Pesawat jenis Twin Otter milik Cendrawasih Air terdampak banjir bandang di Lapangan Terbang Adventis Doyo Sentani Kabupaten Jayapura, Papua, Minggu (17/3/2019). [Antara]

Korban Jiwa Banjir Bandang Sentani 70 Orang, 4.150 Warga Mengungsi

Jayapura, Jurnalsulawesi.com – Sebanyak 70 orang menjadi korban jiwa dalam bencana banjir bandang di Sentani, Jayapura. Sementara, 43 orang lainnya mengalami luka-luka.

Kepala Penerangan Daerah Militer XVII Cenderawasih Kol Inf Muhamad Aidi memprediksi jumlah korban masih akan terus bertambah. “Karena banyaknya warga yang melaporkan kehilangan kerabat mereka,” ujarnya, seperti dilansir Antara, Minggu (17/3/2019).

Jumlah pengungsi banjir bandang Sentani, Jayapura, sudah mencapai sebanyak 4.150 orang hingga petang ini, Minggu (17/3/2019).

Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan semua itu tersebar di 6 titik pengungsian.

Sebanyak 1540 orang di Komplek Perumahan Gajah Mada Sentani, 1.000 orang di kompleks jabatan Jayapura, 600 orang di BTN komplek Bintang Timur Sentani, 700 orang di sekolah HIS Sentani, 200 orang di kantor Bupati dan 200 orang di Doyo.

“Jadi jumlah pengungsi fluktuatif ada yang kembali ke rumah karena banjir sebagian besar sudah surut,” kata Sutopo di Gedung Graha BNPB, Jakarta, Minggu.

Lebih lanjut, Sutopo mengatakan masih dilakukan pendataan serta pemetaan untuk daerah yang terdampak banjir bandang dan upaya penanganan masih terus dilakukan.

Sementara itu, untuk korban jiwa, ia mengatakan yang telah berhasil dievakuasi dibawa ke beberapa rumah sakit di Kabupaten dan Kota Jayapura.

“Proses evakuasi masih berlanjut kemudian belum semua daerah yang terdampak bencana di jangkau oleh tim SAR gabungan,” ujarnya.

Sementara itu, kerusakan paling parah terjadi di tiga Kelurahan yaitu kelurahan Donbosolo, Doyobaru dan Hime Kombe.

Ratusan rumah di ketiga kelurahan tersebut mengalami kerusakan. Data yang didapat sampai saat ini sebanyak 300 rumah mengalami kerusakan.

Setidaknya sembilan kelurahan terdampak banjir bandang Sentani siang tadi. Kerusakan paling parah terjadi di tiga Kelurahan yakni Donbosolo, Doyobaru, dan Hime Kombe.

Ratusan rumah di tiga kelurahan tersebut mengalami kerusakan. Sutopo mengatakan per 17.30 WIT, sebanyak 300 rumah mengalami kerusakan. [***]

 

Sumber; CNNIndonesia

(Visited 61 times, 1 visits today)
Bagikan Tulisan ini :

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*