Benih kedelai yang dibagikan kepada kelompok tani di Tolitoli. [Athifa M]

Polres Tolitoli Diminta Seriusi Dugaan Korupsi Pengadaan Bibit Kedelai

Tolitoli, Jurnalsulawesi.com – Ketua LSM Gerakan Indonesia Anti Korupsi (GIAK) Kabupaten Tolitoli, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Hendri Lamo, SE, meminta Tipikor Polres Tolitoli untuk menseriusi penyelidikan terhadap kasus dugaan korupsi pengadaan benih kedelai Tahun Anggaran 2018.

“Kami minta Tipikor Polres menseriusi penyelidikan kasus dugaan korupsi pengadaan benih kedelai, yang berimplikasi terhadap kerugian negara,” kata Henri kepada Jurnalsulawesi.com, di Tolitoli, Kamis (3/1/2019).

Henri Lamo mengatakan informasi yang diterima sejumlah kelompok tani sudah dimintai keterangan oleh penyidik Tipikor. Karena itu pihaknya berharap, agar penanganan kasus ini bisa dijadikan produk hukum di tahun 2019.

“Saya berharap kasus ini dijadikan produk hukum di tahun 2019,” harapnya.

Hendri menjelaskan, anggaran pengadaan benih kedelai di Dinas Pertanian dan Hortikultura tersebut mencapai Rp1,6 miliar. Dalam proyek yang dianggarkan melalui APBD Provinsi Sulteng itu kata Hendri, terdapat banyak kejanggalan.

Ia menambahkan, salah satu kejanggalan yang ditemukan diantaranya, bibit yang diberikan kepada kelompok tani di 10 kecamatan, sebagian berhasil tidak berhasil. Bahkan, benih yang dibagikan sejak Februari 2018 lalu, sampai saat ini masih tersimpan. Para petani juga enggan menanam benih tersebut, karena setiap kali benih ditanam, benih pembagian tersebut tidak bisa tumbuh.

“Benih kedelai yang diberikan kepada kelompok tani di Desa Oyom sampai saat ini masih tersimpan. Mereka tidak mau menanam karena tidak pernah berhasil,” jelas Hendri.

Sementara, informasi yang dihimpun di Polres Tolitoli menyebutkan, sampai saat ini penyidik masih mengumpulkan data dan bahan keterangan (Baket). Termasuk sudah memanggil beberapa kelompok tani yang menerima bibit tersebut.

“Penyidik masih mengumpulkan data dan baket untuk mendapatkan bukti adanya dugaan korupsi. Tunggu saja hasilnya,” kata sumber di Mapolres Tolitoli. [***]

 

Penulis; Athifa M
Editor; Agus Manggona

(Visited 184 times, 1 visits today)
Bagikan Tulisan ini :

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*