Salah satu titik lokasi drainase pada paket pelebaran jalan Ogoamas-Siboang yang tak selesai dikerjakan PT PBS. [Dok/JS]

Paket Ogoamas-Siboang Tak Rampung, Diduga Ada Komitmen Fee Kontraktor

Palu, Jurnalsulawesi.com – Proyek Multy Years Contrak (MYC) paket pelebaran jalan Ogoamas-Siboang senilai Rp205,79 miliar yang kerjakan PT Perdana Bumi Syariharti yang dimulai sejak 2015 untuk menghubungkan wilayah Kabupaten Donggala dan Kabupaten Tolitoli, hingga kini belum rampung 100 persen

BACA JUGA: PJN I Gagal Tangani Proyek Ogoamas-Siboang
Data dan informasi dihimpun menyebutkan, diduga perusahaan pemenang tender telah diputus kontrak, tapi masih melakukan aktivitas pengerjaan. Seharusnya mega proyek ini ditargetkan telah selesai pada Desember 2017 lalu. Di sisi lain, berdasarkan data visual yang diperoleh pada beberapa titik paket itu sudah rusak, padahal pengerjaannya belum lama dilakukan.

Publik menilai, indikasi belum rampungnya beberapa item proyek dikarenakan baik pihak PT Perdana Bumi Syahriharti (PBS), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 06 Tonggolobibi-Malala, Kepala Satuan Kerja (Kasatker) PJN Wilayah I dan Kabalai BPJN XIV Palu, sejak awal tidak tegas dalam menerapkan aturan perundang-undangan yang berlaku. Ada pula kecurigaan bahwa diduga perusahaan sengaja dimenangkan karena terbangun komitmen fee antara pihak balai dan perusahaan pemenang tender.

Salah seorang pemerhati jasa konstruksi di Sulteng, Andi Ridwan di Palu menuturkan, belum selesainya proyek ini membuktikan kegagalan BPJN XIV Palu dalam menangani proyek yang menjadi tanggung jawabnya. Selain itu, perusahaan asal Kalimantan ini juga dianggap tidak profesional, lantaran paket tersebut belum rampung.

Begitu pun dengan Satker Wilayah I BPJN yang tidak bisa mengambil sikap tegas terhadap penyedia jasa atau kontraktor pelaksana. Diduga mereka membangun konspirasi di paket tersebut.

“Yah bisa saja kami menduga, antara pihak pengguna jasa dan penyedian jasa telah membangun kesepahaman dalam hal komitmen fee,” tegas Ridwan, Sabtu (9/02/2019).

Menanggapi hal tersebut, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Hendro mengemukakan sejumlah poin perihal paket pelebaran jalan Ogoamas-Siboang, pertama, PPK 06 telah mengeluarkan Surat Pemutusan Kontrak tertanggal 26 Desember 2018. Kedua, PT. PBS telah membayar denda kepada Negara sebesar Rp6,9 miliar

“Tiga, progress fisik dan keuangan yang telah dibayarkan sejak 2015 sampai dengan 2018 senilai Rp197,06 miliar dari nilai kontrak akhir Rp205,79 miliar,” tulis Hendro via pesan aplikasi WhatsApp, Senin (11/02/2019) malam.

Kemudian lanjut dia, keempat, saat ini paket tersebut dalam proses pengajuan audit Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP). Dan kelima, PT PBS telah diusulkan untuk masuk dalam daftar hitam (black list).

Namun saat ditanya kerusakan dan terbengkalainya proyek tersebut, Hendro enggan membalas. Ia juga belum menjawab dugaan adanya komitmen fee karena memenangkan PT BPS. [***]

Penulis; Bob Shinoda

(Visited 122 times, 1 visits today)
Bagikan Tulisan ini :

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*