Kapolres Tolitoli AKBP Iqbal Alqudusy menggelar jumpa pers terkait penangkapan dua tersangka sabu-sabu seberat lima kilogram yang dibawa melalui KM Sumber Cahaya 88, Jumat (16/6/2017). [Ist]

Polres Tolitoli Tangkap Penyelundup Sabu Terbesar se-Indonesia Timur

Tolitoli, Jurnalsulawesi.com – Polres Tolitoli berhasil menggagalkan pasokan 5,10 kg narkoba jenis sabu-sabu yang diperkirakan bernilai sekira Rp10 miliar. Sabu yang ditangkap, Jumat (16/6/2017) sekira Pukul 4.30 WITA itu hendak diselundupkan dari Kalimantan ke Kota Tolitoli yang dibawa awak kapal KM Sumber Cahaya 88.

Kapolres Tolitoli AKBP M Iqbal Alqudusy menjelaskan, penangkapan tersebut dilakukan atas kerja sama antara Polres Tolitoli dan Polda Sulawesi Tengah (Sulteng). Dalam penangkapan itu, dua orang menjadi tersangka masing-masing memiliki peran yang berbeda yaitu Yan Andris Walandou (33) sebagai penjemput sementara Syarifuddin (21) Anak Buah Kapal yang membawa barang dari Tarakan.

Menurut Kapolres Iqbal Alqudusy, penangkapan narkoba oleh Polres Tolitoli ini merupakan kasus terbesar yang pernah dilakukan pihak berwajib di wilayah Indonesia bagian Timur.

“Awal penangkapan dilakukan berkat informasi yang diperoleh dari Direktorat Narkoba Polda Sulteng,akan sandar sebuah kapal perintis di Pelabuhan Tolitoli Diduga kuat membawa sabu seberat 5 kg,” kata Kapolres Tolitoli itu.

Kedua tersangka kini dirawat di rumah sakit Tolitoli akibat luka tembak. Penembakan kepada kedua pelaku tersebut terpaksa dilakukan karena saat penangkapan akan melarikan diri.

“Diketahui Identitas kedua tersangka, satu orang adalah warga Jalan Miangas no 38 A Palu Timur. Sedangkan satunya lagi warga Tampiala Kecamatan Dampal Selatan Tolitoli,” jelas Kapolres.

Selain Barang Bukti (Babuk) sabu, polisi juga menemukan uang tunai sebanyak Rp950 ribu. Uang tersebut diduga sebagai imbalan sisa fee dari yang memberikan barang haram tersebut.

“Para tersangka diancam hukuman mati sesuai pasal 112, ayat 2 subsider pasal 114 dan 115 UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika,” urai Kapolres Tolitoli.

M Iqbal Alqudusy mengungkapkan penangkapan sabu paling besar sebanyak 5,1 kg tersebut merupakan jaringan Malaysia, Singkawang, Nunukan dan Tarakan. Barang haram itu diduga akan diedarkan ke Palu, namun tidak menutup kemungkinan juga diedarkan di Kabupaten Tolitoli Tolitoli.

Untuk penangkapan sabu 2 kg yang dilakukan November tahun lalu dan tersangkanya dikeluarkan dari tahanan demi hukum. menurut Kapolres Tolitoli itu kini sudah dalam tahap resume atau pemberkasan.

“Jelasnya penangkapan sabu 2 kg yang dilakukan sebelumnya, pemberkasannya akan tuntas,” yakinnya. [***]

 

 

Kontributor; Ramlan
Editor; Sutrisno

(Visited 70 times, 1 visits today)
Bagikan Tulisan ini :

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*