Salah satu titik kerusakan pada item proyek Jalan Buol - Lakuan - Laulalang - Lingadan milik BPJN XIV Palu. [Ist]

PPK Akui Kerusakan, Proyek Preservasi BPJN Diduga Dikerjakan Amburadul

Palu, Jurnalsulawesi.com – Proyek preservasi ruas Jalan Buol – Lakuan – Laulalang – Lingadan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah XIV Palu diduga dikerjakan secara amburadul.

Hal ini terlihat dari kondisi di lapangan pada proyek yang bersumber dari dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 dengan nilai kontrak Rp7.232.287.000,- yang dikerjakan rekanan asal Gorontalo PT. Jaya Mitra Perkasa.

Pemerhati pekerjaan konstruksi Anton mengatakan, saat ia melintas di lokasi terdapat kerusakan di beberapa item pekerjaan tambal sulam itu.

“Kami menemukan data – data kerusakan. Ada yang ambles dan ada pula yang terkelupas. Ini kerjakan seperti swakelola, tetapi ditender,” jelas Anton, kepada media ini Palu, Selasa (12/3/2019).

Ia menduga, dalam proses pengerjaan proyek itu sudah melewati batas kontrak. Di mana hal ini menimbulkan spekulasi bahwa untuk memburu waktu kontrak selesai, yang pada akhirnya pihak pelaksana bekerja sudah tidak maksimal.

“Maka, sinyalemen muncul bhwa paket tersebut belum selesai dan ada beberapa item pekerjaan yang rusak. Namu pihak BPJN sudah menyatakan selesai sesuai volume,” katanya.

Menurutnya, jika dicermati dan diawasi secara ketat proyek itu, maka tidak akan ada kerusakan, sebab pihak kontraktor akan mengerjakan secara maksimal, namun pihak BPJN terkesan menutup mata atas amburadulnya pekerjaan tersebut. Faktanya, saat ini proyek itu sudah rusak padahal belum lama dikerjakan.

Sementara, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BPJN XIV Palu, Lasape yang dikonfirmasi pada Rabu (13/3/2019), mengakui adanya kerusakan tersebut, namun Ia beralasan bahwa proyek preservasi itu sudah sesuai volume kerja. Ia juga menegaskan proyek itu tidak ada jaminan pemeliharaan.

“Iya Pak. Terkait paket Preservasi Pemeliharaan Rutin Jalan Buol – Lakuan – Laulalang – Lingadan itu merupakan paket pemeliharan yang sudah dilaksanakan sesuai volume yang ada dikontrak, paket ini merupakan paket pemeliharaan rutin, jadi tidak ada jaminan pemeliharaannya,” tulis Lasape via layanan WhatsApp.

Mengenai kerusakan tersebut katanya, merupakan tanggungjawab kontraktor sesuai jadwal di dalam kontrak. Lasape pun enggan menanggapi terkait proyek itu sudah selesai atau masih dalam tahap pengerjaan.

“Tapi kalau sudah lewat masa kontrak sudah tidak menjadi tanggungjawab kontraktor, karena tidak ada jaminan pemeliharaannya,” jelasnya. [***]

Penulis; Bob Shinoda

(Visited 51 times, 1 visits today)
Bagikan Tulisan ini :

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*