Tag Archives: opini

Ahok, Jokowi dan Logika Mie Instan

Oleh: Edward Marthens  ANDA (pasti) pernah memasak mi instan, kan? Baik, saya ingatkan kembali tahapannya. Nyalakan kompor, ambil panci kecil lalu isi air secukupnya. Letakkan panci di atas kompor yang menyala. Tunggu sebentar. Setelah mendidih, pecahkan telur dan masukkan ke dalamnya. Tunggu sebentar lagi. Setelah itu, masukkan mi instan yang telah disiapkan. Sambil menunggu matang, segera siapkan bumbu-bumbu yang biasanya sudah disediakan dalam kemasan mi instan tersebut ke piring.  Kalau anda suka, masukkan juga sayuran ke dalam panci. Tunggu barang 1-2 menit lagi. Setelah itu, pindahkan mi instan dan telur yang sudah matang itu ke piring. Tambahkan saus, sambal dan ...

Read More »

Titik Temu Kekuatan Islam, Nasionalis dan TNI Kembali Ke UUD 1945

Oleh: Gde Siriana  (Ilustrasi)  TAK seorang pun pernah membayangkan demo besar Bela Islam 411 akan dihadiri 2 juta lebih rakyat. Kesalahan informasi intelijen dalam memperkirakan jumlah peserta demo ini memberi dampak kepanikan Istana sehingga orang-orang sekitar Presiden memberi rekomendasi yang konyol dengan meminta Presiden tidak meminta Presiden kembali ke Istana untuk bertemu dengan wakil-wakil ulama yang terlibat dalam aksi 411. Dampaknya rakyat semakin marah dan kecewa dengan sikap Jokowi. Sesungguhnya tuntutan kepada Ahok sebagai penistaan agama adalah bentuk penegakan sila ke-1 Pancasila, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa. Negara menjamin kebebasan dan menghormati kehidupan religius warga negara yang berdasarkan Ketuhanan Yang ...

Read More »

Agenda Reformasi; Jokowi Melupakan Pemuda dan Gerakan Rakyat

Oleh: Agussalim, SH SUBJEK Di atas sengaja disajikan dalam terminology empirisme non radikal yang memilih bentuk pertanyaan yang mungkin sedikit provokatif dimana kekuasaan saat ini hampir melupakan titik puncak kaum muda . Tidak heran reformasi saat ini seakan-akan dijadikan Orde koloni dari pihak “loyalis” Jokowi dengan menghilangkan peran Pemuda. Pemuda adalah anak semua zaman,  selain penentu sejarah zaman, Pemuda memiliki idealisme yang berjenjang sesuai statusnya, apakah mahasiswa, pelajar dan pekerja pada elemen sektor basis sosial di pedesaan dan kota. Merasa dirinya sebagai agen perubahan, Pemuda pantas diletakkan pada cita-cita Idealisme dan pelopor gerakan sosial. Untuk itulah Indonesia hadir dalam manifesto ...

Read More »

New Way Palu Kota Jasa

Oleh: Andono Wibisono Tumbelaka – Kampung Nelayan sepanjang 5,8 KM Di tengah Jokowi pengenjot pembangunan infrastruktur di Indonesia Kawasan Timur. Tahun 2016 ini, APBN RI 60% dialokasikan ke infrastruktur Kawasan Timur Indonesia (KTI). Sulteng kini memiliki visi yang dapat disarikan ‘Berdaya saing’ produk alamnya, holtikultura, produksi peternakan, & SDA lainnya. Gayung pun bersambut, Palu kini visi-nya Palu Kota Jasa Berbudaya, Beradat Berlandaskan Iman dan Taqwa. Kedua visi ini setali dua uang. Atau simbiosis mutualistik. Sulteng provinsi, Palu ibukota provinsinya. Simpel untuk Produk berdaya saing tentu pemprov mulai menyiapkan strategi & kebijakan ke arah sana melalui Rentra (sumbernya RPJMD) di kab/kota. ...

Read More »

Pers Saat Ini dan Persatuan Nasional

(Untuk Hari Pers Nasional 2016) Oleh: Adi Prianto, SH Pers dan demokrasi Setiap acara formal tahunan, khususnya Hari Pers Nasional (HPN), acap kali bertemu anak kalimat “ salah satu pilar demokrasi “, tentu saja pers dan hasil produksi turunanya. Pers salah satu penyangga tiang demokrasi, menjadi sebuah pilar yang dilahirkan oleh gerakan rakyat 1998 sekaligus menandakan tanpa pembrendelan dan sensor ketat a la rezim otoriter, hubungan keduanya-pers dan demokrasi- secara umum yakni kebebasan. Zaman reformasi telah berjalan sangat pesat, pun begitu dengan pers. Pada awal-awalnya kebebasan pada dunia pers seperti kebablasan, berikutnya mmperbaiki diri lewat legalitas undang-undang dan lembaga penegak ...

