Salah satu titik yang sudah berlubang pada pemeliharaan dan preservasi ruas jalan Lingadan-Dalam Kota Tolitoli-Silondou-Malala yang dikerjakan Tahun 2018. [Ist]

Preservasi Jalan Lingadan-Silondou-Malala Terkesan Asal-asalan

Palu, Jurnalsulawesi.com
Pemeliharaan infrastruktur jalan di Kabupaten Tolitoli, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) nampaknya tidak seperti yang diharapkan. Salah satunya, pemeliharaan dan preservasi ruas jalan Lingadan-Dalam Kota Tolitoli-Silondou-Malala yang dikerjakan Tahun 2018.

Padahal, pekerjaan yang ditangani PT Bina Karsyam dengan anggaran Rp8.995.078.000,- itu seharusnya saat ini sudah bisa membuat nyaman para pengguna jalan. Namun faktanya masih banyak titik jalan yang berlubang, bahkan di beberapa bagian aspalnya sudah mulai terlepas.

Kerusakan jalan masih ditemui di beberapa titik sepanjang jalan ruas dari Kota Tolitoli-Silondou dan sejumlah titik ruas jalan nasional lainnya.

Nurdin (42), warga Desa Lobuo, Kecamatan Dondo, yang ditemui pekan lalu mengatakan, jalan di beberapa desa lainnya juga kondisinya sama dengan di desanya.

“Habis diperbaiki tapi masih banyak yang berlubang. Bahkan ada yang aspalnya sudah terlepas,” ujarnya.

Ia juga menyayangkan, besarnya anggaran yang dikucurkan negara tidak sebanding dengan hasil pekerjaan.

“Ada yang terkesan asal tempel tanpa dilakukan pengerukkan,” imbuhnya.

Salah satu titik lokasi yang aspalnya sudah mulai terkelupas. [Ist]

Hal senanda juga diungkapkan Nizar salah satu pemerhati pembangunan daerah. Menurut Nizar, permasalahan pemeliharaan jalan ini sudah lama terjadi. Ia menilai sangat minim pengawasan dari pihak BPJN Palu Wilayah I, terhadap kinerja rekanan yang memenangkan tender proyek preservasi jalan nasional ruas Lingadan-Kota Tolitoli-Silondou-Malala.

“Dana besar, tapi jalan masih banyak yang berlubang dan pekerjaan juga tidak maksimal,” kata Nizar kondisi jalan tersebut.

Dalam pengamatannya kata Nizar, jalan yang sebelumnya juga dilakukan preservasi tersebut terkesan dikerjakan asal-asalan, terbukti saat ini sudah banyak yang kembali rusak dan terkelupas aspalnya.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) PJN Wilayah I, Eko, yang menangani ruas jalan tersebut mengatakan, kalau untuk aspal yang retak, penanganannya dapat langsung dilakukan di atas aspal eksisting.

“Berbeda ketika kerusakan sudah sampai di lapisan pondasinya,” kata Eko melalui layanan WhatsApp, Selasa (26/2/2019).

Menurut Eko, kondisi ruas jalan di Tolitoli dalam beberapa tahun terakhir hanya dapat paket pemeliharaan rutin. Ada beberapa titik yang perlu dilakukan rehabilitasi.

“Tahun ini semua titik tersebut mudah-mudahan bisa diatasi. Semoga juga dapat penyedia jasa yang bagus tahun ini, supaya dapat mengakomodir kerusakan-kerusakan yang saya sampaikan tadi,” jelasnya.

Namun ia menampik bahwa penyedia jasa yang mengerjakan paket tahun ini kurang bagus.

“Saya tidak mengatakan kurang bagus, tetapi tahun ini kompleksitas pekerjaan lebih tinggi, jadi harus didukung oleh pelaksana yang baik. Kalau bermasalah, tindakan kita lalukan sesuai prosedur,” tutup Eko. [***]

 

Penulis; Sutrisno

(Visited 190 times, 1 visits today)
Bagikan Tulisan ini :

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*