Tambang emas liar. [Ilustrasi]

Jangan Biarkan Pengusaha Tambang Jarah Emas di Bada dan Parimo

Palu, Jurnalsulawesi.com – Potensi serta sumber daya alam (SDA) berupa emas yang dimiliki Desa Bekekau Dataran Bada, Kecamatan Lore Selatan, Kabupaten Poso, mulai tergerus dan dijarah oleh tangan-tangan kotor melalui aksi penambangan liar yang di bekengi oleh oknum pengusaha yang berwatak kapitalis.

Kondisi ini tidak bisa dibiarkan, karena akan sangat berdampak terhadap ekosistem di sepanjang dataran Bada yang dikenal sebagai paru-paru dunia.

Koordinatar Umum Aliansi Gerakan Rakyat Untuk Daerah (Garuda) Sulteng, Nizar Dg Rahmatu, S.Sos. MSi, menilai bahwa aktivitas penambangan emas secara ilegal yang di bekingi oknum pengusaha ini, adalah bentuk “penjarahan” terhadap SDA.

Menurutnya, aktivitas penambangan ini harus segera dihentikan, agar tidak semakin memperparah dataran Bada dan sekitarnya.

“Terus terang kami sudah mengantongi bukti- bukti, termasuk kadar serta kandungan emas yang dimiliki di dataran Bada,” tuturnya.

Menurut Nizar, berdasarkan hasil investigasi Aliansi Garuda Sulteng, nama serta identitas oknum pengusaha tersebut sudah dikantongi. Oknum tersebut adalah salah satu pengusaha ternama yang berdomisili di Kota Palu.

“Oknum pengusaha ini memang sejak lama berinvestasi di bidang pertambangan dan reklamasi pantai,” cetus Nizar kepada Jurnalsulawesi.com, Sabtu (22/9/2018).

Olehnya itu tambah Nizar, pihaknya mendesak kepada aparat kepolisian untuk segera menghentikan aksi penambangan liar serta meminta pertanggungjawaban kepada oknum pengusaha yang telah “merampok” emas di wilayah Dataran Bada.

Tidak hanya di dataran Bada Kabupaten Poso, Aliansi Garuda Sulteng juga meminta kepada aparat kepolisian tidak menutup mata serta melakukan upaya pembiaran terhadap aktivitas pertambangan emas secara liar di Desa Lobu Kecamatan Moutong, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo).

Eksploitasi secara ilegal dan serampangan yang dilakukan masyarakat ini, karena mendapat bekingan dari oknum pengusaha. Terbukti, alat berat berupa exavator, dikerahkan ke lokasi, guna mempermudah serta melancarkan aktivitas pertambangan liar tersebut.

Sementara diketahui, imbas dari aktivitas tersebut telah berdampak terhadap lingkungan dan masyarakat Desa Lobu.

Untuk menghentikan aksi penambangan liar ini, pihaknya kata Nizar, akan melakukan koordinasi dengan berbagai komponen masyarakat, guna membangun kekuatan bersama, lalu mempresure aparat kepolisian agar segera melakukan proses penyelidikan dan penyidikan baik itu di dataran Bada maupun Desa Lobu.

“Saya juga sudah meminta kepada Sekjen Aliansi Garuda Sulteng, untuk mempersiapkan demonstrasi besar-besaran, lalu kemudian mendatangi Mapolda Sulteng, agar aktivitas penambangan liar ini, segera ditutup serta pengusaha yang ikut membekengi ditangkap,” tegasnya. [***]

Penulis; Aguslan Manggona

(Visited 131 times, 1 visits today)
Bagikan Tulisan ini :

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*