Debat kedua Pilpres 2019, di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2/2019) malam. [Antara]

Komnas HAM: Banyak Konflik Agraria Belum Terselesaikan

Jakarta, Jurnalsulawesi.com – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) belum melihat ada perencanaan partisipatif serta rencana pengelolaan dampak pembangunan yang menyebabkan hilangnya sumber kehidupan warga terdampak.

HAM belum menjadi dasar rencana pembangunan. Baik dalam aspek infrastruktur, reformasi agraria mau pun pangan oleh dua calon presiden (capres) dalam debat kedua Pilpres 2019, Minggu (17/2/2019).

“Yang ditampilkan hanya terkait aspek konektivitas dan pembangunan ekonomi,” ujar Ketua Tim Pemantau Pemilu 2019 Komnas HAM, Hairansyah, Jakarta, Senin (18/2/2019).

Dia menuturkan, untuk aspek reforma agraria, Capres incumbent Joko Widodo (Jokowi) secara parsial menyebut mengenai sertifikasi lahan dan distribusi lahan konsesi. Sementara Prabowo Subianto belum melakukan pendekatan Pasal 33 ayat 3 UUD 1945, yakni dikuasai negara secara maksimal untuk kesejahteraan rakyat.

Menurutnya, Jokowi maupun Prabowo belum secara substansial memaknai reforma agraria berupa ketimpangan penguasaan lahan, penyelesaian konflik dan perlindungan pada pembela hak-hak masyarakat.

Selama ini Komnas HAM banyak menerima aduan dari masyarakat adat yang tidak mendapatkan pengakuan secara legal dan harus menempuh mekanisme panjang untuk mendapatkan haknya.

Selanjutnya dalam aspek pangan, kedua capres hanya fokus pada ketersediaan dan proteksi petani, tidak menyentuh akar persoalan ketimpangan penguasaan lahan oleh petani.

Komnas HAM mencatat sejak pemerintahan Orde Baru hingga kini masih banyak konflik agraria masyarakat yang tinggal di hutan lindung belum terselesaikan. Selain itu, lubang bekas tambang yang banyak mengambil korban anak-anak khususnya di kawasan pesisir dan pulau kecil tidak diberi solusi konkret dari dua capres.

“Konflik agraria menjadi yang paling banyak diadukan ke Komnas HAM sepanjang Januari-Desember 2018, yakni sebanyak 1.062 dalam klasifikasi hak atas kesejahteraan,” ucapnya.

Dalam debat kedua Pilpres 2019 Jokowi menyatakan, pembangunan infrastruktur selama ini sangat memperhatikan kepentingan masyarakat. “Pembangunan 191 ribu kilometer jalan-jalan di desa itu untuk rakyat di bawah. Kemudian dalam 4,5 tahun ini hampir tidak ada konflik dalm pembebasan lahan masyarakat kita,” kata Jokowi.

Debat mengangkat tema mengenai energi, pangan, infrastruktur, sumber daya alam dan lingkungan hidup. Debat dimulai pukul 20.00 WIB di Hotel Sultan, Jakarta. [***]

Sumber; iNews

(Visited 14 times, 1 visits today)
Bagikan Tulisan ini :

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*