimulan segera dicairkan melalui Kementrian Keuangan ke pemda kemudian ditransfer ke rekening masing-masing korban.

Ia menambahkan, warga yang masih tinggal di zona merah, seperti patahan lempeng Palu-Koro sudah selesai direlokasi. Perlu dilakukan pendekatan persuasif dan pemahaman yang baik kepada mereka.

“Jelaskan kepada mereka bahwa peristiwa ini merupakan bencana yang berulang, di mana sesuai penelitian bencana ini pernah terjadi beberap puluh tahun lalu, pada 1927 dan 1968,” tutup Doni Monardo. [***]

Penulis; Bob Shinoda
Editor; Sutrisno

(Visited 154 times, 1 visits today)
Bagikan Tulisan ini :

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*