Gubernur Sulteng, Longki Djanggola (tengah), Ketua DPRD Sulteng, Prof. Aminuddian Ponulele (kiri), dan Wakapolda Sulteng, Harief Purnomo (kanan) melihat hasil pemberitahuan SPT lewat aplikasi pajak di ruang polibu Gubernur Sulteng, Kamis (15/2/2018). [Bob Shinoda]

Realisasi Penerimaan Pajak di Sulteng Capai Rp1,123 Triliun

Palu, Jurnalsulawesi.com – Untuk mendorong pembangunan daerah, perlu meningkatkan kesadaran masyarakat akan kepatuhan, kesadaran serta taat aturan sebagai wajib pajak.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) pada pekan panutan penyampaian surat pemberitahuan (SPT) tahunan PPh orang pribadi Sulawesi Tengah, di ruang polibu Gubernur Sulteng, Kamis (15/2/2018).

Gubernur menyampaikan, realiasi pajak tahun 2017 sebesar Rp1.123,71 triliun dari target Rp1.663,35 triliun atau 67,58 persen dengan pertumbuhan sebesar 6,81 persen. Realisasi penerimaan pajak dari kantor wilayah DJP Sulawesi Utara, Gorontalo dan Maluku Utara (Kanwil DJP Sulutenggo dan Malut) sebesar Rp8,06 triliun rupiah.

“Itu dari target 10,08 triliun rupiah (80,05 persen) dengan pertumbuhnan sebesar 5,53 persen,” katanya.

Gubernur yang juga Ketua DPD Partai Gerindra Sulteng ini menjelaskan, untuk penerimaan pajak tahun 2018 ditargetkan mencapai angka sebesar Rp1.477,08 triliun atau 31,52 persen lebih tinggi dari realisasi penerimaan tahun sebelumnya.

Untuk target Kanwil DJP Suluttenggo dan Malut sebesar 10,369 triliun atau 27,14 persen lebih tinggi dari realisasi penerimaan tahun sebelumnya.

Sementara itu, berdasarkabn Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2017 pemerintah pusat akan mengalokasikan dabna transfer ke daerah, bank dalam bentuk dana alokasi umumn (DAU), dana alokasi khusus (DAK), dana bagi hasil (DBH) sebesar Rp704,9 triliun ditambah dengan dana desa sebesar 60 triliun.

Gubernur Longki menambahkan, yang menjadi salah satu indikator tercapainya target penerimaan pajak yakni kepatuhan wajib pajak dalam menyampaikan SPT tahunan PPh.

Tercapainya target penerimaan pajak ini menjadi sumber utama dari APBN untuk membuayai pembangunan dan meningkatkan pelayanan publik.
Pekan panutan penyampaian SPT tahunan merupakan salah satu upaya kantor Wilayah DJP Suluttenggo dan Malut dalam rangka meningkatkan kepatuhan penyampaian SPT tahunan.

“Menjadi contoh bagi seluruh masyarakat khussunya diwilayah provinsi sulteng untuk menyampaikan SPT tahunan secara tepat waktu,” ujarnya.

Apalagi saat ini, kata Dia masyarakat semakin dimudahkan dengan adanya aplikasi elektronik untuk menyampaikan SPT tahunan lewat e-filling. Hal ini sebagai bentuk inovasi bagi wajib pajak untuk bisa menyampaikan SPT tahunan PPH yang dapat dilakukan di mana saja.

“Membayar pajak adalah wujud kegotong royongan membangun bangsa, karena dengan sikap gotong royong, maka peran pembangunan tidak cuma ditanggung segelintir oran g saja,” tutur Gubernur Longki.

Ia juga mengimbau kepada seluruh warga negara selalu pro aktif dan ikut serta bahu-membahu membangun bangsa ini melalui pembayaran wajib pajak.[***]

Penulis; Bob Shinoda
Editor; Sutrisno

(Visited 151 times, 1 visits today)
Bagikan Tulisan ini :

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*