[Ilustrasi]

Teori Tumbangnya Facebook dan Google

Jurnalsulawesi.com – Aplikasi Google dan Facebook telah tumbang alias down. Menyusul gangguan layanan Gmail yang terjadi kemarin, beberapa aplikasi bertumbangan. Misalnya, YouTube dan Google Drive juga kemarin memiliki masalah serius.

Tren itu masih berlanjut pada hari ini, Kamis, 14 Maret 2019. Banyak pengguna internet yang mengeluhkan akses mereka ke Facebook, Instagram, dan WhatsApp mengalami gangguan.

Dilansir dari laman The Register, Kamis (14/3/2019), dalam beberapa pesan yang ditemukan di Facebook terdapat tulisan ‘akun sementara tidak tersedia’. Pengumuman itu juga mengatakan ada masalah pada situs dan berharap bisa mencoba lagi dalam beberapa menit.

Facebook mengonfirmasi sistem mereka bermasalah dan offline untuk sejumlah pengguna di seluruh dunia.

“Kami sadar bahwa orang mengalami kesulitan mengakses keluarga aplikasi Facebook. Kami bekerja untuk menyelesaikan masalah secepat mungkin,” kata Facebook.

Facebook membantah jika platform mereka mengalami masalah karena menjadi sasaran serangan Distributed Denial of Service (DDoS). Google pun mengatakan hal yang sama.

Sebelumnya, perusahaan manajemen jaringan, Netscout, memiliki spekulasi masalah perusahaan media sosial besar ini akibat bocornya Border Gateway Protocol (BGP). Namun akhirnya mereka mencabut klaim tersebut karena tidak ada bukti pendukung.

Sementara itu, perusahaan pemantauan cloud, ThousandEyes, mengatakan kemungkinan lapisan aplikasi yang mengalami masalah, bukan karena routing.

“Saat menyelidiki masalah Facebook hari ini, kami tidak melihat adanya perubahan BGP yang berpengaruh pada konektivitas, kehilangan paket atau latensi. Karena Facebook menggunakan jaringan backbone sendiri, belum jelas bagaimana masalah rute transit eksternal menyebabkan gangguan dalam jaringan internal,” kata juru bicara Thousand Eyes.

Mereka juga menyebutkan, jika ada kebocoran maka memengaruhi akses internet ke Facebook, kemungkinan akan bermanifestasi sebagai jalur yang berubah. Skenario ini pernah terjadi pada Google pada November tahun lalu.

“Poin global kami mampu menangkap perubahan alur dalam kasus tersebut, namun kami tidak melihat adanya bukti sejauh ini dengan yang terjadi hari ini,” ujarnya. [***]

Sumber; Viva

(Visited 15 times, 1 visits today)
Bagikan Tulisan ini :

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*