Read More »

Pilkada Serentak dan Hari Anti Korupsi

Oleh: Muh. Ikbal Ibrahim Ilustrasi MOMENTUM Pilkada tahun ini bukan hanya menarik untuk dimeriahkan karena dilaksanakan serentak diseluruh indonesia, tetapi pilkada kali ini dilaksanakan dalam satu daerah bahkan harus memilih didua calon bersamaan. Disulawesi tengah misalkan, dibeberapa daerah akan memilih calon bupati/walikota namun juga akan memilih gubernur sekaligus. Namun tulisan ini tidak hendak mengkaji tentang apa yang terselubung dari pilkada secara serentak ini, tetapi tulisan ini hendak mengkaji suatu hal yang bertepatan entah disengaja atau tidak, pilkada serentak bertepatan dengan Hari Anti Korupsi yakni di Tanggal 9 Desember. Mengurai Dua Peristiwa Secara “Kebetulan” Hari 9 Desember  2015 akan menjadi menarik ...

Read More »

Menggugat Sistem Perburuhan yang Tak Berkeadilan

Oleh : Muhamad Ikbal A Ibrahim Akhir-akhir ini perjuangan kaum buruh dalam menuntut hak marak terjadi.beberapa waktu lalu gerakan buruh menggelorakan tuntutan agar direvisinya Undang – Undang No 2 Tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial.berawal dari tuntutan saat aksi May Day 2015 di Jawa Timur yang menuntut dibubarkanya Pengadilan Hubungan Industrial (PHI). Bak gayung bersambut tuntutan ini tindak lanjuti oleh Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. Saat ini usulan revisi tersebut telah diajukan dalam Program Legislasi Nasional yang akan dibahas di DPR. Evaluasi serta kritik atas aturan ini bermunculan tidak hanya dari pihak buruh dan serikat, bahkan akademisi ...

Read More »

Pilgub Sulteng dan Problem Perburuhan

Oleh; Muhamad Ikbal Ibrahim DALAM Waktu empat bulan ke depan Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) akan diramaikan momentum pemilihan kepala daerah. Kontestasi politik ini akan diramaikan dengan kampanye program, masifnya alat peraga beserta slogan,dan pemaparan visi-misi tiap calon gubernur. Demi memenangkan pertarungan ini setiap kandidat tentunya meramu programnya semenarik mungkin agar baik dimata rakyat. Dalam programnya setiap kandidat tentunya menyertakan program-program yang berbasis kerakyatan,artinya program-program tersebut harus  mampu menyentuh kasadaran dan problem rakyat.sekalipun kadangkala programnya adalah populis dan masih bersifat umum seperti pertumbuhan ekonomi, pembangunan infrastruktur, peningkatan pendapatan daerah dan lain-lain. Program-program di atas menjadi program utama yang secara substansi hanya ...

Read More »

Penulis Muda dan Refleksi Pengalamannya

Oleh: Adi Prianto, SH (Catatan untuk Buku Ketiga Syarif Abdulah H. Harun) SELAMAT Kepada Syarif Abdullah H. Harun yang telah menyelesaikan buku ketiga dengan judul MIMBAR PERJUANGAN; Jejak dan Catatan Kecil Aktivis Pergerakan Indonesia. Sebagai sebuah karya literasi buku dan penulisnya harus diberikan hormat yang setinggi-tingginya, kelemahan dari hampir keseluruhan kelompok pergerakan di Sulawesi Tengah terutama Kota Palu adalah menuliskan pengalaman-pengalaman pergerakan menjadi sebuah buku yang dapat menjadi dokumen outentik bagi generasi selanjutnya, kebanyakan kaum pergerakan di Sulawesi Tengah mengutamakan budaya tutur atas pengalamannya. Di wilayah yang lain, terutama di kampus-kampus keinginan mahasiswa dalam menulis karya-karyanya masih ada, spektrum gerakan ...

Read More »

70 Tahun Indonesia Merdeka, 50 Tahun Politik Luar Negeri yang Dilupakan

Oleh: Adi Prianto, SH SIFAT Politik luar negeri yang bebas aktif anti imprealisme dan kolonialisme adalah garis politik luar negeri yang diputuskan oleh Dewan Pertimbangan Agung (DPA) pada 19 Januari 1960, sejak Soekarno dilengserkan melalui kudeta merangkak secara umum politik luar negeri Indonesia hanya menggunakan ´bebas aktif”, praktek penggunaan narasi ini selama 50 tahun, 32 tahun dipraktekan oleh rezim Soeharto, 18 tahun pasca reformasi dari rezim BJ. Habibie, Gusdur, Megawati dan SBY. 50 tahun politik luar negeri Indonesia bebas aktif kehilangan roh yang sesungguhnya, sehingga 50 tahun praktek politik luar negeri lebih tunduk pada kepentingan dan mazhab ekonomi politik satu ...

Read More »