Rektor IAIN Palu Prof Sagaf S Pettalongi melantik puluhan pengurus organisasi mulai dari tingkat Senat Mahasiswa Institut, Dewan Mahasiswa Institut, dan pengurus unit kegiatan mahasiswa tingkat institut pada Kamis (28/2/2019). [Humas IAIN]

Rektor: Mahasiswa IAIN Harus Melek Teknologi

Palu, Jurnalsulawesi.com – Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu, Sulawesi Tengah, Prof Dr H Sagaf S Pettalongi MPd mengemukakan, mahasiswa perguruan tinggi itu harus mengenal bahkan melek terhadap teknologi.

“Mahasiswa harus melek teknologi, harus mahir menggunakan teknologi,” ucap Prof Dr H Sagaf S Pettalongi MPd, di Palu, Jumat (1/3/2019).

Menurut Rektor, melek teknologi tidak hanya sekedar bahwa mahasiswa telah lihai menggunakan teknologi. Tapi juga harus memiliki kesadaran dalam menggunakan teknologi, bahkan mempertimbangkan sisi positif dan negatif serta manfaat yang didapatkan dari penggunaan teknologi tersebut.

Prof Sagaf S Petalongi juga menekankan bahwa mahasiswa tidak boleh berhenti berkreatifitas. Karena itu, tokoh-tokoh mahasiswa atau ketua-ketua dan pengurus organisasi intra kampus harus terus berkreasi, berinovasi lewat kegiatan-kegiatan organisasi.

Pakar Managemen Pendidikan itu menyebut, salah satu bentuk kreatifitas yakni, menghidupkan nuansa kajian akademik yang diselenggarakan oleh mahasiswa lewat peran dan fungsi organisasi.

“Mahasiswa dapat menghadirkan tokoh-tokoh atau pakar dalam kajian akademik di masing-masing organisasi,” sebut Prof Sagaf Pettalongi.

Ia menyebut bahwa keliru, bila mahasiswa disebut berkreatifitas saat menggelar demo atau unjuk rasa didalam atau di luar kampus.

“Jangan di maknai bahwa kalau tidak ada demo atau unjuk rasa, berarti mati kreatifitasnya mahasiswa. Itu pemahaman yang keliru,” sebut dia.

Selain menggelar kajian akademik, menurut dia, mahasiswa dalam berkreatifitas dapat memiliki fungsi ganda. Pertama, tokoh-tokoh mahasiswa yang tergabung dalam organisasi intra kampus Senat Mahasiswa, Dewan Mahasiswa dan Unit Kegiatan Mahasiswa, sebagai penyambung kepentingan mahasiswa ke birokrasi atau pimpinan kampus.

Kedua, tokoh-tokoh mahasiswa tersebut, dapat berfungsi sebagai penyambung program pimpinan kampus kepada mahasiswa atau menyosialisasikan kegiatan dan program yang diselenggarakan oleh birokrasi kepada mahasiswa di internal kampus.

Selanjutnya, Prof Sagaf Pettalongi menghimbau kepada tokoh-tokoh mahasiswa agar menghidupkan bakat dan minat mahasiswa lewat kegiatan organisasi.

“Tokoh-tokoh mahasiswa adalah penggerak, mereka sebagai lokomotif yang membangkitkan bakat dan minat mahasiswa,” ujar Prof Sagaf Pettalongi.

Prof Sagaf S Pettalongi melantik puluhan pengurus organisasi mulai dari tingkat Senat Mahasiswa Institut, Dewan Mahasiswa Institut, dan pengurus unit kegiatan mahasiswa tingkat institut pada Kamis (28/2/2019). [***]

Sumber; Humas IAIN

(Visited 27 times, 1 visits today)
Bagikan Tulisan ini :

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*