PT CNE mulai melakukan pembongkaran untuk segera membangun kembali Mall Tatura Palu yang ambruk usai dihantam gempa 7,4 SR pada 28 September 2018 lalu. [Trisno/JS]

Mulai Dibongkar, Mall Tatura Segera Dibangun Lagi

Palu, Jurnalsulawesi.com – Puing-puing Mall Tatura yang ambruk akibat dihantam gempa 7,4 SR pada 28 September 2018 lalu akan segera disingkirkan. PT Citra Nuansa Elok (CNE) selaku pengelola mall pertama di Kota Palu ini telah memulai pembongkaran sejak akhir Februari 2019.

Direktur PT CNE, Memet Mohammad Sendiri mengatakan, pembongkaran onggokan puing Mall Tatura ini diperkirakan akan memakan waktu sekira tiga bulan.

“Untuk melakukan pembongkaran ini kami menggunakan jasa perusahaan asal Surabaya, yang memang spesialis bergerak di bidang jasa bongkar. Diperkirakan pembongkaran akan memakan waktu sekira tiga bulan,” kata Memet kepada Jurnalsulawesi.com, Minggu (10/3/2019).

Sedangkan biaya pembongkaran kata Memet, PT CNE tidak perlu mengeluarkan biaya lagi karena material bangunan yang tersisa, akan menjadi kompensasi jasa pembongkaran tersebut.

“Material bongkaran mereka ambil sebagai kompensasi jasa bongkar,” jelasnya.

Dia mengatakan, pembongkaran ini sedianya akan dilakukan awal Februari 2019. Menyusul banyaknya keluhan masyarakat yang merasa khawatir dengan kondisi bangunan. Belum lagi pemandangan gedung mall yang bisa memunculkan rasa trauma bagi masyarakat.

Menurutnya, pembongkaran tidak bisa dilakukan dengan serampangan, karena itu harus dilakukan dengan perencanaan yang matang. Selain itu, pembongkaran juga harus menunggu hasil perhitungan appraisal dari pihak asuransi.

“Karena pihak asuransi juga punya aturan ketat, sehingga kita harus menunggu perhitungan yang dikeluarkan pihak asuransi. Makanya pembongkaran baru dilakukan sekarang,” imbuhnya.

Ia berharap, dengan dilakukannya pembongkaran sisa bangunan mall ini, bisa menghilangkan rasa trauma bagi masyarakat atas peristiwa yang terjadi pada 28 September 2018 lalu.

“Kasihan juga kalau setiap hari orang lewat dan melihat sisa bangunan ini, karena bisa membuat orang mengingat kembali peristiwa yang mengerikan itu,” ujarnya.

Segera Dibangun
Bersamaan dengan proses bongkar, PT CNE juga melakukan uji kekuatan struktur tanah (Sondir) termasuk mengukur kedalaman air terdalam di bawah bangunan. Sekaligus melakukan uji geolistrik. Sebuah metoda eksplorasi geofisika untuk menyelidiki keadaan bawah permukaan dengan menggunakan sifat-sifat kelistrikan batuan.

Hal itu dilakukan sebagai langkah awal sebelum dibangunnya kembali mall yang menjadi asset Pemkot Palu itu.

“Kami harus lakukan pembangunan kembali Mall Tatura dengan menggunakan konstruksi tahan terhadap goncangan gempa dengan kekuatan di atas 7,0 SR,” jelasnya.

Pembangunan kembali Mall Tatura ini kata Memet, akan menggunakan dana klaim asuransi yang nilainya mencapai Rp91 miliar. Namun nilai klaim menurut dia masih akan digodok oleh pihak asuransi.

“Nilai sebenarnya akan kami sampaikan kemudian. Tapi yang jelas kami sudah mendapat kepastian klaim. Makanya kami putuskan untuk mulai membongkar,” kata Memet.

Sementara, desain bangunan baru Mall Tatura saat ini tengah digenjot agar dapat segera dibangun lagi setelah selesai dilakukan pembongkaran.

Memet menambahkan, paling tidak ada jeda satu bulan pascapembongkaran sudah bisa dimulai pembangunan gedung baru.

Terkait dengan desain Interior dan exterior, gedung baru mall nantinya dirancang dengan memasukkan nilai-nilai budaya kearifan lokal Kota Palu. Mengenai konsep kearifan lokal akan dibahas selanjutnya dengan seluruh pihak terkait.

“Rencananya desain bangunan akan mengusung kearifan lokal yang moderen. Kami melibatkan tujuh ahli teknis dalam proses ini. Dalam waktu dekat, kami juga akan mempresentasikan desainnya di hadapan DPRD dan Wali Kota Palu,” jelasnya.

Dia menjelaskan, rencanaya luasan gedung mall juga akan diperluas, dari hanya 28 ribu meter persegi menjadi 40 ribu meter persegi.

“Kami akan melakukan penambahan luas karena itu sudah masuk sebagai standard sebuah mall,” tuturnya.

Penambahan luasan itu akan dilakukan dengan menambah jumlah lantai menjadi ima tingkat ke atas dan dua tingkat ke bawah, yang akan digunakan sebagai area parkir (basement).

“Rencana perluasan ini juga kami akan komunikasikan ke seluruh pihak yang berada di sekitar gedung mall. Kita upayakan persuasif dari jauh-jauh hari,” jelasnya.

Dia berharap upaya pembanguna kembali mall kebanggaan masyarakat Kota Palu ini dapat berjalan lancar dan didukung semua pihak. Mengingat mall itu memang milik masyarakat Kota Palu. Yang ke depannya dipersiapkan sebagai salah satu sumber penerimaan dan pendapatan daerah.

Memet juga mengaku telah memersiapkan sejumlah konsep untuk pengembangan Mall Tatura. Salah satunya telah membangun kerjasama dengan sejumlah tenant kenamaan nasional, seperti Starbucks dan Cinemaxx.

Dua tenant ini sudah menyatakan kesiapan untuk berinvestasi apabila mall baru nantinya telah berdiri. Ia juga merencanakan akan ada fasilitas hotel. Sehingga nantinya bisa menambah sumber pendapatan dari pajak hotel.

Ditargetkan, pembangunan mall baru ini akan rampung dan dapat digunakan pada pertengahan tahun 2020.

“Target kita bisa launching dan sudah bisa digunakan sebelum lebaran 2020. Insya Allah, kami akan berbuat yang terbaik untuk Kota Palu,” tutupnya. [***]

Direktur PT CNE, Memet Mohammad Sendiri.

Penulis; Sutrisno

(Visited 332 times, 1 visits today)
Bagikan Tulisan ini :

Komentar Anda..!

Komentar

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*