[Ilustrasi]

Waspada! Serangan Jantung Meningkat pada Perempuan Muda

Jurnalsulawesi.com – Serangan jantung kini tak hanya menyerang orang yang sudah berusia lanjut. Studi teranyar menunjukkan, serangan jantung mulai menyerang orang yang masih berusia muda.

Penelitian yang baru saja dipublikasikan di jurnal Circulation ini menemukan, risiko serangan jantung meningkat di kalangan perempuan muda.

Hasil ini didapat setelah peneliti menganalisis proporsi rawat inap di rumah sakit akibat serangan jantung di Amerika Serikat selama 2010-2014.

Hasilnya, serangan jantung terjadi pada pasien muda berusia 35 hingga 54 tahun terus mengalami peningkatan dari 27 persen pada periode 1995-1999 menjadi 32 persen pada 2010-2014. Peningkatan terbesar tertinggi terjadi pada perempuan muda.

Selama periode itu, ada peningkatan jumlah pasien perempuan muda secara signifikan dari 21 persen menjadi 31 persen. Sedangkan peningkatan laki-laki muda tidak terlalu signifikan, dari 30 persen menjadi 33 persen.

“Pesan yang bisa diambil adalah bahwa persentase peningkatan serangan jantung terjadi di antara pasien yang lebih muda, dan peningkatan terbesar tampaknya di antara perempuan muda,” kata peneliti senior dari University of North Carolina, Melissa Caughey dikutip dari CNN.

Menurut dr Harmony Reynolds dari Sarah Ross Soter Center for Women’s Cardiovascular Research, peningkatan perempuan muda yang mengalami serangan jantung berhubungan dengan faktor risiko seperti diabetes dan tekanan darah tinggi yang banyak terjadi pada kalangan itu.

“Kami melihat terjadi peningkatan faktor risiko itu pada perempuan muda,” kata Reynolds.

Serangan jantung merupakan kejadian akut yang terjadi ketika jantung tidak menerima cukup darah. Data dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS menunjukkan, setiap tahunnya, sekitar 790 ribu orang AS mengalami serangan jantung, sekaligus menjadi penyebab utama kematian di negara itu.

Secara global, 85 persen dari semua kematian di dunia terjadi karena penyakit kardiovaskular seperti serangan jantung dan stroke.

Di Indonesia, penyakit jantung juga menjadi penyebab kematian tertinggi. Berdasarkan Riskesdas 2018, prevalensi penyakit jantung di Indonesia mencapai 1,5 persen. [***]

Sumber; CNNIndonesia

(Visited 10 times, 1 visits today)
Bagikan Tulisan ini :

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*