[Ilustrasi]

Memahami Makna Jejak Digital Bagi Pengakses Internet

Jurnalsulawesi.com – Jelang Pilpres 2019, aksi saling serang lewat media massa kerap dimanfaatkan untuk menjatuhkan hingga menyerang lawan. Salah satu sumber informasi yang kerap digunakan terkait pemberitaan atau unggahan media sosial yang meninggalkan jejak digital

Menyoal hal ini, muncul pertanyaan terkait apa itu jejak digital dan kaitannya dengan pengguna internet serta Pilpres 2019.

Jejak digital merupakan jejak data yang tertinggal saat seseorang menggunakan internet. Bentuk jejak dgital bisa bermacam-macam mulai dari situs yang pernah dikunjungi, surel yang dikirimkan, dan beraga informasi yang sempat dikirim atau dibagikan secara daring (online).

Laman Tech Terms membagi jejak digital menjadi dua jenis yakni aktif dan pasif. Jejak digital aktif merupakan data yang sengaja dibagikan oleh pengguna internet dengan harapan bisa dilihat atau disimpan oleh orang lain.

Semakin banyak data atau informasi yang dibagikan, maka semakin banyak jejak digital yang bisa dilihat atau disimpan oleh orang lain. Mengirim surel atau unggahan di blog dan media sosial merupakan contoh jejak digital aktif.

Surel yang dikirimkan akan tetap tersimpan secara online untuk jangka waktu lama. Sama halnya dengan unggahan di media sosial seperti Twitter, Instagram, atau Facebook.

Jejak digital yang tertinggal akan semakin banyak jika Anda berlama-lama di media sosial. Untuk hal sepele seperti menyukai foto atau unggahan status akan tetap tersimpan di server Facebook.

Sementara jejak pasif merupakan data yang tanpa sadar telah ditinggalkan oleh pengguna internet termasuk riwayat penelusuran web hingga alamat IP. Sebagai contoh alamat IP yang akan mengenali penyedia layanan internet (internet service provider/ ISP) hingga lokasi ketika Anda mengakses situs web.

Meskipun alamat IP bisa berubah dan tidak menyertakan informasi pribadi, namun tetap dianggap sebagai bagian dari jejak digital.

Jejak digital sebenarnya bukan hal yang perlu dikhawatirkan karena dimiliki oleh semua orang yang pernah mengakses internet.

Bagai Dua Sisi Mata Pisau
Catatan pengguna internet melalui unggahan media sosial hingga riwayat penelusuran web menjadi jejak digital yang tak terbantahkan. Pengamat teknologi informatika Vaksincom Alfons Tanujaya mengatakan jejak digital seseorang akan bertambah banyak jika ia aktif menggunakan internet.

Perbedaan karakter komunikasi digital dan komunikasi sehari-hari membuat jejak digital tercatat sangat mendetail.

“Komunikasi digital tercatat sangat detail dan sekali suatu hal tampil di internet, maka ‘dapat dikatakan’ itu akan ada di internet selamanya,” jelas Alfons saat dihubungi melalui pesan teks,” katanya yang dikutip CNNIndonesia.com.

Di satu sisi, jejak digital bisa memberikan pengaruh positif dengan catatan aktivitas yang teliti dan mendetail. Bahkan ketika pemilik sudah menghapusnya, konten yang pernah diunggah melalui media sosial atau situs internet akan tetap ada.

Disamping bisa memberikan efek positif, jejak digital juga bisa membawa pengaruh negatif lantaran bisa diambil dan diedit hingga bebas dimanipulasi oleh pengguna internet lainnya.

“Secara teknis aktivitas digital seperti di medsos itu sekali kita unggah hanya muncul di server pengelola medsos. Tapi sekali muncul dan dilihat orang, itu artinya sudah tersebar ke seluruh dunia,” imbuhnya.

Tidak Bisa Dihapus
Lebih lanjut Alfons menegaskan jika secara teknis semua konten yang pernah diunggah ke jagat internet tidak bisa dihapus.

Bahkan kalaupun bisa dan operator berkenan menghapus satu konten, namun pemilik konten tidak bisa mengontrol komputer di luar server operator yang hampir tidak mungkin dihapus.

“Sebagai gambaran, kalau seseorang menampilkan gambar seronok dirinya di medsos dan kemudian dia berubah pikiran untuk menarik gambar tersebut. Gambar tersebut bisa di tarik dari akunnya saja, tetapi di komputer lain yang sudah tampil gambar tersebut akan tersimpan dan tidak ada akses untuk menghapus gambar tersebut,” jelasnya.

Untuk itu ia mengimbau pengguna internet untuk berhati-hati menampilkan sesuai di media sosial dan internet. Mengingat konten apapun akan selalu ada dan tercatat tanpa bisa dihapus begitu saja. [***]

(Visited 18 times, 1 visits today)
Bagikan Tulisan ini :

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*